Google
 

23 April 2008

Mengapa Penerbit Buku Cenderung Mematok Tarif Penerjemahan yang Rendah?

Dari pengamatan dan pengalaman saya sebagai penerjemah selama ini, penerbit buku dalam maupun luar negeri cenderung mematok tarif penerjemahan yang rendah.

Alasan klasik yang selalu mereka kemukakan adalah bahwa bila penerjemah dibayar dengan tarif yang layak, penerbit akan kesulitan memasarkan buku terjemahan tersebut karena mereka harus memasang harga yang mahal. Alasan kedua yang juga sering dikemukakan adalah mengingat volume order penerjemahan buku yang biasanya besar (satu buku biasanya terdiri dari ratusan halaman), maka wajar saja bila penerbit meminta diskon yang cukup besar.

Benarkah alasan yang menjadi andalan penerbit untuk menekan penerjemah ini? Apakah alasan ini mempunyai landasan logika ekonomi yang kuat?

Kedua alasan klasik tersebut sama sekali tidak benar dan tidak mempunyai dasar logika yang kuat.

Para penerjemah seharusnya sadar bahwa di dalam industri penerbitan berlaku ekonomi skala (scale economy), yaitu semakin banyak buku yang diterbitkan, semakin tinggi efisiensi produksinya, dan dengan demikian semakin besar keuntungan yang diperoleh penerbit. Keuntungan yang diperoleh ini akan terus meningkat berkali lipat bila buku yang sama diterbitkan kembali berulang kali.

Bila penerjemah menerapkan tarif standarnya untuk penerjemahan sebuah buku, penerbit hanya sekali saja membayar tarif yang "mahal." Dalam satu kali penerbitan dengan jumlah buku tertentu yang telah diperhitungkan berdasarkan biaya produksi dan biaya penerjemahan, penerbit sudah dapat memperoleh keuntungan. Pada penerbitan-penerbitan berikutnya, yang dapat diulang berkali-kali, penerbit tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk biaya penerjemahan karena mereka menerbitkan buku yang sama yang telah diterjemahkan sebelumnya.

Dengan kata lain, penerjemahan hanya diperlukan satu kali saja, dan penerbitan bisa dilakukan berulang kali. Tentu saja, keuntungan yang diperoleh akan meningkat berlipat ganda.

Sekarang mari kita lihat sisi penerjemahnya. Sebagaimana sudah dikatakan di atas, penerjemahan buku hanya diperlukan sekali saja. Karena itu, penerjemah mendapat keuntungan satu kali saja dari satu kali order penerjemahan yang diberikan penerbit tersebut. Tentu saja, penerbit tidak akan meminta penerjemah untuk menerjemahkan kembali buku yang sama.

Selanjutnya, di pihak penerjemah tidak berlaku ekonomi skala. Artinya, volume order penerjemahan yang makin besar tidak membuat seorang penerjemah mengeluarkan biaya yang makin kecil. Semakin besar volume order penerjemahan yang dikerjakannya, semakin lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan terjemahan tersebut; semakin besar tenaga yang diperlukan dalam proses penerjemahan tersebut; semakin banyak riset offline maupun online yang diperlukan selama penerjemahan berlangsung; semakin tinggi tingkat konsentrasi dan ketelitian yang dituntut agar kualitas terjemahan tetap terjamin; semakin besar tanggung jawab penerjemah atas terjemahan yang dihasilkannya; dan semakin besar risiko yang dihadapi penerjemah.

