Google
 

17 October 2008

Prosedur Pendaftaran Ujian Kualifikasi Penerjemah 2008

Bagi rekan-rekan penerjemah pemula maupun penerjemah berpengalaman yang belum memiliki sertifikat penerjemah dan ingin mendapatkan sertifikat, berikut pengumuman penting dari LBI FIB Universitas Indonesia.

PROSEDUR PENDAFTARAN DAN TATA CARA UJIAN KUALIFIKASI PENERJEMAH 2008

A. JENIS UJIAN:
1. UKP Teks Hukum (untuk mendapatkan sertifikat Penerjemah Bersumpah)
2. UKP Teks Umum (untuk mendapatkan sertifikat UI) .

B. PILIHAN BAHASA
Inggris, Arab, Jerman, Cina, Jepang, Perancis, Belanda

C. PELAKSANAAN
Tanggal: 22 November 2008 (Lokasi serta denah akan dikirimkan ke alamat email peserta)
Tempat: Kampus UI Depok
Waktu:
a. Teks Asing – Indonesia: jam 09.00 – 12.00 WIB
b. Teks Indonesia – Asing: jam 13.00 – 16.00 WIB

D. PENDAFTARAN
Tanggal: 13 Oktober – 15 November 2008
Tempat: LBI FIB UI Kampus UI Salemba
Jl. Salemba Raya no. 4 Telp. 021-31930335, 3922436, 3156341

Biaya per bahasa:
a. Pendaftaran: Rp. 150.000,­
b. Ujian: Rp 850.000,- (UKP Teks Hukum)
Rp 350.000,- (UKP Teks Umum)

Syarat-Syarat Pendaftaran:

a. Mengisi formulir pendaftaran, dengan melampirkan:

1. Fotokopi Ijazah Pendidikan Terakhir

2. Daftar Riwayat Hidup

3. Fotokopi KTP/Paspor bagi non WNI

4. Pasfoto :

a. ukuran 4X6 (per-bahasa - 2 buah)

b. ukuran 2X3 (2 lembar)

c. Khusus yang ingin memperoleh SK. Gubernur DKI sebagai penerjemah bersumpah:

- Memiliki KTP Jabotabek (Berkewarganegaraan Indonesia)

- Menulis surat permohonan resmi untuk mengikuti Ujian Kualifikasi Penerjemah 2008, yang ditujukan kepada:

Bapak Gubernur KDKI Jakarta
u.p. Kepala Biro Administrasi Wilayah Provinsi DKI Jakarta Jl. Medan Merdeka Selatan No. 8-9, Blok G Lt. X Jakarta 10110

- Menyertakan Surat Keterangan dari suatu institusi yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah penerjemah di institusi tersebut atau melampirkan contoh hasil terjemahannya.

d. Membayar sesuai dengan tarif yang ditentukan ke:

Rekening Giro BNI 46 a.n LBI FIB UI Norek: 0138.303.894 BNI 46 Cabang UI Depok

e. Menyerahkan slip bukti pembayaran kepada petugas pendaftaran di LBI FIB UI, Jl. Salemba Raya 4, Jakarta 10430.

E. KETENTUAN PADA WAKTU UJIAN

1. Membawa KTP Asli
2. Membawa Kartu Tanda Peserta UKP 2008.
3. Diperbolehkan menggunakan kamus dan catatan nonelektronik
4. Tidak diperkenankan membawa komputer/USB/CD dan barang sejenis..
5. Tidak diperkenankan merokok dalam ruangan ujian.
6. Tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam pada saat ujian.

F. PEMBAHARUAN DALAM UKP 2008 Ujian Kualifikasi Penerjemah 2008 (UKP 2008) mengalami perubahan format dan kriteria penilaian untuk lebih menjamin serta meningkatkan kualitas terjemahan yang dilakukan oleh penerjemah profesional. Berikut adalah beberapa hal yang ditampilkan pada UKP 2008 ini.

a. Sistem Penilaian Baru
1. Untuk UKP Teks Hukum penilaian dilakukan pada dua tataran dengan memberikan poin kesalahan dan poin penghargaan. Kesalahan dibagi dalam dua jenis: kesalahan mayor yang diberi bobot 4 (empat) poin dan kesalahan minor yang diberi bobot 2 (dua) poin. Di tataran kedua ada poin penghargaan yang diberikan bagi peserta yang menunjukkan kualitas penerjemahan yang baik. Jumlah poin kesalahan dikurangi poin penghargaan tidak boleh lebih dari 20 (dua puluh) poin jika ingin mencapai kelulusan.

2. Untuk UKP Teks Umum penilaian dilakukan terhadap dua aspek: administratif dan subtansi. Pada aspek substansi, kesalahan dibagi dalam dua kategori: kesalahan mayor dan kesalahan minor. Kesalahan mayor di tingkat makro diberi bobot 10 poin sementara di tingkat mikro bobot kesalahan adalah 5 dan 3. Kesalahan minor mendapat bobot 2 dan 1. Untuk keterangan lebih lanjut silakan membaca file Penilaian UKP umum yang ada dalam CD ini.

b. Model Soal. Untuk UKP Teks Hukum, setiap peserta diwajibkan mengerjakan semua soal yang ada (berjumlah 2 buah dengan panjang keseluruhan 800-1000 kata). Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peserta hanya diminta untuk mengerjakan bagian yang ditandai saja (dengan cetak miring dan/atau warna merah). Untuk UKP Teks Umum, peserta dapat memilih 1 (satu) dari 3 soal yang ada. (Lihat model soal yang ada dalam CD ini)

c. Ujian dengan Komputer. Ujian dilakukan pada komputer yang disediakan oleh Panitia UKP 2008. Peserta akan diberikan tutorial singkat mengenai penggunaan komputer beberapa saat sebelum ujian dimulai. Jawaban akan disimpan dalam bentuk soft copy. Pada saat penyimpanan di akhir waktu ujian, nomor peserta ujian akan secara otomatis diubah menjadi nomor baru guna memastikan kerahasiaan identitas peserta dan objektifitas penilaian. Kode konversi nomor peserta ke dalam nomor baru hanya diketahui oleh Ketua Tim Pelaksana UKP 2008.

d. Hasil Ujian dan Sertifikat. Hasil ujian akan diumumkan selambat-lambatnya enam bulan sejak tanggal ujian dan akan disampaikan kepada peserta ujian melalui email, atau telepon serta diumumkan melalui situs web LBI FIBUI. Hasil ujian dikelompokkan menjadi “LULUS” atau “TIDAK LULUS”. Peserta UKP Teks Hukum yang dinyatakan lulus akan diberikan sertifikat dan berhak menjadi “Penerjemah Bersumpah”, setelah pengambilan sumpah jabatan di hadapan Gubernur DKI Jakarta, sedangkan mereka yang lulus UKP Teks Umum akan memperoleh sertifikat UI.

G. SYARAT KELULUSAN
1. Untuk UKP Teks Hukum Ujian akan diperiksa oleh dua orang pemeriksa berdasarkan Skala Penilaian yang telah ditetapkan untuk memastikan validitas hasil ujian. Peserta dapat dinyatakan lulus ujian dengan syarat tidak membuat kesalahan lebih dari 20 poin kesalahanfile PEDOMAN PESERTA UKP HUKUM 2008. setelah total poin kesalahan dikurangi dengan total poin penghargaan (bila ada). Apabila terdapat perbedaan yang signifikan dalam jumlah poin kesalahan di antara kedua pemeriksa, jawaban tersebut akan diberikan kepada pemeriksa ketiga..Untuk keterangan lebih lanjut mengenai sistem penilaian silakan membaca

2. Untuk UKP Umum jumlah poin kesalahan juga tidak boleh lebih dari 20 poin.

Teruskan perjuangan

___________________
Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kimia, Pertanian, Peternakan, dll.
Medan, Sumatera Utara

01 October 2008

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H


Minal Aidin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H.

14 August 2008

Kartu Anggota Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI)


Ini kartu anggota HPI saya. Bagi Anda para penerjemah Indonesia yang belum menjadi anggota HPI, jangan ragu-ragu segera daftarkan diri Anda untuk menjadi anggota. Untuk informasi lebih lengkap, segera hubungi:

Himpunan Penerjemah Indonesia

Sekretariat:
Gedung Gajah Unit ABC Lantai 3, Ruang A2
Jalan Dr. Sahardjo No. 111
Jakarta Selatan 12810

Telepon: +6281317677494
Posel: sekretariat@hpi-net.org

12 August 2008

Tarif Jasa Penerjemahan Lokal dan Nasional

Dalam dunia bisnis jasa penerjemahan, masing-masing penerjemah bebas menentukan sendiri tarif yang menurutnya layak dengan mempertimbangkan biaya dalam pengelolaan bisnis jasa penerjemahannya, kebutuhannya, dan tingkat penghasilan yang ingin dicapainya.

Saya sendiri menerapkan tarif jasa penerjemahan yang relatif murah meriah - terjangkau oleh klien dan layak untuk membuat saya sebagai penerjemah purna-waktu (full-time) mampu menafkahi anak dan isteri.

Tarif jasa penerjemahan untuk pengguna jasa penerjemahan lokal dan pengguna jasa penerjemahan nasional yang saya berlakukan sekarang adalah sebagai berikut.

Tarif Nasional
Rp250 per kata teks asal (setara dengan Rp50.000 per halaman standar teks asal)

Tarif Lokal
Rp200 per kata teks asal (setara dengan Rp40.000 per halaman standar teks asal)

Khusus untuk penerjemahan dokumen legal personal seperti transkrip nilai, ijazah, akta kelahiran, akta nikah, surat cerai, STTB, dll:
Rp100.000 per halaman teks asal

Tarif Standar Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI)
Inggris-Indonesia: Rp33,3 per karakter (termasuk spasi dan tanda baca) hasil terjemahan (setara dengan Rp50.000 per halaman standar)
Indonesia-Inggris: Rp50 per karakter (termasuk spasi dan tanda baca) hasil terjemahan (setara dengan 75.000 per halaman standar)

Yang dimaksud dengan tarif penerjemahan nasional adalah tarif jasa penerjemahan yang diberlakukan untuk order penerjemahan dari pengguna jasa penerjemahan baik perorangan ataupun organisasi non-asing yang berada di luar wilayah provinsi Sumatera Barat dan di dalam wialayah negara Republik Indonesia.

Yang dimaksud dengan tarif penerjemahan lokal adalah tarif jasa penerjemahan yang diberlakukan untuk order penerjemahan dari pengguna jasa penerjemahan baik perorangan ataupun organisasi non-asing yang berada di dalam wilayah provinsi Sumatera Barat.

