Google
 

14 May 2015

Apa Itu Kelembaman di Bidang Penerjemahan?

Menurut hukum kelembaman Newton, benda yang diam akan cenderung terus diam dan benda yang bergerak akan cenderung terus bergerak jika resultan gaya yang bekerja padanya sama dengan nol atau konstan.

Karena itu, diperlukan energi yang cukup besar untuk menggerakkan benda yang sedang diam atau menghentikan benda yang sedang bergerak, apalagi membalikkan arah gerak benda yang sedang bergerak.

Alhamdulillah, selama pengerjaan order penerjemahan lokal jangka panjang mengenai sejarah, ada juga selingan order penerjemahan dokumen berbagai bidang dari para pelanggan setia: agensi penerjemahan luar negeri dari Latvia, Belanda, Inggris, Malaysia, Australia, Selandia Baru, Kanada, dll.

Peralihan konsentrasi dari penerjemahan dokumen sejarah ke dokumen hukum, bisnis/keuangan, pariwisata, teknologi informasi, dll., lalu kembali lagi ke dokumen sejarah, memang memerlukan energi fisik, mental, dan kognitif yang relatif besar agar bisa berlangsung segera, dalam tempo yang secepat-cepatnya, dan mulus.

Demikianlah tantangan yang sering dihadapi seorang penerjemah yang telah mendapatkan pelanggan domestik dan/atau internasional lebih dari satu.

Penerjemah harus mampu melakukan negosiasi dengan pelanggan atau calon pelanggannya agar sedapat mungkin semua order penerjemahan yang masuk dapat diterima dan dapat diatur waktunya selonggar mungkin dan senyaman mungkin untuk menjamin mutu yang baik dan penyelesaian tepat waktu atau lebih cepat dari tenggatnya.


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

23 April 2015

Kesaksian Klien Nasional

Ketika membutuhkan terjemahan dokumen akta kelahiran anak dan akta nikah utk pengajuan visa, sy browsing di google dan menemukan nama Bapak Hipyan Nopri. Sy langsung kontak beliau, keesokan pagi sudah ada balasan. Dokumen sy kirim, dan dijanjikan selesai ke esokan hari nya. Untung sy tdk salah pilih penterjemah, selain sangat kooperatif, respon yg cepat, tepat waktu, ramah dan yg pasti hasil terjemahan nya oke banget. Good job pak Nopri, sukses selalu..

Elisabeth
Mataram, Nusa Tenggara Barat

19 April 2015

Contoh 4 Terjemahan Sastra: Pantun

Sumber:
Sumpah Sakti Laksamana Hang Tuah
Panglima Angkatan Laut Kemaharajaan Melayu

Tuah sakti hamba negeri
Esa hilang dua terbilang
Patah tumbuh hilang berganti
Tak Melayu hilang di bumi

Terjemahan:
The Sacred Oath of Admiral Hang Tuah
The Naval Commander of the Malay Empire

Strong and powerful the defenders of the nation
One missing two counted
The broken regrows the missing generates substitution
The Malays will never disappear from the Earth


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara



18 April 2015

Contoh 3 Terjemahan Sastra: Pantun

Sumber:
Pulau Penyengat Inderasakti
Di sini bertahta raja Melayu
Kalau semangat membara di hati
Pemimpin negeri pun bisa menulis buku

Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa
Hendaklah memegang amanat
Buanglah khianat

Terjemahan:
Penyengat Island has sanctity
Here reigns a Malay emperor
When the spirit raging with sanity
Even a book the mayor can author

Make contribution
To your nation
Perform your duty
Avoid treachery


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

Contoh 2 Terjemahan Sastra: Pantun

Sumber:
Puji dan syukur ke hadirat Allah
Atas rahmat-Nya yang terus melimpah
Ananda XXX beroleh berkah
Menulis buku mengandung sejarah

Kepada Nabi Muhammad kita bersalawat
Rasul terakhir junjungan ummat
Semoga kita beroleh syafaat
Hidup bahagia dunia akhirat

Terjemahan:
Praise and thanks are just for the Almighty
For His endless abundant courtesy
Dear Son XXX has His mercy
Writing a book on history

We send prayers on Muhammad the Messenger
The last Apostle respected by his follower
May we have his favor 
Living happy life in the world and the hereafter


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

Contoh 1 Terjemahan Sastra: Pantun

Penerjemahan karya sastra, dalam hal ini pantun, memang sungguh amat sangat sulit sekali.:)

Penerjemahan seperti ini memerlukan kemahiran dua bahasa yang mumpuni, daya kreasi, dan daya imajinasi.