Singkatnya, semakin besar volume order penerjemahan yang diterima penerjemah, semakin besar biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan terjemahan tersebut. Dengan demikian, diskon seharusnya tidak berlaku dalam bisnis jasa penerjemahan karena ekonomi skala tidak berlaku dalam bisnis jasa penerjemahan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan:
1. Penerbit
a. Hanya perlu mengeluarkan satu kali saja biaya penerjemahan buku yang akan diterbitkan. Selanjutnya, penerbit dapat menerbitkan buku yang sama berulang kali. Karena itu, mereka dapat memperoleh keuntungan berlipat ganda.
b. Semakin banyak jumlah buku yang dicetak dalam satu kali penerbitan, semakin tinggi efisiensi produksinya, dan dengan demikian semakin besar keuntungan yang diperoleh.
2. Penerjemah
a. Hanya mendapat satu order penerjemahan saja untuk satu buku yang akan diterbitkan. Penerjemah tidak bisa kembali menerjemahkan buku yang telah diterjemahkannya. Karena itu, penerjemah tidak bisa melipatgandakan keuntungan yang diperolehnya.
b. Semakin besar volume order penerjemahan yang diterima penerjemah, semakin besar biaya yang dikeluarkannya untuk menyelesaikan terjemahan tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa penerjemah sebenarnya bisa menetapkan tarif standarnya untuk order penerjemahan buku yang ditawarkan penerbit. Dengan memberikan bayaran yang layak kepada penerjemah, penerbit tidak akan rugi. Sebaliknya, mereka tetap dapat memperoleh keuntungan berlipat ganda dari satu penerjemahan buku yang kemudian diterbitkan.

Yang terakhir, permintaan diskon dari penerbit untuk order penerjemahan buku jelas tidak dapat diterima karena ekonomi skala tidak berlaku dalam bisnis jasa penerjemahan.

Sehubungan dengan uraian di atas, penerbit jelas mendapatkan keuntungan yang sangat jauh lebih besar dibandingkan dengan penerjemah. Namun demikian, kembali ke judul tulisan ini - mengapa penerbit cenderung mematok tarif penerjemahan buku yang murah?

Mereka mematok tarif penerjemahan yang murah karena mereka menerapkan prinsip ekonomi kapitalis yang sangat tidak adil dan tak berperikemanusiaan - mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya.

Apakah rekan penerjemah masih tetap akan menerima tawaran tarif penerjemahan buku yang murah dari penerbit atau mulai berani bersikap dan mengambil keputusan untuk mengenakan tarif yang layak, itu semua tergantung pada diri masing-masing penerjemah.

Namun demikian, sebagai seorang penerjemah yang telah belasan tahun menekuni bisnis penerjemahan dan sering bertukar pikiran dengan rekan-rekan penerjemah dari seluruh dunia, saya sangat berharap rekan-rekan penerjemah Indonesia mulai menyadari dan terus meningkatkan profesionalisme dan profesionalitas mereka.

Dengan demikian, di masa yang akan datang tidak ada lagi penerjemah yang tanpa disadari atau dengan sengaja banting harga atau sebaliknya menerima tarif order penerjemahan yang tidak layak yang ditawarkan oleh klien.

19 April 2008

Contoh Terjemahan Dokumen Hukum Indonesia-Inggris: Akta Kelahiran

Indonesian Source Text

PENCATATAN SIPIL
(WARGA NEGARA INDONESIA)

KUTIPAN
AKTA KELAHIRAN

Nomor: 2445/D.Ist-98/2003

Dari Daftar Dispensasi Istimewa tentang kelahiran menurut Stbld. 1920-751 jo. 1927-564 di kota Padang ternyata bahwa di Padang pada tanggal dua puluh empat Desember seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan telah lahir seorang anak laki-laki yang diberi nama BUYUANG PALALOK, anak kedua dari suami-isteri: BUYUANG DATUAK NAN KUNIANG dan UPIAK KARIBO.

Berdasarkan Keputusan Wali Kota Padang Nomor: 477.45-291 2003 tanggal 16 Juni 2003.

Kutipan ini sesuai dengan keadaan pada hari ini.