Satu halaman standar = +/-200 kata

04 May 2008

Sample Translation of Financial-Legal Document

English Source Text

TABLE OF CONTENTS

Introduction
Account Services
Authorized Signatures
Facsimile Signatures
Statements
Review of Statements/Reconciliation
Availability of Funds
Set-off and Security Interest
Credit Interest
Overnight Investment of Excess Funds
Debit Interest
Payment Terms/Compensation Methods
Electronic Transfers
Authorization and Security Procedures
Payment Orders
Execution of Payment Orders
Cancellation and Amendment of Payment Orders
Payments in Currency
Cut-Off Times
Advice of Funds Transfers
ACH
Check Services
Check Disbursement Services
Advice of Issuance
Stop Payments
USD Cash Letter
Final Credit Services
Global Check Clearing
USD and Foreign Check Collection
Trade Services
Letters of Credit
Bank to Bank Reimbursements
Documentary Collections
Reimbursement Collections
Other Cash Management Services
Courier Services
Miscellaneous
Assignment of Terms & Conditions
Conflicts/Disputes Involving the Account
Confidentiality
Termination
Applicable Laws
Compliance with Law
Waiver of Jury Trial
Invalidity of Contract Provisions
Indemnification
Liability
Waiver
Legal Process
Correspondent’s Representations, Warranties, and Covenants
Entire Terms & Conditions
Use of Correspondent’s Account
US Legal Holidays

Terjemahan Bahasa Indonesia

DAFTAR ISI

Pendahuluan
Layanan Rekening
Tanda Tangan yang Sah
Tanda Tangan Faksimile
Laporan
Pemeriksaan Laporan/Rekonsiliasi
Ketersediaan Dana
Bunga Potongan dan Jaminan
Bunga Kredit
Investasi Singkat Kelebihan Dana
Bunga Debit
Syarat Pembayaran/Metode Kompensasi
Transfer Elektronik
Prosedur Pengesahan dan Keamanan
Perintah Pembayaran
Pelaksanaan Perintah Pembayaran
Pembatalan dan Perubahan Pembayaran
Pembayaran dalam Mata Uang
Batas Waktu
Pemberitahuan Transfer Dana
LEMBAGA KLIRING OTOMATIS (ACH, Automated Clearing House)
Layanan Cek
Layanan Pembayaran Cek
Pemberitahuan Penerbitan
Penghentian Pembayaran
Surat Kas Dolar Amerika Serikat
Layanan Kredit Definitif
Kliring Cek Global
Penagihan Cek Asing dan Dolar Amerika Serikat
Layanan Perdagangan
Surat Kredit
Pembayaran Kembali Bank ke Bank
Penagihan Dokumenter
Penagihan Pembayaran Kembali
Layanan Pengelolaan Kas Lainnya
Layanan Kurir
Lain-lain
Pengalihan Syarat & Ketentuan
Konflik/Perselisihan yang Melibatkan Rekening
Kerahasiaan
Pengakhiran
Undang-undang yang Berlaku
Kepatuhan terhadap Undang-undang
Pelepasan Hak Peradilan Juri
Tak Berlakunya Ketentuan Kontrak
Pembayaran Ganti Rugi
Kewajiban
Pelepasan Hak
Proses Hukum
Pernyataan, Jaminan, dan Janji Koresponden
Seluruh Syarat & Ketentuan
Penggunaan Rekening Koresponden
Libur Resmi di Amerika Serikat

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis, Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.

23 April 2008

Mengapa Penerbit Buku Cenderung Mematok Tarif Penerjemahan yang Rendah?

Dari pengamatan dan pengalaman saya sebagai penerjemah selama ini, penerbit buku dalam maupun luar negeri cenderung mematok tarif penerjemahan yang rendah.

Alasan klasik yang selalu mereka kemukakan adalah bahwa bila penerjemah dibayar dengan tarif yang layak, penerbit akan kesulitan memasarkan buku terjemahan tersebut karena mereka harus memasang harga yang mahal. Alasan kedua yang juga sering dikemukakan adalah mengingat volume order penerjemahan buku yang biasanya besar (satu buku biasanya terdiri dari ratusan halaman), maka wajar saja bila penerbit meminta diskon yang cukup besar.

Benarkah alasan yang menjadi andalan penerbit untuk menekan penerjemah ini? Apakah alasan ini mempunyai landasan logika ekonomi yang kuat?

Kedua alasan klasik tersebut sama sekali tidak benar dan tidak mempunyai dasar logika yang kuat.

Para penerjemah seharusnya sadar bahwa di dalam industri penerbitan berlaku ekonomi skala (scale economy), yaitu semakin banyak buku yang diterbitkan, semakin tinggi efisiensi produksinya, dan dengan demikian semakin besar keuntungan yang diperoleh penerbit. Keuntungan yang diperoleh ini akan terus meningkat berkali lipat bila buku yang sama diterbitkan kembali berulang kali.

Bila penerjemah menerapkan tarif standarnya untuk penerjemahan sebuah buku, penerbit hanya sekali saja membayar tarif yang "mahal." Dalam satu kali penerbitan dengan jumlah buku tertentu yang telah diperhitungkan berdasarkan biaya produksi dan biaya penerjemahan, penerbit sudah dapat memperoleh keuntungan. Pada penerbitan-penerbitan berikutnya, yang dapat diulang berkali-kali, penerbit tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk biaya penerjemahan karena mereka menerbitkan buku yang sama yang telah diterjemahkan sebelumnya.

Dengan kata lain, penerjemahan hanya diperlukan satu kali saja, dan penerbitan bisa dilakukan berulang kali. Tentu saja, keuntungan yang diperoleh akan meningkat berlipat ganda.

Sekarang mari kita lihat sisi penerjemahnya. Sebagaimana sudah dikatakan di atas, penerjemahan buku hanya diperlukan sekali saja. Karena itu, penerjemah mendapat keuntungan satu kali saja dari satu kali order penerjemahan yang diberikan penerbit tersebut. Tentu saja, penerbit tidak akan meminta penerjemah untuk menerjemahkan kembali buku yang sama.

Selanjutnya, di pihak penerjemah tidak berlaku ekonomi skala. Artinya, volume order penerjemahan yang makin besar tidak membuat seorang penerjemah mengeluarkan biaya yang makin kecil. Semakin besar volume order penerjemahan yang dikerjakannya, semakin lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan terjemahan tersebut; semakin besar tenaga yang diperlukan dalam proses penerjemahan tersebut; semakin banyak riset offline maupun online yang diperlukan selama penerjemahan berlangsung; semakin tinggi tingkat konsentrasi dan ketelitian yang dituntut agar kualitas terjemahan tetap terjamin; semakin besar tanggung jawab penerjemah atas terjemahan yang dihasilkannya; dan semakin besar risiko yang dihadapi penerjemah.

Singkatnya, semakin besar volume order penerjemahan yang diterima penerjemah, semakin besar biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan terjemahan tersebut. Dengan demikian, diskon seharusnya tidak berlaku dalam bisnis jasa penerjemahan karena ekonomi skala tidak berlaku dalam bisnis jasa penerjemahan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan:
1. Penerbit
a. Hanya perlu mengeluarkan satu kali saja biaya penerjemahan buku yang akan diterbitkan. Selanjutnya, penerbit dapat menerbitkan buku yang sama berulang kali. Karena itu, mereka dapat memperoleh keuntungan berlipat ganda.
b. Semakin banyak jumlah buku yang dicetak dalam satu kali penerbitan, semakin tinggi efisiensi produksinya, dan dengan demikian semakin besar keuntungan yang diperoleh.
2. Penerjemah
a. Hanya mendapat satu order penerjemahan saja untuk satu buku yang akan diterbitkan. Penerjemah tidak bisa kembali menerjemahkan buku yang telah diterjemahkannya. Karena itu, penerjemah tidak bisa melipatgandakan keuntungan yang diperolehnya.
b. Semakin besar volume order penerjemahan yang diterima penerjemah, semakin besar biaya yang dikeluarkannya untuk menyelesaikan terjemahan tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa penerjemah sebenarnya bisa menetapkan tarif standarnya untuk order penerjemahan buku yang ditawarkan penerbit. Dengan memberikan bayaran yang layak kepada penerjemah, penerbit tidak akan rugi. Sebaliknya, mereka tetap dapat memperoleh keuntungan berlipat ganda dari satu penerjemahan buku yang kemudian diterbitkan.

Yang terakhir, permintaan diskon dari penerbit untuk order penerjemahan buku jelas tidak dapat diterima karena ekonomi skala tidak berlaku dalam bisnis jasa penerjemahan.

Sehubungan dengan uraian di atas, penerbit jelas mendapatkan keuntungan yang sangat jauh lebih besar dibandingkan dengan penerjemah. Namun demikian, kembali ke judul tulisan ini - mengapa penerbit cenderung mematok tarif penerjemahan buku yang murah?

Mereka mematok tarif penerjemahan yang murah karena mereka menerapkan prinsip ekonomi kapitalis yang sangat tidak adil dan tak berperikemanusiaan - mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya.

Apakah rekan penerjemah masih tetap akan menerima tawaran tarif penerjemahan buku yang murah dari penerbit atau mulai berani bersikap dan mengambil keputusan untuk mengenakan tarif yang layak, itu semua tergantung pada diri masing-masing penerjemah.

Namun demikian, sebagai seorang penerjemah yang telah belasan tahun menekuni bisnis penerjemahan dan sering bertukar pikiran dengan rekan-rekan penerjemah dari seluruh dunia, saya sangat berharap rekan-rekan penerjemah Indonesia mulai menyadari dan terus meningkatkan profesionalisme dan profesionalitas mereka.

Dengan demikian, di masa yang akan datang tidak ada lagi penerjemah yang tanpa disadari atau dengan sengaja banting harga atau sebaliknya menerima tarif order penerjemahan yang tidak layak yang ditawarkan oleh klien.

19 April 2008

Contoh Terjemahan Dokumen Hukum Indonesia-Inggris: Akta Kelahiran

Indonesian Source Text

PENCATATAN SIPIL
(WARGA NEGARA INDONESIA)

KUTIPAN
AKTA KELAHIRAN

Nomor: 2445/D.Ist-98/2003

Dari Daftar Dispensasi Istimewa tentang kelahiran menurut Stbld. 1920-751 jo. 1927-564 di kota Padang ternyata bahwa di Padang pada tanggal dua puluh empat Desember seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan telah lahir seorang anak laki-laki yang diberi nama BUYUANG PALALOK, anak kedua dari suami-isteri: BUYUANG DATUAK NAN KUNIANG dan UPIAK KARIBO.

Berdasarkan Keputusan Wali Kota Padang Nomor: 477.45-291 2003 tanggal 16 Juni 2003.

Kutipan ini sesuai dengan keadaan pada hari ini.

Padang, tanggal enam belas juni dua ribu tiga


Kepala Kantor Catatan Sipil
Kota Padang

Ditandatangani dan distempel

BUYUANG SUTAN PARABO, S.H.,M.Si.
Pembina
NIP 480 066 808

English Translation

CIVIL REGISTRY OFFICE
(INDONESIAN NATIONALITY)

BIRTH CERTIFICATE EXTRACT

Number: 2445/D.Ist-98/2003

Based on the Special Dispensation Birth Register by virtue of State Gazette 1920-751 jo. 1927-564 in Padang Municipality, it was recorded that in Padang on the twenty fourth day of December in the year nineteen ninety eight a male child named BUYUANG PALALOK was born as the second child to the married couple: BUYUANG DATUAK NAN KUNIANG and UPIAK KARIBO.

This certificate is issued in accordance with Decree of the Major of Padang Municipality number 477.45-291 of 2003 dated 16th June 2003.

This extract is in accordance with the current conditions.

Padang, the sixteenth day of June in the year two thousand and three

Head of the Registry Office
Padang Municipality

Signed and sealed


BUYUANG SUTAN PARABO, S.H.,M.Si.
Supervisor
NIP 480 066 808


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Bidang
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

17 April 2008

English to Indonesian Financial Translation - Foreign Investment Notification Form for the Acquisition of Newly Issued Stocks

English Source Text

Foreign Investment Notification Form for the Acquisition of Newly Issued Stocks

Term of Completion: Immediate
Foreign Investor
Name: PT XYZ
Nationality: Indonesia
Address: Address as stated in the SIUP
Domestic Investor
Name:
Foreign Invested Enterprise
Name
Korean:
English:
Capital
Before: 50,000,000 Won
After: 12,000,000 Won
Business Registration Number (Head Office): the NPWP of PT XYZ
Address
Head Office
Factory (or Business Place)
Business of Intent:
Korean Standard Industrial Classification Code Number: (Will be provided by the Delegated Agency)
Present Foreign Investment Amount and Percentage
Acquisition Price: Won (USD ), %
Type of Investment
Creating Corporation (Single, Joint)
Purchase of Newly Issued Stock (Domestic Company, Foreign Invested Company)
Others
Objective of Investment:
Establishment of New Factory
Establishment of Business Place
Merger & Acquisition
Others
Method of Investment:
Cash Amount: 50,000,000 Won (USD )
Intellectual Property Right: Won (USD )
Capital in Kind: Won (USD )
Stock: 12,000,000 Won (USD )
Real Estate: Won (USD )
Content of Stock (Shares to be Acquired)
Type: Obligation
Quantity: 2
Face Value per Stock: 2
Total Amount of Face Value of Stock: US$1,000,000
Acquisition Price per Stock: US$500,000
Total Acquisition Price: US$1,000,000
Foreign Investment Amount and Percentage after Acquisition
Acquisition Price: 12,000,000 Won (US$1,000,000), %

In accordance with Article 5 Paragraph 1 of the Foreign Investment Promotion Act, the above is notified,
Year Month Day

Applicant (or Power of Attorney) (Signature or Seal)
(Telephone Number: )
Delegated Authority
____________________________________________________________________________________

For Applicant
Notification Number:

The above notification is confirmed,
Year Month Day


Delegated Authority:

This notification does not confirm the arrival of investment. When any authorization, permission, or notification is required by another law, the applicant should meet the requirements prescribed in that law.