Meskipun begitu, saya mencoba menampilkan contoh terjemahan bahasa Inggris dari beberapa pantun Melayu  di blog ini.

Semoga berkenan dan berkesan di hati pengunjung dan pembaca semua.

Naskah Sumber:
Pulau Pandan jauh di tengah
Gunung Daik bercabang tiga
Hancur badan dikandung tanah
Budi yang baik dikenang juga

Naskah Terjemahan:
Pandan Island is over the ocean
Mount Daik has three crowns
Even though the corpse decayed underground
A good deed will never be forgotten


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

18 February 2015

Apa Arti Omission to Act?

Ilustrasi:
A, seorang petugas penyelamat pantai asal New York, sedang berlibur di Florida. Dia sedang bersantai di tepi kolam hotel yangg cukup dalam menurut ukuran orang dewasa.

Pada saat itu, B, tamu hotel yang tidak bisa berenang, terjatuh ke kolam itu. Karena dia sedang berlibur dan tentu saja sedang tidak bertugas, A, yang melihat B jatuh ke kolam tersebut, diam saja sehingga B tewas tenggelam.

Apa yang dilakukan A dalam kasus ini di jagat hukum disebut 'omission to act'.

Seorang penerjemah yang sedang menerjemahkan dokumen yang berisikan kisah ini harus menerjemahkan istilah 'omission to act' tersebut ke dalam bahasa Indonesia yang tepat.

Secara umum, seorang penerjemah mungkin akan segera memadankannya dengan 'kelalaian bertindak'.

Namun demikian, penerjemah yang satu ini menerjemahkannya menjadi 'keengganan bertindak'.

Mengapa penerjemah hipotetis kita ini memilih 'keengganan bertindak' ketimbang 'kelalaian bertindak'?

Karena si penerjemah tahu bahwa menurut sistem hukum AS, 'omission to act' bukan perbuatan yang dapat dihukum.

Karena OA bukan tindak pidana, maka tidak ada unsur kewajiban atas perbuatan tersebut. Memang, secara moral seharusnya A bertindak menyelamatkan si B, tapi si A memilih untuk tidak bertindak.

Jadi, berdasarkan sistem hukum AS, OA bersifat sunat/opsional. Dilakukan bagus; tidak dilakukan tidak apa2.

Padanan kata yang pas menunjukkan makna opsional OA ini adalah 'keengganan', bukan 'kelalaian'.

Bagaimana si penerjemah bisa memahami makna OA ini? Pemahaman ini dapat diperoleh melalui pemelajaran di fakultas hukum atau pemelajaran otodidak, dengan membaca sendiri berbagai literatur hukum dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan kata lain, keahlian terminologi di bidang hukum dapat diperoleh secara formal atau non-formal.

Dengan kata lain, penerjemah hukum yang tidak berlatar belakang pendidikan formal hukum bisa mencapai tingkat ahli terminologi hukum dengan belajar secara otodidak. Ini dari perspektif diri penerjemah.

Namun demikian, dengan mempertimbangkan perspektif umum calon klien, apalagi calon klien baru yang tidak saling kenal dengan penerjemah, sebaiknya penerjemah hukum berusaha mendapatkan gelar SH sebagai bukti faktual keahlian terminologi hukumnya.