Padang, tanggal enam belas juni dua ribu tiga


Kepala Kantor Catatan Sipil
Kota Padang

Ditandatangani dan distempel

BUYUANG SUTAN PARABO, S.H.,M.Si.
Pembina
NIP 480 066 808

English Translation

CIVIL REGISTRY OFFICE
(INDONESIAN NATIONALITY)

BIRTH CERTIFICATE EXTRACT

Number: 2445/D.Ist-98/2003

Based on the Special Dispensation Birth Register by virtue of State Gazette 1920-751 jo. 1927-564 in Padang Municipality, it was recorded that in Padang on the twenty fourth day of December in the year nineteen ninety eight a male child named BUYUANG PALALOK was born as the second child to the married couple: BUYUANG DATUAK NAN KUNIANG and UPIAK KARIBO.

This certificate is issued in accordance with Decree of the Major of Padang Municipality number 477.45-291 of 2003 dated 16th June 2003.

This extract is in accordance with the current conditions.

Padang, the sixteenth day of June in the year two thousand and three

Head of the Registry Office
Padang Municipality

Signed and sealed


BUYUANG SUTAN PARABO, S.H.,M.Si.
Supervisor
NIP 480 066 808


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Bidang
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

17 April 2008

English to Indonesian Financial Translation - Foreign Investment Notification Form for the Acquisition of Newly Issued Stocks

English Source Text

Foreign Investment Notification Form for the Acquisition of Newly Issued Stocks

Term of Completion: Immediate
Foreign Investor
Name: PT XYZ
Nationality: Indonesia
Address: Address as stated in the SIUP
Domestic Investor
Name:
Foreign Invested Enterprise
Name
Korean:
English:
Capital
Before: 50,000,000 Won
After: 12,000,000 Won
Business Registration Number (Head Office): the NPWP of PT XYZ
Address
Head Office
Factory (or Business Place)
Business of Intent:
Korean Standard Industrial Classification Code Number: (Will be provided by the Delegated Agency)
Present Foreign Investment Amount and Percentage
Acquisition Price: Won (USD ), %
Type of Investment
Creating Corporation (Single, Joint)
Purchase of Newly Issued Stock (Domestic Company, Foreign Invested Company)
Others
Objective of Investment:
Establishment of New Factory
Establishment of Business Place
Merger & Acquisition
Others
Method of Investment:
Cash Amount: 50,000,000 Won (USD )
Intellectual Property Right: Won (USD )
Capital in Kind: Won (USD )
Stock: 12,000,000 Won (USD )
Real Estate: Won (USD )
Content of Stock (Shares to be Acquired)
Type: Obligation
Quantity: 2
Face Value per Stock: 2
Total Amount of Face Value of Stock: US$1,000,000
Acquisition Price per Stock: US$500,000
Total Acquisition Price: US$1,000,000
Foreign Investment Amount and Percentage after Acquisition
Acquisition Price: 12,000,000 Won (US$1,000,000), %

In accordance with Article 5 Paragraph 1 of the Foreign Investment Promotion Act, the above is notified,
Year Month Day

Applicant (or Power of Attorney) (Signature or Seal)
(Telephone Number: )
Delegated Authority
____________________________________________________________________________________

For Applicant
Notification Number:

The above notification is confirmed,
Year Month Day


Delegated Authority:

This notification does not confirm the arrival of investment. When any authorization, permission, or notification is required by another law, the applicant should meet the requirements prescribed in that law.

Terjemahan Bahasa Indonesia

Formulir Pemberitahuan Penanaman Modal Asing untuk Pembelian Saham yang Baru Diterbitkan