Terjemahan Bahasa Indonesia

Formulir Pemberitahuan Penanaman Modal Asing untuk Pembelian Saham yang Baru Diterbitkan

Syarat Penyelesaian: Segera
Investor Asing
Nama: PT XYZ
Kewarganegaraan: Indonesia
Alamat: Alamat seperti dinyatakan pada SIUP
Investor Dalam Negeri
Nama:
Perusahaan Penanaman Modal Asing
Nama
Bahasa Korea:
Bahasa Inggris:
Modal
Sebelum: 50.000.000 Won
Sesudah: 12.000.000 Won
Nomor Daftar Perusahaan (Kantor Pusat): nomor NPWP PT XYZ
Alamat:
Kantor Pusat:
Pabrik (atau Lokasi Usaha)
Bidang Usaha:
Nomor Kode Klasifikasi Industri Standar Korea: (Akan diberikan oleh Badan Perwakilan)
Jumlah dan Persentase Penanaman Modal Asing Sekarang
Harga Pembelian: Won (USD ), %
Jenis Penanaman Modal
Mendirikan Perusahaan (Tunggal, Gabungan)
Pembelian Saham yang Baru Diterbitkan (Perusahaan Dalam Negeri, Perusahaan Penanaman Modal Asing)
Lainnya
Tujuan Penanaman Modal:
Pembangunan Pabrik Baru
Pembangunan Lokasi Usaha Baru
Merger & Akuisisi
Lainnya
Metode Penanaman Modal:
Jumlah Tunai: 50.000.000 Won (USD )
Hak Kekayaan Intelektual: Won (USD )
Modal Barang: Won (USD )
Saham: 12.000.000 Won (USD )
Tanah dan Bangunan: Won (USD )
Isi Saham (Saham yang akan Dibeli)
Jenis: Obligasi
Jumlah: 2
Nilai Nominal per Saham: 2
Total Jumlah Nilai Nominal Saham: US$1.000.000
Harga Pembelian per Saham: US$500.000
Total Harga Pembelian: US$1.000.000
Jumlah dan Persentase Investasi Asing setelah Pembelian
Harga Pembelian: 12,000,000 Won (US$1.000.000), %

Informasi di atas diberitahukan sesuai dengan Pasal 5 Ayat 1 Undang-undang Promosi Penanaman Modal Asing.

Tahun Bulan Hari

Pemohon (atau Penerima Kuasa) (Tanda tangan atau stempel)
(Nomor telepon: )
Badan Perwakilan
____________________________________________________________________________________

Untuk Pemohon
Nomor Pemberitahuan:

Pemberitahuan di atas disahkan.

Tahun Bulan Hari


Badan Perwakilan

Pemberitahuan ini tidak mengesahkan kedatangan investasi. Bila suatu pengesahan, izin, atau pemberitahuan diwajibkan oleh undang-undang lain, pemohon harus memenuhi persyaratan yang dinyatakan dalam undang-undang tersebut.

16 April 2008

Mana yang Sebenarnya Dibutuhkan Klien - Penerjemah Tersumpah atau Terjemahan Tersumpah?

Mungkin tidak cuma orang awam, kalangan penerjemah pun belum semuanya mempunyai pemahaman yang menyeluruh mengenai penerjemah tersumpah dan terjemahan tersumpah. Mengingat kedua istilah ini mempunyai kata 'tersumpah,' apakah keduanya sama saja? Tapi kalau dianggap sama, bukankah istilah yang pertama menggunakan kata 'penerjemah,' dan istilah yang kedua menggunakan kata 'terjemahan'?

Sekarang mari kita tambah pertanyaan di atas dengan pertanyaan-pertanyaan lanjutan berikut ini. Bertitik tolak dari semua pertanyaan inilah saya nanti akan membahas judul tulisan ini - mana yang sebenarnya dibutuhkan klien - penerjemah tersumpah atau terjemahan tersumpah?

Calon pengguna jasa penerjemahan mungkin bertanya pada diri mereka sendiri, "Yang saya butuhkan penerjemah tersumpah ataukah terjemahan tersumpah?" Apakah salah satu dari keduanya lebih dibutuhkan? Apakah keduanya dibutuhkan pada waktu yang bersamaan? Untuk penerjemahan dokumen apakah predikat 'tersumpah' tersebut diperlukan? Apakah predikat 'tersumpah' tersebut hanya diperlukan untuk dokumen hukum saja?

Melalui tulisan ini saya ingin memberitahukan dan menegaskan kepada para pengguna jasa penerjemahan maupun rekan penerjemah bahwa sumpah atau pernyataan pengesahan penerjemah tidak hanya diperlukan untuk dokumen hukum tapi juga berbagai dokumen lainnya yang melibatkan urusan hukum seperti laporan keuangan, hasil pemeriksaan kesehatan pasien, dan bahkan surat pribadi, yang akan digunakan dalam sidang pengadilan.

Jadi, sumpah atau pernyataan pengesahan penerjemah diperlukan bukan hanya untuk dokumen hukum seperti akta kelahiran, surat nikah, akta notaris, dan perjanjian, tapi juga segala dokumen - misalnya, dokumen keuangan, kedokteran, pendidikan, dll. - yang nantinya akan digunakan untuk keperluan hukum.

Sumpah atau pernyataan pengesahan penerjemah tersebut biasanya berisikan penegasan si penerjemah bahwa terjemahan yang dihasilkannya adalah terjemahan yang benar dan akurat sesuai dengan kemampuannya atas dokumen asal yang dilampirkan bersama terjemahan dan pernyataan tersebut.

Sumpah atau pernyataan pengesahan penerjemah ini harus dibuat oleh penerjemah tanpa memandang apakah penerjemah tersebut sudah mendapat sertifikat sebagai penerjemah tersumpah atau belum. Jadi, seorang penerjemah biasa, yang mendapat order penerjemahan dokumen hukum atau dokumen bidang lainnya (misalnya, kedokteran) yang akan digunakan untuk urusan hukum, harus membuat sumpah atau pernyataan pengesahan tertulis tersebut.

Begitu pula, seorang penerjemah yang sudah mendapat sertifikat penerjemah tersumpah (yang sering disebut penerjemah tersumpah), yang mendapat order penerjemahan dokumen hukum atau dokumen bidang lainnya yang akan digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan hukum, juga harus membuat sumpah atau pernyataan pengesahan tertulis yang dilampirkan pada terjemahannya.

Di Indonesia, seorang penerjemah akan mendapat sertifikat penerjemah tersumpah apabila yang bersangkutan telah lulus ujian kualifikasi penerjemah tersumpah yang diadakan oleh Pusat Penerjemahan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Dalam ujian kualifikasi penerjemah tersumpah ini, penerjemah harus menerjemahkan suatu dokumen hukum.

Apabila penerjemah ini dinyatakan lulus dalam ujian tersebut, penerjemah tersebut kemudian mengajukan permohonan kepada gubernur di provinsi tempat tinggalnya untuk diambil sumpah dan diberi sertifikat penerjemah tersumpah.

Sekarang kembali ke judul tulisan ini, apa yang sebenarnya dibutuhkan klien - penerjemah tersumpah atau terjemahan tersumpah?

Dari uraian di atas jelas bahwa yang dibutuhkan sebenarnya adalah terjemahan tersumpah, yaitu terjemahan yang disertai lampiran sumpah atau pernyataan pengesahan penerjemah. Namun demikian, ini tidak berarti bahwa penerjemah tersumpah tidak diperlukan. Gagasan dalam tulisan ini hanya ingin menegaskan bahwa pada hakikatnya yang dibutuhkan oleh klien adalah terjemahan tersumpah.

Kesimpulannya, seorang penerjemah biasa dapat menerjemahkan dokumen hukum maupun dokumen bidang lain yang akan digunakan untuk keperluan hukum. Begitu pula, penerjemah tersumpah dapat menerjemahkan dokumen hukum maupun dokumen bidang lainnya yang akan digunakan untuk urusan hukum. Kuncinya adalah sumpah atau pernyataan pengesahan tertulis yang mereka lampirkan pada terjemahan yang dihasilkan.

Tentu saja, seorang penerjemah biasa tidak bisa seenaknya mengaku dapat menerjemahkan suatu dokumen hukum atau dokumen bidang lainnya, misalnya dokumen kedokteran, yang akan digunakan untuk keperluan hukum hanya dengan mengandalkan sumpah atau pernyataan pengesahan tertulis tersebut.

Harus diingat bahwa sumpah atau pernyataan tersebut mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Karena itu, apabila si penerjemah sebenarnya tidak mempunyai kemampuan untuk menerjemahkan dokumen tersebut dengan benar dan akurat namun hanya mengaku-ngaku dapat menerjemahkannya, kemudian menerjemahkan dokumen tersebut dan melampirkan sumpah atau pernyataan tertulisnya, maka penerjemah ini bisa dituntut secara hukum apabila di kemudian hari terbukti terjemahan yang diberikannya mengandung kesalahan fatal dan merugikan klien. Karena itu, sumpah atau pernyataan tertulis tersebut seharusnya menjadi jaminan mutu yang diberikan penerjemah kepada klien.

Begitu pula, seorang penerjemah tersumpah (yang tentu telah lulus ujian kualifikasi penerjemah tersumpah dan diambil sumpahnya oleh gubernur) tidak bisa seenaknya mengaku dapat menerjemahkan suatu dokumen hukum atau dokumen bidang lainnya yang akan digunakan untuk keperluan hukum hanya dengan mengandalkan sertifikat penerjemah tersumpah dan sumpah atau pernyataan tertulis yang dilampirkan pada terjemahannya.

Perlu dicatat bahwa seorang penerjemah tersumpah dinyatakan lulus ujian kualifikasi penerjemah tersumpah berdasarkan dokumen hukum yang diujikan pada saat dia mengikuti ujian tersebut. Belum tentu dokumen hukum lainnya sanggup diterjemahkannya dengan benar dan akurat apabila penerjemah tersumpah ini tidak terus memperluas dan memperdalam pemahaman dan wawasannya mengenai masalah hukum. Karena itu, salah satu kode etik penerjemah mengharuskan penerjemah melakukan kegiatan belajar berkelanjutan sesuai bidang spesialisasinya.

Selanjutnya, klien juga harus menyadari bahwa sebagian dokumen memang mayoritas terdiri dari istilah-istilah hukum. Namun demikian, sebagian dokumen hukum lainnya juga tidak jarang melibatkan istilah-istilah keuangan, kedokteran, teknik elektro, helikopter, dan istilah-istilah teknis non-hukum lainnya. Sebagai ilustrasi, sebuah perjanjian pembelian pesawat tempur Sukhoi antara pemerintah Indonesia dan Rusia tidak hanya melibatkan berbagai istilah hukum tapi juga istilah teknis mesin dan pesawat tempur. Karena itu, seorang penerjemah tersumpah belum tentu sanggup menerjemahkan dokumen perjanjian ini kalau dia tidak mempunyai pengetahuan dan wawasan yang memadai mengenai teknik mesin dan pesawat tempur.

Begitu pula, seorang penerjemah tersumpah belum tentu sanggup menerjemahkan sebuah dokumen kedokteran berupa hasil pemeriksaan radiografi pasien (yang banyak berisi istilah-istilah teknis dan spesifik kedokteran dan juga tulisan tangan dokter yang umumnya sulit dibaca dan dipahami orang awam) yang akan digunakan dalam sidang pengadilan apabila dia tidak mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang memadai mengenai bidang radiografi.

Jadi, sumpah atau pernyataan pengesahan tertulis penerjemah yang dilampirkan pada terjemahan dan dokumen sumber dapat menjadi bukti jaminan mutu terjemahan. Jaminan mutu tertulis ini dapat diberikan oleh penerjemah biasa maupun penerjemah tersumpah. Karena itu, calon klien harus melakukan riset yang memadai untuk mencari dan memastikan penerjemah yang dibutuhkannya untuk menerjemahkan dokumen hukum maupun dokumen bidang lain yang akan digunakan untuk keperluan hukum. Penyaringan awal seperti ini sangat penting dilakukan calon klien demi menjamin mutu terjemahan yang akan digunakannya nanti.