Mengapa? Karena keahlian terminologi hukum yang diperoleh secara otodidak tidak dapat dibuktikan secara empiris sebelum order dikerjakan.:)


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia 
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

19 January 2015

Contoh Perjanjian Penerjemahan Buku


Perjanjian penerjemahan buku biasanya dibuat antara penerbit dan penerjemah. Namun demikian, ada juga penulis yang langsung mengurus penerjemahan bukunya. Berikut ini contoh perjanjian penerjemahan buku yang akan diterbitkan antara penulis dan penerjemah. 
Ini contoh perjanjian yang pernah saya buat. Bagi siapa pun yang ingin memakainya sebagai acuan umum silakan saja. Tentu saja, ada kemungkinan diperlukan penyesuaian agar selaras dengan konteks dan kasus spesifiknya. 
PERJANJIAN PENERJEMAHAN BUKU
Perjanjian ini (“Perjanjian”) dibuat dan disepakati pada hari Selasa tanggal 20 Januari 2015 (dua puluh Januari dua ribu lima belas) oleh dan antara Nama Penulis (“Penulis”), yang berdomisili di Alamat Lengkap, Kota, Kabupaten, Provinsi, dan Nama Penerjemah (“Penerjemah”), yang berdomisili di Alamat Lengkap, Kota, Provinsi, mengenai penerjemahan (“Penerjemahan” atau “Terjemahan”) buku berjudul Judul Buku (“Buku”) yang ditulis oleh Nama Penulis (“Penulis”), yang masing-masing disebut sebagai “Pihak Pertama” atau “Penulis” dan “Pihak Kedua” atau “Penerjemah” dan secara bersama-sama disebut sebagai “Para Pihak”. 
Para Pihak menyatakan bahwa semua kesepakatan yang dibuat oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua yang diuraikan di bawah ini merupakan hasil pertimbangan bersama secara menyeluruh dan matang. 
Berdasarkan pertimbangan bersama ini, Para Pihak menyepakati sebagai berikut:
  1. Penerjemah akan menerjemahkan Buku dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan akan menyerahkan Terjemahan kepada Penulis pada atau sebelum tanggal 20 Mei 2015 (dua puluh Mei dua ribu lima belas).
  2. Penulis akan menyerahkan Buku yang akan diterjemahkan dalam format elektronik (soft copy) dan format tercetak (hard copy) kepada Penerjemah pada saat penandatanganan Perjanjian.
  3. Terjemahan yang telah selesai dikerjakan oleh Penerjemah akan diserahkan kepada Penulis dalam format elektronik (soft copy).
  4. Penulis tidak akan melakukan perubahan apa pun atas versi final Terjemahan kecuali yang berkaitan dengan tata letak (layout), jenis dan ukuran huruf, serta ilustrasi visual, setelah selesainya proses penyuntingan (editing) oleh penyunting/editor, proses revisi atau koreksi oleh Penerjemah, dan diskusi antara penyunting/editor dan Penerjemah.
  5. Apabila setelah proses penyuntingan (editing) diperlukan revisi atau koreksi Terjemahan, permintaan revisi atau koreksi ini harus disampaikan secara tertulis oleh Penulis kepada Penerjemah dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari setelah Penerjemah menyerahkan Terjemahan kepada Penulis.
  6. Apabila permintaan revisi atau koreksi disampaikan Penulis kepada Penerjemah dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari, maka Penerjemah tidak memungut biaya apa pun atas proses revisi atau koreksi Terjemahan dan diskusi antara penyunting/editor dan Penerjemah.
  7. Apabila jangka waktu sebagaimana tersebut pada Pasal 5 sudah terlewati, maka permintaan revisi atau koreksi Terjemahan oleh Penulis harus mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerjemah dan Penerjemah akan memungut biaya Rp100.000 (seratus ribu rupiah) per jam waktu yang diperlukan untuk proses revisi atau koreksi dan diskusi antara penyunting/editor dan Penerjemah.
  8. Waktu penyelesaian proses revisi atau koreksi sepenuhnya ditentukan oleh Penerjemah setelah konsultasi dengan Penulis.