Syarat Penyelesaian: Segera
Investor Asing
Nama: PT XYZ
Kewarganegaraan: Indonesia
Alamat: Alamat seperti dinyatakan pada SIUP
Investor Dalam Negeri
Nama:
Perusahaan Penanaman Modal Asing
Nama
Bahasa Korea:
Bahasa Inggris:
Modal
Sebelum: 50.000.000 Won
Sesudah: 12.000.000 Won
Nomor Daftar Perusahaan (Kantor Pusat): nomor NPWP PT XYZ
Alamat:
Kantor Pusat:
Pabrik (atau Lokasi Usaha)
Bidang Usaha:
Nomor Kode Klasifikasi Industri Standar Korea: (Akan diberikan oleh Badan Perwakilan)
Jumlah dan Persentase Penanaman Modal Asing Sekarang
Harga Pembelian: Won (USD ), %
Jenis Penanaman Modal
Mendirikan Perusahaan (Tunggal, Gabungan)
Pembelian Saham yang Baru Diterbitkan (Perusahaan Dalam Negeri, Perusahaan Penanaman Modal Asing)
Lainnya
Tujuan Penanaman Modal:
Pembangunan Pabrik Baru
Pembangunan Lokasi Usaha Baru
Merger & Akuisisi
Lainnya
Metode Penanaman Modal:
Jumlah Tunai: 50.000.000 Won (USD )
Hak Kekayaan Intelektual: Won (USD )
Modal Barang: Won (USD )
Saham: 12.000.000 Won (USD )
Tanah dan Bangunan: Won (USD )
Isi Saham (Saham yang akan Dibeli)
Jenis: Obligasi
Jumlah: 2
Nilai Nominal per Saham: 2
Total Jumlah Nilai Nominal Saham: US$1.000.000
Harga Pembelian per Saham: US$500.000
Total Harga Pembelian: US$1.000.000
Jumlah dan Persentase Investasi Asing setelah Pembelian
Harga Pembelian: 12,000,000 Won (US$1.000.000), %

Informasi di atas diberitahukan sesuai dengan Pasal 5 Ayat 1 Undang-undang Promosi Penanaman Modal Asing.

Tahun Bulan Hari

Pemohon (atau Penerima Kuasa) (Tanda tangan atau stempel)
(Nomor telepon: )
Badan Perwakilan
____________________________________________________________________________________

Untuk Pemohon
Nomor Pemberitahuan:

Pemberitahuan di atas disahkan.

Tahun Bulan Hari


Badan Perwakilan

Pemberitahuan ini tidak mengesahkan kedatangan investasi. Bila suatu pengesahan, izin, atau pemberitahuan diwajibkan oleh undang-undang lain, pemohon harus memenuhi persyaratan yang dinyatakan dalam undang-undang tersebut.

16 April 2008

Mana yang Sebenarnya Dibutuhkan Klien - Penerjemah Tersumpah atau Terjemahan Tersumpah?

Mungkin tidak cuma orang awam, kalangan penerjemah pun belum semuanya mempunyai pemahaman yang menyeluruh mengenai penerjemah tersumpah dan terjemahan tersumpah. Mengingat kedua istilah ini mempunyai kata 'tersumpah,' apakah keduanya sama saja? Tapi kalau dianggap sama, bukankah istilah yang pertama menggunakan kata 'penerjemah,' dan istilah yang kedua menggunakan kata 'terjemahan'?

Sekarang mari kita tambah pertanyaan di atas dengan pertanyaan-pertanyaan lanjutan berikut ini. Bertitik tolak dari semua pertanyaan inilah saya nanti akan membahas judul tulisan ini - mana yang sebenarnya dibutuhkan klien - penerjemah tersumpah atau terjemahan tersumpah?

Calon pengguna jasa penerjemahan mungkin bertanya pada diri mereka sendiri, "Yang saya butuhkan penerjemah tersumpah ataukah terjemahan tersumpah?" Apakah salah satu dari keduanya lebih dibutuhkan? Apakah keduanya dibutuhkan pada waktu yang bersamaan? Untuk penerjemahan dokumen apakah predikat 'tersumpah' tersebut diperlukan? Apakah predikat 'tersumpah' tersebut hanya diperlukan untuk dokumen hukum saja?

Melalui tulisan ini saya ingin memberitahukan dan menegaskan kepada para pengguna jasa penerjemahan maupun rekan penerjemah bahwa sumpah atau pernyataan pengesahan penerjemah tidak hanya diperlukan untuk dokumen hukum tapi juga berbagai dokumen lainnya yang melibatkan urusan hukum seperti laporan keuangan, hasil pemeriksaan kesehatan pasien, dan bahkan surat pribadi, yang akan digunakan dalam sidang pengadilan.