Intinya, yang dibutuhkan calon klien adalah terjemahan tersumpah, bukan penerjemah tersumpah.

Berikut ini contoh sumpah atau pernyataan pengesahan terjemahan:

CERTIFICATION BY TRANSLATOR

I, Hipyan Nopri, certify that I am competent to translate documents written in the English and Indonesian languages, and that the above/attached translation is true and accurate to the best of my ability of the documents attached entitled “HASIL PEMERIKSAAN RADIOGRAFI.”


Date: 16 April 2007

Signed
__________________________
Hipyan Nopri

14 April 2008

Contoh Terjemahan Kedokteran Indonesia-Inggris: Pemeriksaan Radiografi

Indonesian Source Text

Nama: Tn. Ucok Tampan
Umur: 53
No foto: 123
Klinis: Ca lidah, Dependant on ventilator
Tanggal: 30 Agustus 1995
Pemeriksaan: Foto Thorax AP

Yth. Ts. Dr. Buyuang Palala

Foto Thorak AP Supine

Foto thorak tampak goyang dan terpotong karena pasien tidak kooperatif.

Dibandingkan thorak foto tanggal 30 Juli 1995:

Jantung: kesan tidak besar

Aorta elongasio, mediastinum superior sulit dinilai karena terselubung. Trakea relatif di tengah. Terpasang trakeostomi tube dengan ujung setinggi korpus vertebra Th. 4.

Kedua hili suram. Corakan bronkovaskuler paru kasar, masih terlihat perselubungan homogen di paru kanan atas dengan gambaran honeycomb dan kalsifikasi di paru kanan atas.

Terlihat juga fibrosis dan penebalan pleura di apeks kiri serta masih tampak infiltrat di perihiler dan parakardial paru kanan yang bila dibandingkan dengan foto thorak tanggal 30 Juli 1995 stqa.

Tidak tampak nodul/coin lesion di kedua hemithorak. Diafragma baik, sinus kostofrenikus kanan terpotong, sinus kostofrenikus kiri baik, tidak tampak efusi pleura. Tulang dinding dada yang terlihat intak.

KESAN:
Dibandingkan thorak foto tanggal 30 Juli 1995 Cor relatif Stqa.

Masih terlihat infiltrat di paru kanan dan proses lama di kedua paru curiga aspek aktif.
Tidak tampak nodul metastasis di kedua paru.

Terpasang trakeostomi tube setinggi korpus vertebra Th. 4.


BTK & Salam Sejawat

Dr. Upiak Rancak, Sp.Rad.


English Translation

Name: Mr. Ucok Tampan
Age: 53
Radiograph Number: 123
Clinical Diagnosis: Tongue Cancer, Dependant on Ventilator
Date: 30 August 1995
Examination: Anteroposterior Thoracic Radiograph

Dear Fellow Doctor, Dr. Buyuang Palala,

Supine Anteroposterior Thoracic Radiograph

The thoracic radiograph is blurred and cut because the patient was not cooperative.

Compared with the thoracic radiograph taken on 30 July 1995:

Heart: there is no sign of enlargement.

Aorta elongation and mediastinum superior are hard to assess because they are covered.
The trachea is relatively in the middle. A tracheostomy tube is installed and the end extends to vertebral corpus T4.

The two hili are vague. The bronchovascular patterns of lungs are rough, and homogeneous coating is still evident in upper right lung with honeycomb patterns and calcification in upper right lung.

Fibrosis and pleural thickening are also evident in left apex. In addition, the infiltrates, whose conditions are still the same as those of the thoracic radiograph taken on 30 July 1995, are still evident in perihilar and paracardial right lung.

There is no nodal/coin lesion in the two halves of the thorax. The diaphragm is good; the right costophrenic sinus is cut; the left costophrenic sinus is good; there is no pleural effusion. Bones of the thoracic wall appear to be intact.

Findings:
Compared with the thoracic radiograph taken on 30 July 1995, the heart conditions are relatively the same.

The infiltrates are still evident in the right lung, and the long process in both lungs indicates active aspect. There is no metastatic nodule in both lungs.

A tracheostomy tube is installed and extends to vertebral corpus T4.


Many Thanks and Best Regards

Signed

Dr. Upiak Rancak, Sp.Rad.


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

28 March 2008

Contoh Terjemahan Dokumen Hukum Indonesia-Inggris: Akta Cerai

Indonesian Source Text

Lampiran Surat Edaran Mahkamah Agung R.I. Nomor 1 2007

AKTA CERAI
Nomor 05/AC/2007/PA Solok

Panitera Pengadilan Agama Solok menerangkan bahwa pada hari ini Selasa tanggal 3 Juli 2007 M bertepatan dengan tanggal 17 Jumadil Akhir 1428 H, berdasarkan Putusan Pengadilan Agama Solok Nomor 17/Pdt.G/2006/IA tanggal 14 Maret 2007 M yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, telah terjadi perceraian antara UPIAK PAIBO BINTI BUYUANG SUTAN RAJO AMEH, yang lahir tanggal 18 Januari 1968, Agama: Islam, Pekerjaan: pegawai swasta, Alamat: Jl. Tambun Tulang No. 311, Desa Baruah Sawah, Kecamatan Salayo, Kabupaten Solok

dan

BUYUANG SUTAN RAMBANG MATO BIN BUYUANG DATUAK ANGEK GARANG, yang lahir tanggal 29 Desember 1967, Agama: Islam, Pekerjaan: pegawai swasta, Alamat Sebelumnya: Jl. Garudo Tabang No. 212 Padang Timur, Alamat Sekarang: tidak diketahui tempat tinggalnya yang pasti di wilayah Republik Indonesia, Kecamatan: -, Kabupaten: -

dengan cerai gugat dalam perceraian yang pertama.

Penggugat (bekas isteri) dalam keadaan ba'da dukhul. Penggugat (bekas isteri) tidak diketahui apakah dalam keadaan suci/haid/hamil.

Kutipan Akta Nikah dari KUA Kecamatan Salayo, Kabupaten Solok, tanggal 14 Oktober 2002, Nomor 44/03/K/2002.

Demikian dibuat Akta Cerai ini, ditandatangani oleh kami BUYUANG DATUAK RANGKAYO GADANG, S.H., Panitera Pengadilan Agama Solok.

Panitera
ditanda tangani dan distempel

BUYUANG DATUAK RANGKAYO GADANG, S.H.

LEGALISASI
Coret yang tidak perlu

Mengetahui sesuai dengan aslinya
Pengadilan Agama Solok

PANITERA
Ditanda tangani dan distempel

BUYUANG DATUAK RANGKAYO GADANG, S.H.


English Translation

Attachment to Circular of the Supreme Court of the Republic of Indonesia No. 1 2007

DIVORCE CERTIFICATE
Number 05/AC/2007/PA of Solok

Clerk of Solok Religious Court declares that today, Tuesday 3rd July 2007 AD, which is equivalent to 17th Jumadil Akhir 1428 H, based on the Verdict of Solok Religious Court No. 17/Pdt.G/2006/IA dated 14th March 2007, which has permanent legal power, a divorce has occurred between UPIAK PAIBO DAUGHTER OF BUYUANG SUTAN RAJO AMEH, born on 18th January 1968, Religion: Islam, Occupation: private employee, Address: Jl. Tambun Tulang No. 311, Baruah Sawah Village, Salayo Subdistrict, Solok District,

and

BUYUANG SUTAN RAMBANG MATO SON OF BUYUANG DATUAK ANGEK GARANG, born on 29th December 1967, Religion: Islam, Occupation: private employee, Former Address: Jl. Garudo Tabang No. 212 Padang Timur, Current Address: no exact postal address but still in the territory of the Republic of Indonesia, Subdistrict: -, District: -

with divorce petition in her first divorce.

The petitioner (former wife) is in post-intercourse condition. It is not known whether the petitioner is in her menstrual, non-menstrual, or pregnant condition.

Excerpt of Marriage Certificate from the Office of Religious Affairs of Salayo Subdistrict, Solok District, Dated 14th October 2002, No. 44/03/K/2002.

Thus the Divorce Certificate is drawn up and signed by BUYUANG DATUAK RANGKAYO GADANG, Clerk of Solok Religious Court.

Clerk
Signed and sealed

BUYUANG DATUAK RANGKAYO GADANG, S.H.

CERTIFICATION
Cross the inapplicable

This document is the same as the original
Solok Religious Court

CLERK
Signed and sealed

BUYUANG DATUAK RANGKAYO GADANG, S.H.


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Bidang
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

25 March 2008

Contoh Terjemahan Email

English Source Text

From : . . .
Subject: Coal Spec
Date : Tue, 18 Mar 2008
To : . . .

Specifications and conditions below:
Total Moisture as received: 14% reject >17%
Total Moisture dried basis: 7%
Ash dried basis: 8% reject >11%
Volatile Air Dried Basis: 42 approx
Sulfur Air Dried Basis: <2 br="">HGI: 42-50
Size: 0.5mm – 50mm 90%
Gross Calorific Value air dried: 6700 up
Quantity: 8000MT/month
Port: any in Kalimantan
Price: USD/tonne FOB (Barge/Jetty)
Payment: LC/SKBD
Other: Price include SKBD and BL Analysis

Best Regards

XXX


Terjemahan Bahasa Indonesia

Dari: . . .
Hal: Spesifikasi Batu Bara
Tanggal: Selasa, 18 Maret 2008
Kepada :

Spesifikasi dan kondisi seperti di bawah ini :
Total kandungan air saat diterima: 14%, ditolak bila lebih dari 17%
Total kandungan air dalam keadaan kering: 7%
Abu dalam keadaan kering: 8%, ditolak bila lebih dari 11%
Zat yang mudah menguap dalam keadaan kering karena angin: sekitar 42%
Zat belerang dalam keadaan kering karena angin: kurang dari 2%
HGI (Hardgrove Grindability Index, Indeks Ketergerusan Hardgrove): 42-50
Ukuran: 0,5 mm – 50 mm 90%
Nilai kalori kotor dalam keadaan kering karena angin: 6700 atau lebih
Jumlah: 8000 metrik ton per bulan
Pelabuhan: pelabuhan mana saja di Kalimantan
Harga: Dolar Amerika Serikat per ton FOB (Free On Board, pemasok menanggung biaya transportasi hingga ke tempat memuat barang) (Kapal/Dermaga)
Pembayaran: LC (Letter of Credit, Surat Kredit)/SKBDN (Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri)
Lain-lain: Harga sudah termasuk SKBDN dan analisis BL (Bill of Loading, Dokumen Muat Barang)

Salam

XXX
<2 br="">
<2 br="">
<2 br="">Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Bidang
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

24 March 2008

Sample Medical Translation - Effects of G-CSF and GM-CSF on Chemotherapy-Related Mortality and Infection

English Source Text

Effects of G-CSF and GM-CSF on Chemotherapy-Related Mortality and Infection

A meta-analysis revealed that mortality rates were similar with or without CSFs during chemotherapy, although rates of infection and infection-associated morbidity were lower with CSFs.

Cytokine supportive care with the colony-stimulating factors G-CSF (granulocyte colony–stimulating factor) or GM-CSF (granulocyte-macrophage colony–stimulating factor) is used widely for patients who are undergoing chemotherapy or stem-cell transplantation. Shorter duration of neutropenia and lower infection rates have been reported with CSF use, but the effect of CSFs on rates of serious infection and overall mortality has been unclear because of the small size of individual studies.

Researchers evaluated all-cause and infection-related mortality rates in a comprehensive meta-analysis of randomized controlled trials in which G-CSF or GM-CSF was compared with placebo or no CSF treatment in chemotherapy or stem-cell–transplantation patients. Studies were included in the meta-analysis if CSF was given concurrently with or subsequent to chemotherapy but before onset of any neutropenia and if chemotherapy did not differ substantially between the CSF and control arms; 148 studies (16,839 patients or treatment cycles) met inclusion criteria. The primary endpoint was the median short-term (3–6 weeks) all-cause mortality rate; secondary endpoints were infection and febrile neutropenia (FN) incidences.