  9. Penerjemah menjamin dan menegaskan bahwa tidak ada tulisan yang bersifat tidak menyenangkan atau memfitnah yang tidak terdapat di dalam Buku akan dimasukkan ke dalam Terjemahan.
  10. Penulis akan membayar ganti rugi kepada Penerjemah dan membebaskan Penerjemah dari segala risiko hukum atau pengeluaran atau biaya finansial yang timbul apabila terjadi tuntutan atau gugatan sehubungan dengan isi Buku.
  11. Penulis akan membayar uang jasa Penerjemahan sebesar Rp20.000.000 (dua puluh juta rupiah) kepada Penerjemah.
  12. Selain uang jasa Penerjemahan, Penulis akan membayar uang royalti sebesar 10% (sepuluh persen) dari harga jual eceran per eksemplar Terjemahan yang diterbitkan kepada Penerjemah.
  13. Penulis akan menyerahkan uang royalti sebagaimana dimaksud pada Pasal 12 setiap enam bulan sekali kepada Penerjemah.
  14. Penerjemah akan menerima pembayaran 50% (lima puluh persen) dari total biaya Penerjemahan pada saat penandatanganan Perjanjian oleh Para Pihak. 
  15. Selama berlangsungnya proses Penerjemahan, Penerjemah tidak wajib menyerahkan sebagian atau seluruh bagian dari Terjemahan yang telah dikerjakan kepada Penulis.
  16. 50% (lima puluh persen) sisa pembayaran akan diserahkan Penulis kepada Penerjemah sebelum Terjemahan yang telah selesai diserahkan Penerjemah kepada Penulis setelah Penerjemah memberi tahu Penulis mengenai selesainya Terjemahan.
  17. Nama Penerjemah akan dicantumkan pada sampul depan dan halaman judul pada semua edisi Terjemahan yang diterbitkan dengan ukuran huruf sekurang-kurangnya 60% (enam puluh persen) dari ukuran huruf nama Penulis.
  18. Biografi Penerjemah akan dicantumkan pada sampul belakang semua edisi Terjemahan yang diterbitkan.
  19. Pada penerbitan pertama Terjemahan, Penulis akan memberikan 1 (satu) eksemplar Terjemahan yang diterbitkan kepada Penerjemah.
  20. Apabila Terjemahan telah diterbitkan, Penulis akan memberikan pemberitahuan tertulis kepada Penerjemah paling lambat 1 (satu) minggu setelah penerbitan Terjemahan.
  21. Penulis akan memberikan laporan resmi tertulis dari Penerbit mengenai jumlah Terjemahan yang diterbitkan kepada Penerjemah paling lambat 14 (empat belas) hari setelah penerbitan Terjemahan.
  22. Penulis akan memberikan laporan resmi tertulis dari Penerbit mengenai jumlah Terjemahan yang telah terjual setiap enam bulan sekali terhitung sejak tanggal penerbitan Terjemahan kepada Penerjemah.
  23. Perjanjian ini dapat dibatalkan hanya dengan kesepakatan tertulis Para Pihak.
  24. Penulis akan membayar uang pembatalan sebesar 50% (lima puluh persen) dari total biaya Penerjemahan atau sebesar nilai dari persentase Terjemahan yang telah diselesaikan kepada Penerjemah apabila Perjanjian ini dibatalkan secara sepihak oleh Penulis.
  25. Uang pembatalan sebagaimana dimaksud pada Pasal 24 yang akan berlaku adalah salah satu yang lebih besar di antara 50% dari total biaya Penerjemahan dan nilai dari persentase Terjemahan yang telah diselesaikan.
  26. Perjanjian ini dibuat dua rangkap dan masing-masing ditandatangani oleh Para Pihak serta diberi meterai Rp6.000 (enam ribu rupiah).
  27. Demikianlah, Perjanjian ini dibuat sebagai hasil pertimbangan bersama Para Pihak dan tanda tangan Para Pihak di bawah ini menunjukkan penerimaan atas syarat dan ketentuan Perjanjian di atas.

                                                                                  Kota, 20 Januari 2015
Penulis                                                                      Penerjemah

Nama Penulis                                                           Nama Penerjemah

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kimia, Pertanian, Peternakan, dll.
Medan, Sumatera Utara