Jadi, sumpah atau pernyataan pengesahan penerjemah diperlukan bukan hanya untuk dokumen hukum seperti akta kelahiran, surat nikah, akta notaris, dan perjanjian, tapi juga segala dokumen - misalnya, dokumen keuangan, kedokteran, pendidikan, dll. - yang nantinya akan digunakan untuk keperluan hukum.

Sumpah atau pernyataan pengesahan penerjemah tersebut biasanya berisikan penegasan si penerjemah bahwa terjemahan yang dihasilkannya adalah terjemahan yang benar dan akurat sesuai dengan kemampuannya atas dokumen asal yang dilampirkan bersama terjemahan dan pernyataan tersebut.

Sumpah atau pernyataan pengesahan penerjemah ini harus dibuat oleh penerjemah tanpa memandang apakah penerjemah tersebut sudah mendapat sertifikat sebagai penerjemah tersumpah atau belum. Jadi, seorang penerjemah biasa, yang mendapat order penerjemahan dokumen hukum atau dokumen bidang lainnya (misalnya, kedokteran) yang akan digunakan untuk urusan hukum, harus membuat sumpah atau pernyataan pengesahan tertulis tersebut.

Begitu pula, seorang penerjemah yang sudah mendapat sertifikat penerjemah tersumpah (yang sering disebut penerjemah tersumpah), yang mendapat order penerjemahan dokumen hukum atau dokumen bidang lainnya yang akan digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan hukum, juga harus membuat sumpah atau pernyataan pengesahan tertulis yang dilampirkan pada terjemahannya.

Di Indonesia, seorang penerjemah akan mendapat sertifikat penerjemah tersumpah apabila yang bersangkutan telah lulus ujian kualifikasi penerjemah tersumpah yang diadakan oleh Pusat Penerjemahan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Dalam ujian kualifikasi penerjemah tersumpah ini, penerjemah harus menerjemahkan suatu dokumen hukum.

Apabila penerjemah ini dinyatakan lulus dalam ujian tersebut, penerjemah tersebut kemudian mengajukan permohonan kepada gubernur di provinsi tempat tinggalnya untuk diambil sumpah dan diberi sertifikat penerjemah tersumpah.

Sekarang kembali ke judul tulisan ini, apa yang sebenarnya dibutuhkan klien - penerjemah tersumpah atau terjemahan tersumpah?

Dari uraian di atas jelas bahwa yang dibutuhkan sebenarnya adalah terjemahan tersumpah, yaitu terjemahan yang disertai lampiran sumpah atau pernyataan pengesahan penerjemah. Namun demikian, ini tidak berarti bahwa penerjemah tersumpah tidak diperlukan. Gagasan dalam tulisan ini hanya ingin menegaskan bahwa pada hakikatnya yang dibutuhkan oleh klien adalah terjemahan tersumpah.

Kesimpulannya, seorang penerjemah biasa dapat menerjemahkan dokumen hukum maupun dokumen bidang lain yang akan digunakan untuk keperluan hukum. Begitu pula, penerjemah tersumpah dapat menerjemahkan dokumen hukum maupun dokumen bidang lainnya yang akan digunakan untuk urusan hukum. Kuncinya adalah sumpah atau pernyataan pengesahan tertulis yang mereka lampirkan pada terjemahan yang dihasilkan.

Tentu saja, seorang penerjemah biasa tidak bisa seenaknya mengaku dapat menerjemahkan suatu dokumen hukum atau dokumen bidang lainnya, misalnya dokumen kedokteran, yang akan digunakan untuk keperluan hukum hanya dengan mengandalkan sumpah atau pernyataan pengesahan tertulis tersebut.