Median short-term mortality rates were similar for the CSF and control groups, although infection-related deaths were slightly less common with CSF (see Table 1). Duration of FN and time that absolute neutrophil counts remained lower than 500 cells/mm3 were shorter in the CSF group than in the control group by 1 and 4 days, respectively. Interestingly, CSF showed no benefit in patients with high risk for treatment-associated FN; in fact, CSF benefit was greater in patients for whom FN risk was ≤20%.

Source: Journal Watch
http://oncology-hematology.jwatch.org/cgi/content/full/2007/1023/1


Terjemahan Bahasa Indonesia

Pengaruh G-CSF dan GM-CSF terhadap Kematian dan Infeksi yang Terkait-Kemoterapi

Sebuah meta-analisis mengungkapkan bahwa selama kemoterapi dengan atau tanpa CSF tingkat kematian relatif sama walaupun tingkat infeksi dan kesakitan yang berkaitan dengan infeksi lebih rendah pada kemoterapi dengan CSF.

Perawatan pendukung sitokin dengan dengan faktor perangsang-koloni G-CSF (granulocyte colony–stimulating factor, faktor perangsang koloni granulosit) atau GM-CSF (granulocyte-macrophage colony–stimulating factor, faktor perangsang koloni granulosit-makrofag) sering digunakan untuk pasien yang menjalani kemoterapi atau pencangkokan sel-batang. Jangka waktu neutropenia yang lebih singkat dan tingkat infeksi yang lebih rendah telah dilaporkan pada penggunaan CSF, tapi pengaruh CSF terhadap tingkat infeksi berat dan tingkat kematian total masih belum jelas karena skala masing-masing penelitian yang kecil.

Peneliti mengevaluasi tingkat kematian semua-sebab dan tingkat kematian yang terkait infeksi dalam sebuah meta-analisis menyeluruh mengenai percobaan terkontrol acak di mana G-CSF atau GM-CSF dibandingkan dengan plasebo atau perlakuan tanpa CSF pada pasien kemoterapi atau pencangkokan sel-batang. Penelitian dimasukkan dalam meta-analisis bila CSF diberikan bersamaan dengan atau setelah kemoterapi tapi sebelum dimulainya neutropenia dan bila kemoterapi tidak berbeda secara signifikan antara kelompok CSF dan kelompok kontrol; 148 penelitian (16.839 pasien atau siklus perlakuan) memenuhi kriteria partisipasi. Hasil akhir primernya adalah tingkat kematian semua-sebab rata-rata jangka pendek (3–6 minggu); hasil akhir sekundernya adalah tingkat infeksi neutropenia akibat demam (FN).

Tingkat kematian rata-rata jangka panjang relatif sama untuk kelompok CSF dan kelompok kontrol walaupun kematian yang terkait infeksi sedikit lebih jarang terjadi pada kelompok CSF (lihat Tabel 1). Jangka waktu FN dan jangka waktu di mana jumlah mutlak neutrofil tetap kurang dari 500 sel/mm3 lebih singkat pada kelompok CSF dibandingkan dengan pada kelompok kontrol, masing-masing selama 1 dan 4 hari. Yang menarik, CSF tidak memberikan manfaat pada pasien yang berisiko tinggi mengalami FN yang berkaitan dengan perlakuan; kenyataannya, manfaat CSF lebih besar pada pasien yang risiko FN-nya ≤20%.

Sumber: Journal Watch
http://oncology-hematology.jwatch.org/cgi/content/full/2007/1023/1

23 March 2008

Sample Electronic Translation - LG Electronics 50PY3DF Plasma HDTV

English Source Text

LG Electronics 50PY3DF Plasma HDTV

Though not as good a performer as other units in its size category, this TV is well designed and enticingly priced.

LG's 50PY3DF is well-designed and inexpensive. This 50-inch plasma HDTV performed near the average in our tests, earning an overall score of Good.

Color quality on standard- and high-definition scenes was strong, and brightness and contrast results were okay. Skin tones in a George Lopez Show segment and in a talk show seemed fairly realistic, though jurors noticed some pixelation. A standard-definition broadcast of a San Francisco Giants game produced balanced, nicely saturated oranges and greens. The set showed good detail in dark areas of a Lord of the Rings scene.

Among the many connections the LG 50PY3DF offers are three HDMI inputs (some premium sets, such as the Pioneer Kuro PDP-5010FD, have four). A USB port on left side of the 50PY3DF lets you attach a flash-card reader or a thumb drive and display a photo slide show on the TV. The remote allows you to control the slide-show settings and advance the photos manually.

The TV swivels after you loosen a tiny bolt in the back of the TV; the swiveling mechanisms on TVs such as the Samsung FP-T5084 are less awkward to use. Just above the bolt on the LG set is a thick removable plastic half loop to keep cables bundled together. The TV's display settings buttons are invisible until you lightly press a touch-sensitive pad on the lower right-hand side of the TV beneath the bezel--a novel and visually arresting feature.

A fairly well-organized on-screen display menu lets you adjust the TV's many settings, which include individual red, green, and blue controls under the color temperature submenu. Color presets for Dynamic, Standard, and Mild adjust contrast, brightness, and vividness. I found Dynamic to be the most eye-catching setting, but colors were artificially saturated; the other two settings seemed more life-like. Two additional User modes let you program your own custom TV presets. You can access all of these settings through the TV's touch pad or via the remote. The remote control has no backlight, and its buttons--some arranged in a rectangular grid and some in an arc--seem cramped. However, they did aid me in getting around the extensive OSD menu.

The built-in speakers are installed on the sides of the TV, making the panel somewhat wider than on other TVs of the same size. Nonetheless, it may be a good compromise, because the speakers produced rich sounds in scenes from Phantom of the Opera. LG offers a two-year parts and labor warranty, twice as long as that of any other vendor whose set we tested.

The LG 50PY3DF's many strengths and features, including good speakers and a reasonable price, may help it find it a place on the TV stands of some homes despite its middle-of-the-road performance.
Source: PC World
http://www.pcworld.com/article/id,142543-page,1-c,televisions/article.html

Terjemahan Bahasa Indonesia

TV Plasma Definisi Tinggi 50PY3DF LG Electronics

Walaupun kinerjanya tidak sebagus televisi lain yang sekelas dengannya, kelebihan TV ini adalah rancangannya yang menarik dan harganya yang menggoda.

Televisi 50PY3DF LG mempunyai rancangan yang menarik dan tidak mahal. Televisi plasma definisi tinggi 50-inci ini memperlihatkan kinerja yang mendekati kinerja rata-rata dalam pengujian yang kami lakukan, sehingga mendapat nilai total Bagus.

Kualitas warna pada layar definisi standar dan definisi tinggi cukup tinggi, dan kualitas kecerahan dan kontrasnya bagus. Kualitas warna tampilan pada suatu segmen Acara George Lopez dan pada suatu gelar wicara terlihat cukup realistis walaupun tim penguji melihat sedikit pikselasi. Sebuah siaran definisi-standar pertandingan San Francisco Giants menghasilkan kombinasi warna oranye dan hijau dengan saturasi yang indah dan seimbang. Pesawat televisi ini memperlihatkan detail yang bagus pada bagian gelap adegan film Lord of the Rings.

Di antara berbagai sambungan yang disediakan televisi 50PY3DF LG adalah tiga input HDMI (sebagian pesawat televisi premium, seperti Pioneer Kuro PDP-5010FD, tersedia empat sambungan). Sebuah porta USB di sebelah kiri televisi 50PY3DF memungkinkan Anda memasang pembaca kartu-kilas atau penggerak kilas dan menampilkan tampilan salindia foto di TV tersebut. Alat kendali jarak jauhnya memungkinkan Anda mengatur setelan tampilan-salindia dan menggeser foto-foto tersebut secara manual.

Pesawat TV ini dapat berputar setelah Anda mengendurkan sebuah baut kecil di bagian belakang pesawat TV tersebut; alat pemutar pada pesawat TV seperti TV FP-T5084 Samsung lebih mudah digunakan. Tepat di atas baut pada pesawat televisi LG tersebut terdapat klem plastik tebal berbentuk setengah lingkaran yang dapat dibuka untuk menyatukan kabel-kabel. Tombol-tombol setelan tampilan TV tersebut tidak terlihat sampai Anda menekan sebuah bantalan peka-sentuhan di bagian kanan bawah pesawat TV tersebut di bawah bezel -- sebuah fitur baru dan menarik perhatian.

Menu tampilan pada-layar yang tertata cukup baik memungkinkan Anda mengatur berbagai setelan TV tersebut, yang terdiri dari sistem kontrol individual merah, hijau, dan biru di bawah submenu intensitas warna. Setelan warna untuk Dinamis, Standar, dan Sedang mengatur kontras, kecerahan, dan kejelasan. Menurut saya, setelan Dinamis adalah setelan yang paling menarik, tapi warna-warna disaturasi secara artifisial; dua setelan lainnya terlihat lebih seperti-hidup. Dua mode Pengguna tambahan memungkinkan Anda memprogram setelan TV menurut keinginan Anda sendiri. Anda dapat mengakses semua setelan ini melalui bantalan sentuh pesawat TV tersebut atau melalui alat kendali jarak jauh. Alat kendali jarak jauh ini tidak dilengkapi lampu belakang, dan susunan tombol-tombolnya -- yang sebagian disusun dalam pola persegi panjang dan sebagian lagi dalam pola busur -- terlihat sempit. Namun demikian, tombol-tombol ini sangat membantu dalam menelusuri menu TPL (tampilan-pada-layar) yang besar.

Pengeras suara terpadu dipasang di bagian samping pesawat TV, sehingga membuat panel televisi ini agak lebih lebar daripada pesawat TV lain dengan ukuran yang sama. Namun demikian, ini mungkin suatu kompromi yang bagus karena pengeras suara tersebut menghasilkan suara yang hidup dalam adegan-adegan dari Phantom of the Opera. LG memberikan garansi komponen dan perbaikan selama dua tahun, dua kali lebih lama daripada garansi produsen lain yang pesawat televisinya kami uji.

Berbagai kelebihan dan fitur pesawat televisi 50PY3DF LG , termasuk pengeras suara yang bagus dan harga yang wajar, dapat membantu televisi ini menarik minat sebagian pengguna TV walaupun kinerjanya tergolong menengah.
Sumber: PC World
http://www.pcworld.com/article/id,142543-page,1-c,televisions/article.html

22 March 2008

Sample IT Translation - Norton Internet Security 2008

English Source Text

Norton Internet Security 2008

By Neil J. Rubenking

Symantec continues to polish and enhance its flagship Norton Internet Security suite. The 2008 edition adds full-scale password and identity management, and its new BrowserDefender technology offers even stronger defense against Web-based attacks. Borrowing a page from Norton 360 's playbook, NIS 2008 now offers a built-in, multilayered help system. For the multicomputer home, it now includes a network map and optional remote monitoring of other NIS 2008 installations. Antispam and parental controls remain second-class citizens, present only if you install the optional Add-On Pack.

Organizationally, the main screen is little different from that of NIS 2007, though it has traded its cheerful blue background for a tougher-looking patterned black. You still get an overview of all the security modules and a great big icon that reflects overall status. If it's anything but the green check mark that means fully protected, just click Fix Now to set everything right.

Fabulous Firewall
The suite's firewall puts all ports in stealth mode, making them invisible to hackers—that almost goes without saying with modern firewalls. The NIS 2008 firewall blocked all my Web-based tests; in several cases it reported a port-scan attack and blocked the "attacker" for half an hour. As in previous versions of NIS, the latest firewall is armor-plated against attack by malware. I couldn't find any way to disable it programmatically (and believe me, I tried). Panda's firewall was also pretty tough, but it gave way to my last-resort attack using fake mouse clicks—NIS resisted even that attack. And BitDefender Total Security 2008? Well, I showed that a malicious program could turn off that suite's protection by disabling essential services—it needs to get tough, like the other two!

Symantec was an early proponent of the rising trend to put responsibility for security decisions where it belongs—with the security software. Like Panda's firewall, NIS 2008's never asks you whether this or that program should be allowed access to the Internet. If the firewall recognizes known bad programs, it just removes or disables the threats; there's no question of allowing them Internet access. The firewall graciously allows known good programs to connect at will. Using its SONAR (Symantec Online Network for Advanced Response) technology, NIS 2008 watches unknown programs for signs of malicious behavior, and as long as they play nice it lets them access the Net.

I usually run a set of "leak test" utilities to check whether the firewall can handle malware that tries to evade normal program control. In the past, NIS hasn't detected these because they have no malicious payload—which is completely reasonable. This version, however, did block all but two of a dozen samples, identifying them with generic names such as "Trojan Horse," "Hack Tool," and "Downloader." This probably doesn't make users any more secure, but it gives us security testers a warm, fuzzy feeling.

For this review I added a new tool to my testing arsenal: Core Impact. Among many other features, this penetration tool automatically generates exploits to probe a system's defenses. Working across the virtual network I unleashed over a dozen client-side exploits on the NIS-protected system. This type of exploit gets into your system when you click a link in an e-mail message or visit a hacked (or deliberately malicious) Web site. In addition to a number of Internet Explorer exploits, I managed to unleash one aimed at Firefox and some that go straight for Windows itself through various vulnerabilities. A few failed simply because the test system's browser and operating system were fully updated. NIS's Intrusion Prevention System recognized and blocked all but one of those that got past that initial hurdle. The one that wasn't recognized still couldn't actually do anything harmful because it was stopped by Norton's suite. Going forward, I'll be challenging other security suites and firewalls in the same way.
Source: PC Magazine
http://www.pcmag.com/article2/0,2817,2180643,00.asp

Terjemahan Bahasa Indonesia

Norton Internet Security 2008

Oleh Neil J. Rubenking

Symantec terus memperbaiki dan meningkatkan produk andalannya, koleksi program (suite) Norton Internet Security. Edisi 2008 dilengkapi dengan pengelolaan kata kunci dan identitas skala penuh, dan teknologi barunya BrowserDefender bahkan memberikan pertahanan yang lebih kuat terhadap serangan berbasis Internet. Dengan meniru strategi bisnis Norton 360, NIS 2008 sekarang menawarkan sistem layanan bantuan terpadu bertingkat. Untuk pelanggan yang mempunyai beberapa komputer, NIS 2008 sekarang dilengkapi peta jaringan dan pemantauan alternatif jarak jauh terhadap instalasi NIS 2008 lainnya. Sistem kontrol antispam dan pengawasan orang tua masih menjadi fitur sekunder, yang tersedia hanya bila Anda memasang Paket alternatif Program-tambahan.

Dari segi tata letaknya, layar utama sedikit berbeda dengan layar utama NIS 2007, walaupun latar belakang birunya yang cerah digantikan dengan latar belakang hitam berpola yang terlihat lebih kuat. Anda masih mendapatkan gambaran semua modul keamanan dan ikon besar menarik yang menggambarkan status secara keseluruhan. Bila jelas tidak terlihat tanda periksa hijau yang berarti sistem komputer terlindung sepenuhnya, klik tombol Fix Now (Perbaiki Sekarang) untuk mengatasi segala gangguan.

Sistem Dinding Pembatas (Firewall) yang Hebat
Sistem dinding pembatas (firewall) koleksi program ini menempatkan semua porta dalam mode siluman, yang membuat semua porta tersebut tidak terlihat oleh para peretas (hacker) — yang sudah hampir lumrah pada sistem dinding pembatas modern. Sistem dinding pembatas NIS 2008 berhasil memblokir semua serangan uji berbasis Internet saya; dalam beberapa kasus koleksi program ini melaporkan serangan pelacakan-porta dan memblokir "penyerang" tersebut selama setengah jam. Sebagaimana pada versi NIS sebelumnya, sistem dinding pembatas terbaru ini dirancang mampu memblokir serangan program jahat (malware). Saya tidak berhasil mencari cara untuk menonaktifkannya melalui program (dan percayalah, saya sudah berusaha). Sistem dinding pembatas Panda juga sangat kuat, tapi sistem ini berhasil dijebol oleh serangan terakhir saya yang menggunakan klik tetikus palsu — NIS berhasil memblokir serangan ini. Dan bagaimana dengan BitDefender Total Security 2008? Nah, saya membuktikan bahwa suatu program jahat dapat melumpuhkan perlindungan koleksi program ini dengan menonaktifkan layanan-layanan pentingnya — koleksi program ini harus diperkuat, seperti dua koleksi program lainnya!

Symantec adalah pendukung awal kecenderungan yang makin meningkat untuk menempatkan tanggung jawab atas keputusan keamanan — dengan perangkat lunak keamanan. Sebagaimana sistem dinding pembatas Panda, sistem dinding pembatas NIS 2008 tidak pernah bertanya kepada Anda apakah program ini atau itu harus diberi akses ke Internet. Bila sistem dinding pembatas tersebut mengidentifikasi program jahat yang sudah dikenal, sistem tersebut langsung membuang atau melumpuhkan ancaman tersebut; tidak ada pertanyaan mengenai pemberian akses Internet. Sistem dinding pembatas ini segera mengizinkan program baik yang sudah dikenal untuk terhubung dengan bebas. Dengan menggunakan teknologi SONAR (Symantec Online Network for Advanced Response, Jaringan Internet Symantec untuk Tanggapan Segera)-nya, NIS 2008 mengawasi program tak dikenal untuk mengidentifikasi tanda-tanda tingkah laku jahat, dan selama program tersebut terlihat baik, NIS 2008 membiarkannya mengakses Internet.

Saya biasanya menjalankan beberapa program "uji kebocoran" untuk menguji apakah sistem dinding pembatas tersebut dapat mengatasi program jahat yang berusaha mengelakkan pengawasan program normal. Dulu NIS tidak dapat mendeteksi program ini karena program ini tidak mempunyai tujuan utama (payload) yang jahat — yang sangat masuk akal. Namun demikian, versi ini berhasil memblokir semua kecuali dua dari selusin sampel, dengan mengidentifikasi program tersebut dengan nama-nama umum seperti "Trojan Horse," "Hack Tool," dan "Downloader." Ini mungkin tidak membuat pengguna jadi lebih aman, tapi ini memberikan rasa gembira dan lega kepada kita para penguji keamanan.

Untuk ulasan ini saya menambahkan program baru pada perlengkapan uji saya: Core Impact. Di antara berbagai fitur lainnya, program penyusup ini secara otomatis menghasilkan eksploit untuk menyelidiki pertahanan suatu sistem. Dengan bekerja di jaringan maya saya melepaskan lebih selusin eksploit sisi-klien pada sistem yang terlindung NIS. Eksploit jenis ini masuk sistem Anda saat Anda mengklik suatu tautan pada pesan email atau mengunjungi situs Internet yang diretas (atau jahat). Selain beberapa eksploit Internet Explorer, saya juga melepaskan satu eksploit yang ditujukan untuk Firefox dan beberapa eksploit yang ditujukan untuk Windows itu sendiri melalui berbagai kelemahannya. Beberapa eksploit gagal karena peramban sistem dan sistem operasi yang diuji sudah diperbarui. Sistem Pencegah Penyusupan NIS mengenali dan memblokir semua kecuali satu dari eksploit yang lolos rintangan awal. Eksploit yang tidak dikenali tetap tidak dapat melakukan apa pun yang membahayakan karena eksploit ini dilumpuhkan oleh koleksi program Norton. Untuk selanjutnya, saya akan menguji koleksi program keamanan dan sistem dinding pembatas lainnya dengan cara yang sama.
Sumber: PC Magazine
http://www.pcmag.com/article2/0,2817,2180643,00.asp

11 March 2008

Xenoglosofilia di Indonesia - Suatu Kelainan Psikolinguistik?

Anda mungkin heran dengan istilah yang saya gunakan dalam tulisan ini - xenoglosofilia. Tidak apa-apa, mungkin ini istilah yang baru kali ini atau jarang sekali kita dengar. Karena itu, wajar saja kalau pembaca umumnya belum tahu apa pengertian dari istilah yang terdengar sangat asing ini.

Mungkin memang begitulah kenyataannya - istilah ini sangat jarang kita dengar. Namun demikian, gejala xenoglosofilia sebenarnya sudah sangat tidak asing bagi kita semua.
Berikut beberapa contoh dari fenomena xenoglosofilia:
Suara kamu sangat powerful.
Itu menurut aku personally.
Kampanye ini dimaksudkan untuk meningkatkan awareness masyarakat mengenai penyakit AIDS. (Istilah yang digunakan Dian Sastro pada sebuah iklan sosial televisi)
Save our nation (Salah satu judul acara di Metro TV, sebuah stasiun televisi nasional yang cenderung menggunakan istilah berbahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia)
Waktu itu saya kurang prepared menghadapi para peserta lain.
Kalau ada informasi lowongan kerja, tolong dishare ya.
busway, waterway, dan monorail (istilah yang digunakan Pemda DKI)
quick count, electoral threshold (istilah yang digunakan KPU dan DPR)
fit and proper test (istilah yang digunakan DPR)

Ini hanya sebagian kecil contoh kesalahkaprahan berbahasa. Dalam kehidupan sehari-hari, fenomena ini terlihat sangat jelas di kalangan stasiun televisi, artis, pejabat swasta maupun pemerintah, karyawan swasta maupun pemerintah, dan mahasiswa.

Stasiun televisi Indonesia sering sekali menggunakan bahasa Inggris untuk acara-acara yang justru berbahasa Indonesia. Di antara sekian banyak stasiun televisi tersebut, Metro TV dapat dikatakan sebagai jawaranya. Silakan Anda lihat berapa banyak nama acara yang berbahasa Inggris dan berapa banyak yang berbahasa Indonesia.

Kalangan artis, pejabat, karyawan, dan mahasiswa nampaknya kurang nyaman dalam berbicara kalau tidak menyelipkan satu-dua kata bahasa Inggris. Yang lebih mengherankan, siswa SMP (dalam acara Padamu Negeri di Metro TV) pun sudah mulai ketularan kelainan psikolinguistik ini. Salah seorang siswa SMP tersebut mengatakan, "Kita tidak boleh menjudge . . .."

Apakah fenmonena ini memenuhi kriteria untuk dikategorikan sebagai suatu kelainan psikolinguistik? Secara pribadi, saya berpendapat ini tergolong kelainan psikolinguistik. Mengapa dikatakan demikian?

Mari kita renungkan dan pikirkan sejenak butir-butir pemikiran berikut:
1. Istilah-istilah asing tersebut biasanya digunakan dalam konteks komunikasi berbahasa Indonesia, bukan dalam komunikasi berbahasa Inggris.
2. Istilah-istilah tersebut biasanya tidak perlu digunakan karena padanan bahasa Indonesianya sudah ada.
3. Orang-orang yang menggunakan istilah asing tersebut adalah warga negara Indonesia yang sebenarnya mampu berbahasa Indonesia dengan baik.
4. Istilah-istilah asing tersebut tidak semakin memperjelas makna yang dimaksud dan juga tidak semakin memperlancar komunikasi.

Jadi, jelas ini merupakan suatu kebiasaan dan kecenderungan psikologis dan linguistik yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi.

Sekarang kita lihat pengertian xenoglosofilia dari beberapa sumber berikut:

Xenoglossophilia:
1. Abnormal affection towards foreign languages (Kesukaan tak normal terhadap bahasa asing)
http://archive.facepunchstudios.com/showthread/?pid=4397614#post4397614

2. A tendency to use a strange or foreign words particularly in a pretentious manner (Suatu kecenderungan menggunakan kata-kata yang aneh atau asing terutama dengan cara yang tidak wajar)
Basavanna, M. 2000. Dictionary of Psychology. New Delhi: Allied Publishers Ltd.

3. An attraction to or inclination to pretentious use of foreign or strange language (Suatu ketertarikan atau kecenderungan menggunakan bahasa yang asing atau aneh secara tidak wajar)
http://www.panikon.com/phurba/alteng/x.html

Dari semua uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa gejala kesalahkaprahan berbahasa yang belakangan ini semakin banyak diperlihatkan oleh stasiun televisi, artis, pejabat, karyawan, dan mahasiswa, dapat dikategorikan sebagai suatu kelainan psikolinguistik yang disebut xenoglosofilia.

