Google
 

23 November 2017

Apa Terjemahan Without Prejudice to the Rights the Insured Have on the Difference?


Naskah Sumber:
Any payment up to the amount to which the said bank is entitled for principal, interest accrued and costs shall be made to said Bank without prejudice to the rights the insured have on the difference.

Terjemahan:
Untuk menentukan terjemahan dari frasa di naskah sumber tersebut, penerjemah harus memahami dulu konteksnya. 


Dengan memahami konteks, maka penerjemah mampu memperoleh gambaran yang jelas mengenai makna dari frasa tersebut.
 
Menurut analisis dan pemahaman saya, dokumen ini berisi hal mengenai penjaminan suatu properti ke bank atas kredit yang diberikan oleh bank kepada yang bersangkutan.

Jika terjadi kerugian, properti tsb akan dijual oleh bank dan uang hasil penjualan digunakan untuk membayar pokok pinjaman, bunga, dan biaya administrasi yang menjadi hak bank.

Jika hasil penjualan tsb melebihi nilai semua kewajiban peminjam, maka selisihnya atau sisanya menjadi hak peminjam.

Dengan kata lain, nilai hasil penjualan properti tsb tidak semuanya diambil oleh bank. Bank hanya berhak atas nilai sebesar kewajiban peminjam kepada bank.

Misal: kewajiban total peminjam kepada bank Rp100 juta; nilai jual properti Rp120 juta.

Maka, setelah properti dijual, bank hanya boleh mengambil Rp100 juta; selisih antara nilai kewajiban peminjam dan nilai jual properti yang Rp20 juta menjadi hak peminjam.


Dari uraian dan analisis di atas, maka sebagai penerjemah bahasa Inggris-Indonesia saya menafsirkan bahwa terjemahan dari 'without prejudice to the rights the insured have on the difference' adalah 'tanpa mengabaikan hak-hak yang dimiliki tertanggung atas selisihnya.'

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Melayani Penerjemahan Dokumen
Keuangan, Kedokteran, Kimia, Pertanian, dll.
Medan, Sumatera Utara

22 November 2017

Pass-Through Claim: Apa Padanannya?


Naskah Sumber:

In the event of any dispute, claim, cause of action, disagreement or "pass-through" claim for indemnification and/or contribution arising from or relating to this Agreement.


Terjemahan:

Menurut info dari Internet, past-through claim adalah gugatan atas kerugian yg dialami subkontraktor yang disampaikan oleh kontraktor kepada pemilik proyek.

Subkontraktor (C) tidak bisa melakukan gugatan langsung kepada pemilik proyek karena mereka tidak memiliki perikatan hukum.

Yang memiliki perikatan hukum adalah kontraktor (A) dan pemilik proyek (B).

Karena itu, gugatan si subkontraktor disampaikan melalui kontraktor.

Selanjutnya, dalam sistem hukum perdata Indonesia dikenal gugatan actio pauliana, yaitu gugatan yang disampaikan oleh pihak ketiga (C) kepada para pihak (A dan B) dalam suatu perjanjian karena perjanjian tsb merugikan pihak ketiga tsb.

Uraian di atas menunjukkan bahwa definisi PTC selaras dengan pengertian GAP.

Karena itu, saya menyimpulkan dan mengusulkan:

pass-through claim = gugatan actio pauliana

Rujukan:
Selain itu di luar syarat sahnya perjanjian KUHperdata mengenal juga alasan lain sebagai dasar untuk “perjanjian yang dapat dibatalkan” yaitu gugatan actio pauliana (upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pihak ketiga untuk mengajukan pembatalan perjanjian yang dibuat oleh para pihak, karena perjanjian dianggap merugikan kepentingan pihak ketiga) atau alasan ketidak-seimbangan isi perjanjian yang sangat menyolok, yang di Indonesia diatur dalam woeker ordonantie sedangkan dalam NBW dimasukkan dalam Pasal 6:233 sub a.
http://www.bphn.go.id/data/documents/hukum_kontrak.pdf


Rujukan Tambahan:
Pasal 1341 KUH Perdata

Sudarsono.2007. Kamus Hukum. Edisi Baru. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.


Komentar:

PTC maupun GAP:
1. Bertujuan membatalkan perjanjian di antara para pihak yang merugikan pihak ketiga.
2. Bertujuan memulihkan kerugian yang dialami pihak ketiga.

Dengan dipulihkannya kerugian yang dialami pihak ketiga, tentu saja ketentuan perjanjian para pihak yg merugikan tsb dibatalkan atau diubah sehingga tidak merugikan lagi.

Contoh Kasus (hipotetis):
A dan B mengadakan perjanjian pranikah. A berstatus duda. Salah satu ketentuan perjanjian tsb menyatakan bahwa C (mantan isteri A) tidak boleh datang menjenguk anak-anak mereka (A & C) yang ikut dengan A sejak sahnya pernikahan A dan B.
  


Hipyan Nopri, S.Pd. 
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Melayani Penerjemahan Dokumen
Keuangan, Kedokteran, Kimia, Pertanian, dll.
Medan, Sumatera Utara