Harus diingat bahwa sumpah atau pernyataan tersebut mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Karena itu, apabila si penerjemah sebenarnya tidak mempunyai kemampuan untuk menerjemahkan dokumen tersebut dengan benar dan akurat namun hanya mengaku-ngaku dapat menerjemahkannya, kemudian menerjemahkan dokumen tersebut dan melampirkan sumpah atau pernyataan tertulisnya, maka penerjemah ini bisa dituntut secara hukum apabila di kemudian hari terbukti terjemahan yang diberikannya mengandung kesalahan fatal dan merugikan klien. Karena itu, sumpah atau pernyataan tertulis tersebut seharusnya menjadi jaminan mutu yang diberikan penerjemah kepada klien.

Begitu pula, seorang penerjemah tersumpah (yang tentu telah lulus ujian kualifikasi penerjemah tersumpah dan diambil sumpahnya oleh gubernur) tidak bisa seenaknya mengaku dapat menerjemahkan suatu dokumen hukum atau dokumen bidang lainnya yang akan digunakan untuk keperluan hukum hanya dengan mengandalkan sertifikat penerjemah tersumpah dan sumpah atau pernyataan tertulis yang dilampirkan pada terjemahannya.

Perlu dicatat bahwa seorang penerjemah tersumpah dinyatakan lulus ujian kualifikasi penerjemah tersumpah berdasarkan dokumen hukum yang diujikan pada saat dia mengikuti ujian tersebut. Belum tentu dokumen hukum lainnya sanggup diterjemahkannya dengan benar dan akurat apabila penerjemah tersumpah ini tidak terus memperluas dan memperdalam pemahaman dan wawasannya mengenai masalah hukum. Karena itu, salah satu kode etik penerjemah mengharuskan penerjemah melakukan kegiatan belajar berkelanjutan sesuai bidang spesialisasinya.

Selanjutnya, klien juga harus menyadari bahwa sebagian dokumen memang mayoritas terdiri dari istilah-istilah hukum. Namun demikian, sebagian dokumen hukum lainnya juga tidak jarang melibatkan istilah-istilah keuangan, kedokteran, teknik elektro, helikopter, dan istilah-istilah teknis non-hukum lainnya. Sebagai ilustrasi, sebuah perjanjian pembelian pesawat tempur Sukhoi antara pemerintah Indonesia dan Rusia tidak hanya melibatkan berbagai istilah hukum tapi juga istilah teknis mesin dan pesawat tempur. Karena itu, seorang penerjemah tersumpah belum tentu sanggup menerjemahkan dokumen perjanjian ini kalau dia tidak mempunyai pengetahuan dan wawasan yang memadai mengenai teknik mesin dan pesawat tempur.

Begitu pula, seorang penerjemah tersumpah belum tentu sanggup menerjemahkan sebuah dokumen kedokteran berupa hasil pemeriksaan radiografi pasien (yang banyak berisi istilah-istilah teknis dan spesifik kedokteran dan juga tulisan tangan dokter yang umumnya sulit dibaca dan dipahami orang awam) yang akan digunakan dalam sidang pengadilan apabila dia tidak mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang memadai mengenai bidang radiografi.

Jadi, sumpah atau pernyataan pengesahan tertulis penerjemah yang dilampirkan pada terjemahan dan dokumen sumber dapat menjadi bukti jaminan mutu terjemahan. Jaminan mutu tertulis ini dapat diberikan oleh penerjemah biasa maupun penerjemah tersumpah. Karena itu, calon klien harus melakukan riset yang memadai untuk mencari dan memastikan penerjemah yang dibutuhkannya untuk menerjemahkan dokumen hukum maupun dokumen bidang lain yang akan digunakan untuk keperluan hukum. Penyaringan awal seperti ini sangat penting dilakukan calon klien demi menjamin mutu terjemahan yang akan digunakannya nanti.

Intinya, yang dibutuhkan calon klien adalah terjemahan tersumpah, bukan penerjemah tersumpah.