Bagaimana cara menyembuhkan kelainan ini? Mari kita mulai dari diri kita masing-masing - gunakanlah bahasa Indonesia yang baik, benar, dan wajar baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulis. Selanjutnya, kita ajak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Akhirnya, melalui berbagai cara dan media, mari kita desak Pusat Bahasa dan Depdiknas untuk lebih memainkan peran proaktif mereka untuk memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia di semua kalangan.

Menurut saya, agar kampanye ini berhasil dengan efektif, sasaran utama kampanye tersebut diarahkan pada media massa elektronik (televisi, radio, dan Internet) dan media cetak (koran, majalah, dan tabloid). Sasaran berikutnya adalah lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta seperti instansi pemerintah, sekolah dasar sampai perguruan tinggi, perusahaan, dan organisasi sosial-politik.

Saya yakin, dengan tekad kuat dan usaha berkelanjutan, tujuan mulia ini dapat tercapai. Amin

03 March 2008

Sample Medical Translation - Indonesian to English

Indonesian Source Text

LIMBAH LAYANAN KESEHATAN
Semua hasil buangan yg berasal dari:
- instalasi kesehatan
- fasilitas penelitian
- laboratorium
- perawatan keseahatan di rumah (dialisis, penyuntikan di rumah, dll)
75-90% limbah umum, 10-25% limbah medis
Volume limbah tergantung pada jenis layanan kesehatan dan tingkat pengelolaannya
Tidak adanya pemilahan menyebabkan semua limbah menjadi limbah medis

Limbah infeksius/sangat infeksius
Limbah yg diduga mengandung mikroorganisme/ patogen (bakteri, virus, parasit dan jamur):
- kultur dan stok agen infeksius di laboratorium
- limbah hasil operasi dan otopsi pasien penyakit menular
- limbah pasien dari bangsal isolasi
- limbah pasien haemodialisis
- hewan terinfeksi di laboratorium
- alat/bahan yg terkontaminasi orang/hewan sakit

Limbah genotoksik
Bersifat mutagenik, teratogenik atau karsinogenik
Meliputi obat-obatan sitostatik: azatioprin, klorambusil, siklosporin, siklofosfamid, melfalan, semustin, tamoksifen dll
Muntahan, urin atau tinja pasien yg diobati dengan genotoksik

Bahaya akibat limbah genotoksik
Agen pengalkilasi: bersifat vesicant dan iritant
Agen penginterkalasi: bersifat vesicant dan iritant
Agen alkaloida: bersifat vesicant
Epipodofilotoksin: bersifat iritant
Pajanan melalui kontak langsung dengan mata dan kulit, maupun melalui pernafasan

English Translation

HEALTH CARE WASTE
All waste products that come from:
- health installations
- research facilities
- laboratories
- medical treatment at home (dialysis, injection at home, etc.)
75-90% is general waste, 10-25% is medical waste
Waste volume depends on type of health care and its management level
Lack of sorting makes all types of waste be considered as medical waste

Infectious/Highly Infectious Waste
Waste that is suspected of containing pathogenic microorganisms (bacteria, viruses, parasites, and fungi):
- culture and preparation of infectious laboratory agents
- surgery and autopsy waste of patients with contagious disease
- waste of patients in isolation wards
- waste of haemodialytic patients
- infected laboratory animals
- equipment/materials contaminated by sick people/animals

Genotoxic waste
Mutagenic, teratogenic, or carcinogenic
Includes cytostatic drugs: azathioprine, chlorambucil, cyclosporine, cyclophosphamide, melphalan, semustine, tamoxifen, etc.
Vomit, urine, or faeces of patients taking genotoxic drugs

Hazards of genotoxic waste
Alkylating agents: vesicant and irritant
Intercalating agents: vesicant and irritant
Alkaloidal agents: vesicant
Epipodophyllotoxin: irritant
Exposure is either through direct contact with eye and skin or respiration

22 February 2008

Kasus Tuduhan Salah-Terjemah Buku Menkes vs Undang-undang Penerjemahan

Rekan penerjemah,

Kasus terbaru mengenai penarikan buku tulisan Menkes Siti Fadilah Supari versi bahasa Inggris dengan dalih kesalahan penerjemahan jelas sekali membuktikan bahwa penerjemahan tidak hanya bisa menimbulkan konsekuensi akadmis tapi juga finansial dan politis.

Dalam sebuah wawancara mengenai penarikan buku tsb, si Menteri dengan tegas menuduh bahwa penerjemah telah melakukan kesalahan besar, dan karena itulah bukunya ditarik dari peredaran.

Dari pernyataan ini timbul pertanyaan,
1. Apakah memang benar terdapat kesalahan penerjemahan?
2. Sejauh mana kadar kesalahan penerjemahan tersebut?
3. Apakah klien (Menkes & stafnya) sudah memeriksa buku terjemahan tsb sebelum diterbitkan?
4. Apakah klien sudah menggunakan jasa penyunting (editor) untuk memeriksa hasil kerja penerjemah sebelum memutuskan versi akhir terjemahan tsb sebelum diterbitkan?
5. Apa konsekuensi dari tuduhan kesalahan penerjemahan tsb bagi penerjemah bersangkutan?
6. Apa konsekuensi dari tuduhan kesalahan penerjemahan tsb bagi profesi penerjemahan secara keseluruhan?

Pertanyaan 1 dan 2 belum bisa dijawab karena kita belum mendapatkan buku versi bahasa Indonesia dan Inggrisnya. Karena itu, belum bisa disimpulkan apakah penerjemah ataukah Menkes yg salah.

Pertanyaan 3 dan 4 sudah terjawab dari wawancara wartawan Detik dg Menkes. Di sana dikatakan bahwa Menkes tidak pernah membaca terjemahan tsb.

Pertanyaan 5 belum bisa dijawab karena belum jelas apakah akan ada langkah lebih lanjut yg bakal dilakukan pihak Menkes terhadap si penerjemah, kalau memang benar si penerjemah salah.

Namun demikian, seandainya penerjemah buku tsb melakukan penerjemahan dg baik dan benar, dia mungkin akan melakukan gugatan hukum terhadap Menkes karena telah melakukan pencemaran nama baik. Kalau ini berhasil, namanya akan langsung terkenal, dan dia juga mungkin bakal kebanjiran order. :)

Pertanyaan 6 berkaitan dengan citra profesi penerjemahan secara umum di mata masyarakat pengguna dan calon pengguna jasa penerjemahan. Konsekuensi positifnya, profesi penerjemahan akan semakin dikenal masyarakat sehubungan dengan fakta bahwa kasus ini cukup menghebohkan karena melibatkan orang penting dan berpengaruh di
Indonesia (Menkes dan Presiden) serta tanggapan ramai dari luar negeri.

Konsekuensi negatifnya, kasus ini akan menimbulkan citra negatif profesi penerjemahan di mata masyarakat. Masyarakat bisa beranggapan bahwa: 1) penerjemah melakukan penerjemahan asal-asalan; 2) setiap orang bisa dengan mudah menjadi penerjemah; 3) tidak ada tanggung jawab dan profesionalisme dalam profesi penerjemahan; 4) penerjemah tidak layak dibayar dengan tarif yang memadai; 5) profesi penerjemah
adalah profesi murahan; 6) tidak ada usaha pelatihan, pengembangan, dan pemantauan oleh himpunan penerjemah Indonesia; dan 7) tidak ada himpunan penerjemah di Indonesia. :'-(

Bagaimana mencegah dan menghilangkan kemungkinan persepsi negatif ini?

Bertolak dari kasus ini, sekarang sudah saatnya kita baik yang sudah bergabung dalam Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) maupun belum untuk segera mencurahkan pikiran dan tenaga kita dalam membuat Rancangan Undang-undang Penerjemahan demi: 1) menjamin kebenaran informasi dan kelancaran komunikasi antara penulis teks sumber dan pembaca teks hasil terjemahan; 2)menjamin mutu hasil kerja para penerjemah; 3) melindungi para penerjemah dari berbagai konsekunesi negatif yg mungkin dihadapi; 4) menjaga dan meningkatkan citra positif dan profesionalisme dalam profesi penerjemahan; dan 5) memperkuat posisi tawar penerjemah dalam menghadapi klien.

Untuk menyusun RUUP ini para anggota Himpunan Penerjemah Indonesia, Bahtera, dan ProZ.com bisa bekerja sama mengumpulkan berbagai gagasan yang mungkin perlu dimasukkan dalam RUUP tsb. Sebagai lembaga resmi, HPI sebaiknya memainkan peran utama dalam usaha ini.

Setelah terkumpul berbagai gagasan baik dari para penerjemah, biro penerjemah, pakar hukum, lembaga swasta/pemerintah pengguna jasa penerjemahan, dan himpunan penerjemah luar negeri, Himpunan Penerjemah Indonesia dapat meminta bantuan pakar hukum untuk menyusun gagasan-gagasan tsb ke dalam sebuah RUUP.

Pada bagian pembukaan RUUP itu nanti diuraikan latar belakang yg lengkap, terperinci, dan meyakinkan mengenai perlunya pengesahan RUUP tsb ditinjau dari aspek akademis, ekonomis, politis, sosial, dan budaya.

Setelah itu, RUUP ini dibahas dulu di kalangan penerjemah dengan melibatkan para praktisi hukum dan pakar hukum. Kalau semuanya dirasa sudah memadai, RUUP tsb diajukan ke Depdiknas dan kemudian ke DPR untuk pengundangannya. Jadi, dalam hal ini kita sebagai bagian dari masyarakat melakukan langkah proaktif dalam pembuatan undang-undang.

Seandainya RUUP ini bisa diwujudkan dan kemudian disahkan menjadi UUP, kita para penerjemah tidak akan ragu lagi dalam menjalankan profesi penerjemahan.

Bagaimana rekan penerjemah? Apakah Anda punya ide yang dapat disumbangkan? Saya sendiri sudah punya beberapa ide yg mungkin bermanfaat bagi kita semua.

Mari kita berlomba menyumbang pikiran kita demi terwujudnya UUP.

12 February 2008

10 Panduan dalam Mencari Penerjemah

Bagi orang yang kurang mengerti seluk-beluk kebahasaan, mencari penerjemah mungkin cukup merepotkan. Anda mungkin belum atau kurang mengenal profesi penerjemah karena di sekitar Anda jarang terdengar keberadaan seorang penerjemah, atau Anda jarang mendengar, melihat, atau membaca berita mengenai penerjemah. 

Karena itu, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam mencari seorang penerjemah. Anda mungkin juga kesulitan untuk menentukan mana penerjemah yang benar-benar berkualitas, profesional, dan dapat dipercaya.

Untuk membantu Anda mengurangi atau bahkan menghilangkan kerepotan tersebut, berikut ini saya sajikan beberapa panduan yang perlu Anda pertimbangkan dalam mencari penerjemah yang andal dan dapat membantu Anda mendapatkan terjemahan yang akurat, menyeluruh, dan dapat dipahami.

Yang pertama perlu Anda ketahui adalah definisi penerjemah. Penerjemah (translator) berbeda dengan juru bahasa (interpreter). Penerjemah menerjemahkan tulisan, sedangkan juru bahasa menerjemahkan lisan (ucapan).

Yang kedua, penerjemah dan juru bahasa dapat dicari di Internet, Buku Petunjuk Telepon Halaman Kuning, iklan koran dan majalah, atau brosur jasa penerjemahan. Dengan menggunakan mesin pencari Google atau Yahoo, Anda tinggal mengetikkan kata kunci penerjemah onlen inggris-indonesia atau penerjemah/penterjemah onlen, untuk mendapatkan penerjemah yang Anda cari. Agar pencarian Anda memberikan hasil yang lebih relevan, ketikkan kata kunci tersebut di dalam tanda kutip (misalnya, "penerjemah onlen inggris-indonesia"). 

Selain menggunakan mesin pencari Google dan Yahoo, Anda juga bisa mencari penerjemah di koran dan majalah, Anda dapat mencari iklan baris atau iklan kolom yang menampilkan jasa penerjemahan. Begitu pula, Anda juga bisa mencari penerjemah melalui brosur jasa penerjemahan yang sering dipasang di tempat-tempat foto kopi dan papan pengumuman kampus. Namun demikian, dari semua media tersebut, media pencarian yang paling efektif dan efisien adalah media onlen (Internet).

Yang ketiga, untuk menghemat biaya, tentukan bagian dari dokumen yang memang perlu diterjemahkan. Pastikan apakah Anda perlu menerjemahkan seluruhnya atau sebagian tertentu saja.

Yang keempat, tarif jasa penerjemahan sangat bervariasi antar penerjemah. Ini sangat berbeda dengan tarif berbagai kebutuhan pokok masyarakat, yang relatif sama dan dapat dikendalikan oleh pemerintah. Setiap penerjemah bebas menentukan sendiri tarif jasa penerjemahan yang dianggapnya layak. Walaupun tarif yang tinggi belum tentu menjamin kualitas yang tinggi, namun perlu diingat bahwa di bawah tarif tertentu Anda tidak mungkin mendapatkan terjemahan yang bermutu. 

Harus diingat bahwa penerjemah profesional menginvestasikan pikiran, dana, waktu, dan tenaga yang tidak sedikit untuk melakukan riset onlen maupun oflen, membeli Kamus Besar Bahasa Indonesia, kamus khusus berbagai bidang, membeli dan mempelajari buku referensi khusus berbagai bidang, membeli perangkat keras dan perangkat lunak komputer untuk mendukung pekerjaannya, dan berlangganan Internet agar dapat memasarkan jasa penerjemahannya secara onlen kepada calon klien di seluruh Indonesia dan bahkan di seluruh dunia. 

Sebagai perbandingan, harga berbagai produk elektronik bajakan memang jauh lebih murah daripada produk elektronik asli. Namun demikian, harus diingat bahwa kualitas produk yang murah tsb sangat jauh lebih rendah daripada produk elektronik asli. Karena itu, untuk membantu Anda mendapatkan gambaran umum mengenai tarif jasa penerjemahan nasional, silakan lihat tarif acuan jasa penerjemahan yang dikeluarkan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI).

Yang kelima, jelaskan kepada penerjemah siapa orang yang akan membaca terjemahan tersebut - diri Anda sendiri, masyarakat umum, kalangan intelektual, relasi bisnis, penegak hukum, dll. Penerjemah akan menyesuaikan pilihan kata yang digunakannya agar dapat dipahami oleh pembaca sasaran. Misalnya, istilah teknis kedokteran cocok digunakan bila pembaca sasaran adalah para mahasiswa dan profesional kedokteran. Sebaliknya, bila pembaca sasarannya orang awam, maka penerjemah akan memilih istilah yang seumum mungkin.

Yang keenam, berbicara tidak sama dengan menerjemah. Kelancaran berbicara tidak menjamin kelancaran menerjemah. Karena itu, jangan tergoda untuk menerjemahkan sendiri teks Anda. Meskipun Anda lancar berbicara dalam bahasa Inggris, belum tentu Anda mampu menerjemahkan dokumen berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia dengan baik.

Yang ketujuh, sedapat mungkin, jangan pernah menggunakan perangkat lunak (software) penerjemahan. Terjemahan yang dihasilkan program komputer sangat tidak akurat dan karena itu memerlukan penyuntingan (editing) penerjemah manusia (human translator). Namun demikian, penerjemah umumnya tidak mau menyunting terjemahan hasil kerja program komputer karena lebih cepat menerjemah dari nol daripada menyunting terjemahan program komputer yang penuh dengan kesalahan pilihan kata dan tata bahasa.

Yang kedelapan, mintalah bantuan penerjemah yang andal, profesional, dan berpengalaman. Jangan pernah meminta bantuan mahasiswa, guru, atau dosen bahasa asing untuk menerjemahkan dokumen Anda karena pertimbangan penghematan biaya. Kemampuan mengajar bahasa tidak menjamin kemampuan menerjemah. Penguasaan tata bahasa saja tidak cukup untuk menjadi penerjemah. Untuk menjadi penerjemah yang andal diperlukan penguasaan tata bahasa, kosa kata berbagai bidang, latihan intensif, dan pengalaman panjang dan berkelanjutan.

Dengan kata lain, untuk menerjemahkan dokumen Anda, baik untuk keperluan internal apalagi untuk keperluan eksternal (publikasi) dan bisnis, mintalah bantuan ahlinya, yaitu penerjemah profesional. Sebagai perbandingan, apakah Anda mau dioperasi oleh mahasiswa kedokteran ketimbang oleh dokter demi menghemat uang?

Yang kesembilan, sebagai kaidah umum, penerjemah profesional menerjemahkan dokumen dari bahasa asing ke bahasa natif (asli)-nya. Sebagai contoh, sebagai penerjemah dan warga negara Indonesia, saya menerjemahkan dokumen dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Namun demikian, mengingat tarif penerjemahan internasional yang sangat mahal (+/-Rp360.000 per halaman standar 300 kata) untuk ukuran kita orang Indonesia, penerjemah Indonesia sering juga menerjemahkan dokumen dari bahasa Indonesia ke bahasa asing. 

Walaupun demikian, Anda sebagai pengguna jasa penerjemahan harus terlebih dahulu berusaha mendapatkan informasi yang lengkap mengenai diri penerjemah tsb, contoh terjemahannya, dan referensinya, agar Anda yakin bahwa penerjemah tsb memang mampu menerjemahkan dokumen dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya dengan baik.

Yang terakhir, Anda harus mempertimbangkan dengan matang semua aspek di atas sebelum membuat keputusan akhir menentukan penerjemah pilihan Anda. Harus diingat bahwa suatu terjemahan bisa menimbulkan konsekuensi akademis, finansial, legal, dan politis, tergantung pada jenis dokumen yang diterjemahkan dan kegunaan dokumen terjemahan tersebut. 

Apakah konsekuensi tersebut berkaitan dengan aspek akademis, finansial, legal atau pun politis, tentu saja yang Anda harapkan adalah konsekuensi positif. Karena itu, untuk mendapatkan konsekuensi yang positif, lakukan usaha pencarian dan riset yang optimal untuk mendapatkan penerjemah yang profesional dan andal.

Semoga bermanfaat.

Sumber:
1. Pemikiran dan pengalaman pribadi saya sebagai penerjemah.
2. Panduan Mencari Penerjemah Himpunan Penerjemah Amerika (American Translators Association's Guide to Find a Translator)
http://www.atanet.org/docs/Getting_it_right.pdf


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

14 January 2008

Sample Financial Translation - English to Indonesian

English Source Text
The most common technique for valuing risky cash flows is the Free Cash Flow (FCF) method. In that method, interest tax shields are excluded from the FCFs and the tax deductibility of interest is treated as a decrease in the cost of capital using the after-tax weighted average cost of capital (WACC). Because the WACC is affected by changes in capital structure, the FCF method poses several implementation problems in highly leveraged transactions, restructurings, project financings, and other instances in which capital structure changes over time. In these situations, the capital structure has to be estimated and those estimates have to be used to compute the appropriate WACC in each period. Under these circumstances, the FCF method can be used to correctly value the cash flows, but it is not straightforward.

This paper presents an alternative method for valuing risky cash flows. I call this method the Capital Cash Flow (CCF) method, because the cash flows include all of the cash available to capital providers, including the interest tax shields. In a capital structure with only ordinary debt and common equity, CCFs equal the flows available to equity - NI plus depreciation less capital expenditure and the increase in working capital - plus the interest paid to debtholders. The interest tax shields decrease taxable income, decrease taxes and, thereby, increase after-tax cash flows. In other words, CCFs equal FCFs plus the interest tax shields. Because the interest tax shields are included in the cash flows, the appropriate discount rate is before-tax and corresponds to the riskiness of the assets.

Although the FCF and CCF methods treat interest tax shields differently, the two methods are algebraically equivalent. In other words, the CCF method is a different way of valuing cash flows using the same assumptions and approach as the FCF method. The advantage of the CCF method is its simplicity. Whenever debt is forecasted in levels, instead of as a percent of total enterprise value, the CCF method is much easier to use, because the interest tax shields are easy to calculate and easy to include in the cash flows. The CCF method retains its simplicity when the forecasted debt levels and the implicit debt-to-value ratios change throughout the forecast period. Also, the expected asset return depends on the riskiness of the asset and, therefore,does not change when capital structure changes. As a result, the discount rate for the CCFs does not have to be re-estimated every period. In contrast, when using the FCF method, the after-tax WACC has to be re-estimated every period. Because the WACC depends on value weights, the value of the firm has to be estimated simultaneously. The CCF method avoids this complexity so that it is especially useful in valuing highly levered firms whose debt is usually forecasted in levels and whose capital structure changes substantially over time.

Indonesian Target Text
Teknik yang paling sering digunakan untuk menilai aliran kas yang berisiko adalah metode Aliran Kas Bebas (FCF). Dengan metode ini, pelindung pajak bunga dikeluarkan dari FCF dan potongan pajak bunga dianggap sebagai penurunan biaya model dengan menggunakan biaya modal rata-rata tertimbang setelah pajak (WACC). Karena WACC dipengaruhi oleh perubahan struktur modal, metode FCF menimbulkan beberapa masalah pelaksanaan dalam transaksi yang sangat terungkit, restrukturisasi, pendanaan proyek, dan kasus-kasus lainnya di mana struktur modal berubah sepanjang waktu. Dalam situasi ini, struktur modal diperkirakan dan perkiraan tersebut harus digunakan untuk menghitung WACC yang tepat pada stiap periode. Dalam keadaan seperti ini, metode FCF dapat digunakan untuk menilai aliran kas dengan benar, tapi metode ini tidak sederhana.
Artikel ini menyajikan sebuah metode alternatif untuk menilai aliran kas yang berisiko. Metode ini saya namakan metode Aliran Kas Modal (CCF), karena aliran kas mencakup semua kas yang tersedia bagi penyedia modal, termasuk pelindung pajak bunga. Dalam struktur modal yang hanya terdiri dari ekuitas umum dan utang biasa, CCF sama dengan aliran yang tersedia bagi ekuitas – NI ditambah depresiasi dikurangi pengleuaran modal dan peningkatan modal kerja – ditambah bunga yang dibayar kepada pemberi pinjaman (debt holder). Pelindung pajak bunga mengurangi pendapatan kena pajak, mengurangi pajak dan, dengan demikian, meningkatkan aliran kas setelah pajak. Dengan kata lain, CCF sama dengan FCF ditambah pelindung pajak bunga. Karena pelindung pajak bunga dimasukkan dalam aliran kas, tingkat potongan yang tepat adalah sebelum pajak dan bersesuaian dengean keberisikoan aset.

Walaupun metode FCF dan CCF memperlakukan pelindung pajak bunga dengan cara yang berbeda, kedua metode ini secara aljabar sama. Dengan kata lain, metode CCF adalah cara lain untuk menilai aliran kas menggunakan asumsi-asumsi dan pendekatan yang sama dengan metode FCF. Kelebihan metode CCF adalah kesederhanaannya. Apabila utang diperkirakan dalam tingkatan, bukan sebagai persentase nilai total perusahaan, metode CCF jauh lebih mudah digunakan, karena pelindung pajak bunga mudah dihitung dan mudah dimasukkan dalam aliran kas. Metode CCF tetap sederhana bila tingkat utang yang diperkirakan dan rasio implisit utang-terhadap-nilai berubah selama periode perkiraan. Selain itu, imbal hasil aset (asset return) yang diperkirakan tergantung pada keberisikoan aset dan, karena itu, tidak berubah bila struktur modal berubah. Karena itu, tingkat potongan untuk CCF tidak perlu diperkirakan kembali setiap periode. Sebaliknya, bila menggunakan metode FCF, WACC setelah pajak harus diperkirakan kembali setiap periode. Karena WACC tergantung pada bobot nilai, nilai perusahaan harus diperkirakan sekaligus. Metode CCF menghindari kerumitan ini sehingga metode ini sangat berguna dalam menilai perusahaan yang sangat terungkit yang hutangnya biasanya diperkirakan dalam tingkatan dan yang struktur modalnya berubah secara signifikan sepanjang waktu.

Mau Order? Klik Tautan Ini.