Berikut ini contoh sumpah atau pernyataan pengesahan terjemahan:

CERTIFICATION BY TRANSLATOR

I, Hipyan Nopri, certify that I am competent to translate documents written in the English and Indonesian languages, and that the above/attached translation is true and accurate to the best of my ability of the documents attached entitled “HASIL PEMERIKSAAN RADIOGRAFI.”


Date: 16 April 2007

Signed
__________________________
Hipyan Nopri

14 April 2008

Contoh Terjemahan Kedokteran Indonesia-Inggris: Pemeriksaan Radiografi

Indonesian Source Text

Nama: Tn. Ucok Tampan
Umur: 53
No foto: 123
Klinis: Ca lidah, Dependant on ventilator
Tanggal: 30 Agustus 1995
Pemeriksaan: Foto Thorax AP

Yth. Ts. Dr. Buyuang Palala

Foto Thorak AP Supine

Foto thorak tampak goyang dan terpotong karena pasien tidak kooperatif.

Dibandingkan thorak foto tanggal 30 Juli 1995:

Jantung: kesan tidak besar

Aorta elongasio, mediastinum superior sulit dinilai karena terselubung. Trakea relatif di tengah. Terpasang trakeostomi tube dengan ujung setinggi korpus vertebra Th. 4.

Kedua hili suram. Corakan bronkovaskuler paru kasar, masih terlihat perselubungan homogen di paru kanan atas dengan gambaran honeycomb dan kalsifikasi di paru kanan atas.

Terlihat juga fibrosis dan penebalan pleura di apeks kiri serta masih tampak infiltrat di perihiler dan parakardial paru kanan yang bila dibandingkan dengan foto thorak tanggal 30 Juli 1995 stqa.

Tidak tampak nodul/coin lesion di kedua hemithorak. Diafragma baik, sinus kostofrenikus kanan terpotong, sinus kostofrenikus kiri baik, tidak tampak efusi pleura. Tulang dinding dada yang terlihat intak.

KESAN:
Dibandingkan thorak foto tanggal 30 Juli 1995 Cor relatif Stqa.

Masih terlihat infiltrat di paru kanan dan proses lama di kedua paru curiga aspek aktif.
Tidak tampak nodul metastasis di kedua paru.

Terpasang trakeostomi tube setinggi korpus vertebra Th. 4.


BTK & Salam Sejawat

Dr. Upiak Rancak, Sp.Rad.


English Translation

Name: Mr. Ucok Tampan
Age: 53
Radiograph Number: 123
Clinical Diagnosis: Tongue Cancer, Dependant on Ventilator
Date: 30 August 1995
Examination: Anteroposterior Thoracic Radiograph

Dear Fellow Doctor, Dr. Buyuang Palala,

Supine Anteroposterior Thoracic Radiograph

The thoracic radiograph is blurred and cut because the patient was not cooperative.

Compared with the thoracic radiograph taken on 30 July 1995:

Heart: there is no sign of enlargement.

Aorta elongation and mediastinum superior are hard to assess because they are covered.
The trachea is relatively in the middle. A tracheostomy tube is installed and the end extends to vertebral corpus T4.

The two hili are vague. The bronchovascular patterns of lungs are rough, and homogeneous coating is still evident in upper right lung with honeycomb patterns and calcification in upper right lung.

Fibrosis and pleural thickening are also evident in left apex. In addition, the infiltrates, whose conditions are still the same as those of the thoracic radiograph taken on 30 July 1995, are still evident in perihilar and paracardial right lung.

There is no nodal/coin lesion in the two halves of the thorax. The diaphragm is good; the right costophrenic sinus is cut; the left costophrenic sinus is good; there is no pleural effusion. Bones of the thoracic wall appear to be intact.

Findings:
Compared with the thoracic radiograph taken on 30 July 1995, the heart conditions are relatively the same.

The infiltrates are still evident in the right lung, and the long process in both lungs indicates active aspect. There is no metastatic nodule in both lungs.

A tracheostomy tube is installed and extends to vertebral corpus T4.


Many Thanks and Best Regards

Signed

Dr. Upiak Rancak, Sp.Rad.


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara