Google
 

30 September 2007

Adakah Hari Penerjemah Internasional?

Tanggal 30 September selalu diperingati sebagai Hari Penerjemah atau Hari Penerjemahan di seluruh dunia. Namun demikian, mungkin belum begitu banyak penerjemah Indonesia yang menyadari adanya hari bersejarah ini.

Saya sendiri, terus terang, baru tahu adanya hari peringatan bagi penerjemah ini ketika bergabung dengan ProZ.com, salah satu situs penerjemah ternama yang berbasis di New York, pada tahun 2005.

Ini di kalangan para penerjemah sendiri, apalagi di kalangan masyarakat awam. Saya yakin, masyarakat di luar kalangan penerjemah hampir semuanya tidak mengetahui hari penerjemah internasional ini.

Karena itulah, sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan profesi penerjemah dan dunia penerjemahan kepada seluruh lapisan masyarakat, pada hari yang bersejarah ini saya menyajikan sejarah singkat Hari Penerjemahan Internasional di blog penerjemah ini.

Sebelum abad ke 4 M, bahasa yang dominan di seluruh imperium Romawi adalah bahasa Yunani. Bahasa Yunani dijadikan bahasa resmi karena para pemimpin Romawi meyakini bahwa mereka adalah pewaris kebudayaan dan peradaban Yunani.

Namun demikian, pada abad ke 4 M bahasa Latin mulai menggantikan posisi dominan bahasa Yunani. Seiring perjalanan waktu, tentu semakin sedikit orang yang bisa berbahasa Yunani.

Perubahan ini menimbulkan pengaruh besar terhadap Gereja karena kitab Injil ditulis dalam bahasa Yunani. Karena semakin sedikit orang Kristen yang bisa membaca atau memahami bahasa Yunani, Gereja menghadapi masalah pastoral serius - bagaimana kitab Injil bisa tetap dipahami oleh umat Kristen?

Tentu saja, agar kitab Injil tetap dapat membentuk iman dan kehidupan Kristen, kitab tersebut harus diterjemahkan ke bahasa Latin. Karena itu, para pendeta Kristen berusaha melakukan penerjemahan Injil ke bahasa Latin, tapi sayangnya tak satu pun dari terjemahan tersebut yang memuaskan.

Terjemahan tsb tidak dihasilkan dari penelitian mendalam atas naskah kitab Injil dalam bahasa aslinya. Selain itu, keharusan menyalin naskah asli dengan tangan telah menimbulkan banyak kesalahan pada Injil berbahasa Yunani.

Selanjutnya, Injil Latin pertama merupakan terjemahan dari Injil Yunani, bukan dari Injil dalam bahasa aslinya - Ibrani. Kedua, bahasa Latin yang digunakan dalam terjemahan tersebut terlalu kolokial, bukan bahasa Latin yang terbaik.

Akibatnya, tidak ada hasil terjemahan yang mendapat pengesahan dan status resmi sebagaimana Injil berbahasa Yunani yang digunakan sebelumnya. Paus Damasus menginginkan hasil terjemahan yang bagus dan dapat disahkan.

Tahun 382 M, ia menugaskan seorang pendeta muda bernama Jerome untuk menerjemahkan Injil berbahasa Yunani menjadi kitab Injil berbahasa Latin. Ia adalah seorang sekretaris pribadi Paus yang menguasai bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani.

Sayangnya, sebelum proyek tersebut selesai, Paus Damasus meninggal dunia pada tahun 384 M. Setelah tidak terpilih sebagai pengganti paus meskipun ia menjadi calon unggulan, Jerome meninggalkan Roma dan tinggal di Bethlehem.

Diperlukan waktu 20 tahun bagi Jerome untuk menerjemahkan naskah Injil ke dalam bahasa Latin dari bahasa aslinya.

Berbeda dengan para penerjemah sebelumnya, Jerome tidak menerapkan prinsip 'kata per kata' tapi 'makna per makna' dalam proses penerjemahan tersebut. Karena itulah, hasil terjemahannya mendapat pengesahan dan status resmi dari Gereja.

Setelah berhasil menyelesaikan tugasnya, pada tanggal 30 September 420 Jerome meninggal dunia di Bethlehem. Sejak itulah, ia dianggap sebagai bapak penerjemah dan juru bahasa di seluruh dunia.

Sebenarnya, tanggal 30 September telah lama digunakan oleh para penerjemah dan juru bahasa (dan perhimpunan mereka) untuk merayakan hari bersejarah itu.

Namun demikian, Federasi Penerjemah Internasional (IFT, International Federation of Translators) yang didirikan pada tahun 1953, baru menjadikan tanggal 30 September sebagai Hari Penerjemah Internasional pada tahun 1991.

Selamat ulang tahun rekan-rekan penerjemah di seluruh dunia! Happy International Translators Day!


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

25 September 2007

Penerjemah Manusia vs Penerjemah Elektronik

Bagi orang awam, kedua istilah ini mungkin terdengar ganjil. Bila mendengar kata 'penerjemah,' orang cenderung langsung membayangkan orang yang melakukan penerjemahan.

Sebenarnya, dalam dunia penerjemahan terdapat dua kategori penerjemah - penerjemah manusia (human translators) dan penerjemah elektronik (electronic translators atau machine translators).

Pada penerjemah manusia, proses penerjemahan dilakukan oleh orang yang menguasai bahasa asal, bahasa sasaran, dan pokok bahasan dalam teks yang akan diterjemahkan.

Pada penerjemah elektronik atau penerjemah mesin, proses penerjemahan dilakukan oleh perangkat lunak atau program komputer yang telah dirancang untuk menerjemahkan kata-kata pada teks asal.

Dari segi biaya, penerjemah manusia jelas jauh lebih mahal daripada penerjemah elektronik. Namun demikian, dari segi mutu terjemahannya, penerjemah elektronik atau penerjemah mesin tidak dapat menandingi penerjemah manusia.

Memang, untuk wacana yang sangat sederhana dengan struktur kalimat yang singkat dan sederhana seperti prosedur-prosedur teknis, penerjemah elektronik bisa membantu.

Sayangnya, untuk wacana yang rumit seperti buku, artikel, dan brosur iklan, terjemahan yang dihasilkan penerjemah mesin sudah pasti harus diedit sehubungan dengan struktur kalimat yang berantakan, pilihan kata yang tidak sesuai konteksnya, dan banyaknya kata yang tak dapat diterjemahkan karena kata tersebut tidak terdapat dalam memori program penerjemah tsb.

Semua kelemahan penerjemah mesin ini terjadi karena pada dasarnya penerjemah ini tidak mempunyai kemampuan berpikir analitis, dinamis, adaptif, dan diskriminatif sebagaimana kemampuan penerjemah manusia.

Coba bayangkan perbedaan sopir manusia dan sopir robot. Sopir manusia akan hati-hati dalam menjalankan kendaraannya.

Kalau sopir robot, dia akan terus jalan dengan kecepatan yang telah diprogram tak peduli kalau di depannya ada nenek-nenek sedang lewat atau ada kerbau yang numpang lalu. Semuanya akan ditabrak saja.

Mengapa demikian? Karena penerjemahan merupakan suatu proses yang sangat rumit yang melibatkan dua bahasa dengan sistem tata bahasa dan budaya yang berbeda.

Bahasa melibatkan konsep-konsep seperti polisemi, kolokasi, dan tradisi. Jadi, tidak mengherankan kalau saya sering kedatangan para mahasiswa S1 maupun S2 yang meminta saya mengedit hasil terjemahan Transtool yang amburadul.

Memang, sebagian mahasiswa cenderung mengutamakan tarif murah. Setelah melihat hasil kerja Transtool yang murah namun amburadul itu, mereka baru menyesal. Biasanya, saya akan menolak permintaan mereka dan menawarkan penerjemahan ulang total dari awal karena kekacaubalauan terjemahan yang luar biasa.

Karena itu, Anda yang membutuhkan jasa penerjemahan sebaiknya jangan memakai penerjemah elektronik/mesin. Gunakanlah selalu jasa penerjemah manusia.

Memang kelihatannya biayanya lebih mahal, tapi kalau dilihat dari hasil terjemahan dan manfaatnya bagi kepentingan, pendidikan, karir, bisnis, dan masa depan Anda, biaya tsb sangat wajar.

Sebaliknya, biaya jasa penerjemahan yang memakai program komputer seperti Transtool atau program-program lainnya yang kelihatannya murah sebenarnya justru mahal mengingat rendahnya mutu terjemahan yang dihasilkan, biaya besar yang kemudian diperlukan untuk merombaknya, dan risikonya bagi kepentingan, pendidikan, karir, bisnis, dan masa depan Anda.

#PenerjemahManusia #HumanTranslator #PenerjemahElektronik #MachineTranslator


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

18 September 2007

Penerjemah: Ilmuwan dan Seniman?

Pada dasarnya, seorang penerjemah dapat dikatakan sebagai ilmuwan sekaligus seniman. Karena itu, penerjemahan dikategorikan sebagai suatu ilmu, yaitu ilmu bahasa terapan, dan sekaligus sebagai seni, yaitu seni bahasa.

Dalam penerjemahan sebagai ilmu, penerjemah harus: 1) menguasai bahasa sumber, 2) menguasai bahasa sasaran, dan 3) menguasai pokok bahasan dari teks yang diterjemahkan agar ia dapat menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan makna yang dimaksud dan gaya bahasa yang sesuai dengan teks bahasa sumber.

Pengetahuan dan pemahaman penerjemah mengenai ketiga aspek ini dan juga pengalamannya menerjemahkan berbagai teks akan semakin meningkatkan keterampilan menerjemahnya. Karena itulah, pengembangan dan peningkatan pengetahuan penerjemah menjadi salah satu bagian dari kode etik penerjemah.

Apabila seorang penerjemah mengalami kesulitan dalam mencari padanan atau pengertian dari suatu istilah, dia harus melakukan riset atas referensi cetak maupun referensi yang tersedia di Internet.

Salah satu istilah bahasa Inggris kedokteran di bawah ini menjadi contoh kesulitan yang pernah saya alami sebagai seorang penerjemah.

1. cachexia - kaseksia atau kakeksia

Memang, di empat kamus kedokteran yang saya miliki, pengertian istilah tersebut diuraikan dengan jelas. Sayangnya, saya tidak tahu lafal bahasa Inggrisnya.

Lafal bahasa Inggris ini sangat penting sebagai pedoman untuk melakukan pengindonesiaan istilah asing yang tidak ada padanan Indonesianya. Alhamdulillah, setelah beberapa saat mencari informasi di Internet, saya menyimpulkan bahwa bentuk Indonesianya adalah 'kakeksia' karena -che- pada istilah tersebut dilafalkan /ke/, bukan /se/.

2. Your study doctor will review how well you take the study drugs according to the schedule and any side effects you may experience.

Pada kalimat ini, 'study doctor' dapat diterjemahkan menjadi 'dokter penelitian' (bandingkan, 'staf penelitian,' 'sponsor penelitian') tapi ' study drugs' terdengar janggal bila diterjemahkan 'obat penelitian.' Istilah ini akan terdengar lebih alami di telinga penutur bahasa Indonesia bila diterjemahkan 'obat yang sedang diteliti.'

Selanjutnya, dalam penerjemahan sebagai seni, seorang penerjemah harus mampu menghasilkan terjemahan yang dapat dipahami oleh pembaca sasaran dan yang sealami mungkin bagi pembaca sasaran.

Dapat dipahami artinya tidak terjadi kesalahan makna; sealami mungkin artinya pembaca sasaran tidak menyadari bahwa teks yang dibacanya adalah hasil terjemahan.

Sebagai contoh kasus, perhatikan kutipan-kutipan berikut ini.

3. To participate in the study, you can be either male or female and you must be 18 years of age or older. 

a. Untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, Anda boleh pria atau wanita dan Anda harus berusia 18 tahun atau lebih tua. 

b. Bila Anda pria atau wanita berusia 18 tahun atau lebih, Anda dapat berpartisipasi dalam penelitian ini.

Dalam contoh ini, 2b lebih mengindonesia daripada 2a.

4. Most of these study visits will be held on the same days as your scheduled chemotherapy treatments.

a. Sebagian besar dari kunjungan penelitian ini akan dilakukan pada hari yang sama dengan pengobatan kemoterapi terjadwal Anda.

b. Sebagian besar dari kunjungan penelitian ini akan dilakukan pada hari yang sama dengan jadwal pengobatan kemoterapi Anda.

Dalam contoh ini, 4b juga lebih mengindonesia daripada 4a.

Demikianlah sedikit gambaran mengenai penerjemah yang berperan sebagai ilmuwan sekaligus seniman beserta contoh kasusnya.


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

17 September 2007

4 Cara Sertifikasi Terjemahan

Pengesahan atau sertifikasi hasil terjemahan, yang dilakukan untuk mendapatkan terjemahan tersumpah, biasanya diperlukan untuk penerjemahan dokumen hukum seperti akte kelahiran, surat nikah, akte perceraian, ijazah, transkrip nilai, perjanjian, kontrak, surat persetujuan resmi, berita acara pemeriksaan, dokumen penelitian, dll.

Masyarakat awam mungkin beranggapan bahwa pengesahan hasil terjemahan dokumen hukum hanya dapat dilakukan oleh penerjemah tersumpah. Dengan kata lain, mereka beranggapan bahwa hanya penerjemah tersumpah yang dapat dan boleh menerjemahkan dokumen hukum.

Sebenarnya, ada beberapa metode pengesahan hasil terjemahan - pernyataan tertulis penerjemah, penerjemah tersumpah, afidavit, dan apostil. Metode pertama dan kedua tidak memerlukan biaya; metode ketiga dan keempat memerlukan biaya yang cukup besar.

Metode pertama, yaitu pernyataan tertulis penerjemah, adalah metode pengesahan yang paling sederhana. Dengan metode pengesahan ini, penerjemah mencantumkan pernyataan tertulis pada hasil terjemahannya yang menyatakan bahwa teks bahasa sasaran adalah terjemahan yang akurat, benar, dan lengkap dari teks bahasa asal.

Metode pengesahan yang kedua adalah penerjemahan yang dilakukan oleh penerjemah tersumpah. Di Indonesia, seorang penerjemah mendapat sertifikat penerjemah tersumpah apabila dia sudah mendapat nilai A dalam ujian kualifikasi penerjemah (yang diadakan oleh PPFIB UI) dan mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikat tersebut ke Gubernur DKI Jakarta. Dengan metode ini, penerjemah tersumpah mencantumkan pernyataan berstempel.

Hasil terjemahan bisa juga disahkan dengan afidavit, yaitu pernyataan tertulis di atas sumpah di depan notaris bahwa teks bahasa sasaran adalah terjemahan yang akurat dan lengkap dari teks bahasa asalnya.

Metode pengesahan hasil terjemahan yang terakhir adalah apostil. Dengan metode ini, hasil terjemahan disahkan dengan pernyataan bahwa hasil terjemahan tersebut sesuai dengan teks aslinya. Pernyataan pengesahan resmi ini biasanya diberikan oleh Departemen Kehakiman atau Departemen Luar Negeri.

Saya sendiri sudah sering menerjemahkan berbagai dokumen hukum untuk klien lokal, nasional, dan internasional. Untuk pengesahan hasil terjemahan, saya biasanya menggunakan metode pertama karena saya belum mendapat sertifikat penerjemah tersumpah.

Memang, mengingat konsekuensi hukum dan biaya sertifikasinya, tarif jasa penerjemahan dokumen hukum biasanya jauh lebih mahal daripada tarif jasa penerjemahan dokumen bukan hukum.

Kesimpulannya, dokumen hukum tidak hanya dapat dan boleh diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. Penerjemah yang belum memiliki sertifikat penerjemah tersumpah, seperti penerjemah terakreditasi atau penerjemah bersertifikat, atau bahkan penerjemah yang belum terakreditasi/bersertifikat sekalipun, dapat dan boleh menerjemahkan dokumen hukum.

Tentu saja, penerjemah bersangkutan harus benar-benar kompeten, berpengalaman, dan jujur.

Kalau tidak, dia sendiri akan menanggung konsekuensi hukum dan bisnisnya. Konsekuensi hukumnya, si penerjemah bisa menghadapi tuntutan hukum dari klien atas kerugian yang ditimbulkan akibat kesalahan dalam terjemahannya.

Konsekuensi bisnisnya, si penerjemah akan kehilangan order dari klien tsb dan juga klien potensial yg mungkin mendapat informasi dari klien tsb mengenai buruknya mutu terjemahan yang dihasilkan si penerjemah.


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

Kualifikasi Profesional Penerjemah di Indonesia

Sebelumnya, saya tidak tahu kalau di Indonesia ada ujian kualifikasi penerjemah yang diadakan oleh sebuah lembaga profesional. Untungnya, salah seorang rekan penerjemah Indonesia dan juga pendiri milis penerjemah ternama di Indonesia, Bahtera, memberikan informasi penting.

Saya mendapatkan informasi berharga bahwa di Indonesia sudah ada lembaga profesional yang menyelenggarakan ujian kualifikasi penerjemah - Pusat Penerjemahan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Pada judul posting ini saya memakai istilah kualifikasi profesional untuk membedakannya dengan kualifikasi akademik. Kualifikasi akademik merujuk pada latar belakang pendidikan penerjemah, sedangkan kualifikasi profesional merujuk pada bukti pengakuan kemampuan penerjemah yang diberikan oleh suatu lembaga profesional.

Untuk kualifikasi akademik, penerjemah mungkin mempunyai kualifikasi S1, S2, atau S3 dengan bidang ilmu yang berbeda - S1 pengajaran bahasa Inggris, S1 hukum, S2 pertanian, S3 aeronotika, dll.

Untuk kualifikasi profesional, PPFIB UI menetapkan tiga kategori:
1. Bidang umum
2. Bidang ilmiah
3. Bidang hukum

Penerjemah yang sudah lulus ujian kualifikasi profesional umum dan ilmiah dinamakan penerjemah terakreditasi atau penerjemah bersertifikat. Penerjemah yang lulus ujian kualifikasi bidang hukum sering dinamakan penerjemah tersumpah.

Pada akhir tahun 2005, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian kualifikasi penerjemah yang diadakan PPFIB UI. Dari ketiga kategori kualifikasi di atas, saya ingin memilih bidang ilmiah. Sayangnya, pada waktu itu kategori ini tidak diujikan.

Akhirnya, saya memilih bidang umum saja. Saya sengaja tidak memilih bidang hukum karena saya tidak punya KTP DKI sebagai syarat kedua (setelah syarat pertama - lulus dengan nilai A dalam ujian kualifikasi profesional bidang hukum) untuk mendapatkan sertifikat penerjemah tersumpah dari Gubernur DKI.


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

16 September 2007

Tarif Per Kata Teks Asal vs Tarif Per Halaman Terjemahan

Berbeda dengan sistem pentarifan internasional, yang umumnya didasarkan pada tarif per kata teks asal, klien lokal dan nasional lebih mengenal tarif per halaman hasil terjemahan.

Sebenarnya, sistem tarif per kata teks asal merupakan sistem pentarifan yang paling adil. Dengan penentuan tarif per kata teks asal, jumlah katanya menjadi pasti dan tidak bisa diubah. Kalau menurut perhitungan jumlah kata teks bahasa Inggris adalah 5000 kata, jumlah tersebut tidak bisa berubah.Siapa pun penerjemahnya, hasil perhitungannya akan sama saja.

Penerjemah kemudian memberitahukan jumlah kata tersebut kepada calon klien, kemudian calon klien bisa ikut menghitung jumlah kata tersebut dan mengkonfirmasi apakah hasil perhitungannya sama atau berbeda dengan perhitungan penerjemah. Untuk file dalam format Word, jumlah kata dapat dihitung dengan mengklik Tools dan kemudian Word Count; untuk file PowerPoint, jumlah kata dapat dihitung dengan mengklik File, Properties, dan Statistics; untuk Excel dan pdf, perhitungan jumlah kata dapat dilakukan setelah file tersebut dikonversi ke Word atau menggunakan program tertentu.

Ini berbeda sekali dengan penentuan tarif per halaman hasil terjemahan. Sistem pentarifan ini bisa sangat bervariasi antar penerjemah. Artinya, penerjemah yang berbeda bisa menetapkan spesifikasi halaman yang berbeda. Perbedaan ini mencakup: 1) perbedaan margin atas, bawah, kiri, dan kanan; 2) perbedaan spasi antar baris; 3) perbedaan jenis dan ukuran huruf; dan 4) perbedaan ukuran kertas.

Margin atas, bawah, kiri, dan kanan yang lebih lebar akan menghasilkan halaman yang lebih banyak. Teks dengan spasi 2 akan menghasilkan halaman yang lebih banyak daripada teks dengan spasi 1,5, apalagi dibandingkan dengan teks spasi 1.

Jenis dan ukuran huruf yang berbeda akan menghasilkan jumlah halaman yang berbeda. Misalnya, huruf Bookman Old Style akan menghasilkan halaman yang lebih banyak daripada huruf Times New Roman. Bookman Old Style 10 akan menghasilkan halaman yang lebih sedikit daripada BOS 12.

Yang terakhir, karena ukurannya yang lebih kecil, kertas ukuran kuarto akan menghasilkan halaman yang lebih banyak daripada kertas folio.

Selain itu, dengan perhitungan tarif per kata teks asal, besarnya biaya yang akan dibayar klien untuk jasa penerjemahan yang dibutuhkannya sudah bisa diketahui dari awal. Dengan demikian, calon klien bisa mendapatkan informasi dini mengenai biaya yang akan dikeluarkannya. Karena itu, calon klien dapat segera membuat keputusan apakah biaya yang ditawarkan penerjemah sesuai dengan anggarannya yang tersedia atau tidak.

Sebaliknya, perhitungan tarif per halaman hasil terjemahan tidak memberikan informasi biaya yang pasti kepada calon klien karena penerjemah tidak bisa memastikan berapa halaman hasil terjemahan nanti. Akibatnya, perbedaan jumlah halaman yang diperkirakan dan jumlah halaman yang sebenarnya bisa menimbulkan perselisihan antara penerjemah dan klien karena perbedaan ini menyebabkan perbedaan besarnya biaya yang harus disiapkan klien.

Saya sudah memberikan gambaran mengenai perhitungan tarif per kata teks asal dan per halaman hasil terjemahan. Sekarang, pilihan ada pada klien - mau memakai sistem tarif per kata teks asal atau sistem tarif per halaman hasil terjemahan?

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

Berapa Tarif Penerjemah Lokal, Nasional, dan Internasional?

Sebagaimana penetapan tarif jasa di bidang-bidang profesi lainnya, tidak ada tarif baku jasa penerjemahan. Seorang akuntan, pengacara, dan dokter dapat menetapkan tarif sesuai keinginan mereka. Namun demikian, tentu saja mereka tidak akan menetapkan tarif seenaknya. Tarif tersebut akan dipengaruhi oleh kualifikasi mereka, pengalaman mereka, popularitas mereka, keandalan mereka, banyaknya penyedia jasa, daerah tempat tinggal mereka, dan tingkat kebutuhan masyarakat akan jasa mereka.

Begitu pula dengan penerjemah. Seorang penerjemah dapat menentukan sendiri tarif jasa penerjemahan yang diinginkannya. Tentu saja, penerjemah yang dimaksud di sini adalah penerjemah frilans onlen - penerjemah yang berdiri sendiri dan menawarkan jasa penerjemahan secara onlen. Berbeda dengan penyedia jasa lainnya, seorang penerjemah frilans onlen dapat menawarkan jasanya kepada klien lokal, nasional, dan bahkan internasional. Dengan demikian, tarifnya juga bervariasi menurut lokasi klien - tarif lokal, nasional, dan internasional.

Namun demikian, sebagaimana telah disinggung di atas, tidak ada tarif baku jasa penerjemahan. Masing-masing penerjemah bebas menentukan sendiri tarif yang diinginkannya. Tarif ini mungkin ditentukan oleh kualifikasi, pengalaman, kelengkapan sumber daya, totalitas, dan sikap bisnisnya. Karena itu, tidak mengherankan bila orang melihat adanya variasi tarif jasa penerjemahan.

Meskipun terdapat variasi tarif, para penerjemah tentu mempunyai pandangan umum mengenai tarif terendah yang dapat mereka terima. Ini adalah hal yang logis karena penerjemah juga harus menanggung beban biaya rutin per bulan. Bila tarif order penerjemahan yang ditawarkan klien tidak dapat menopang biaya hidup bulanannya, tentu saja penerjemah akan menolak tarif tersebut.

Dari pengalaman dan pengamatan pribadi saya, untuk tarif lokal di Padang, penerjemah menetapkan tarif rata-rata Rp5000 per halaman hasil terjemahan. Tarif nasional berkisar dari Rp25.000 hingga Rp50.000 per halaman hasil terjemahan. Meskipun demikian, mengingat konsekuensi hukumnya, tarif penerjemahan dokumen hukum bisa mencapai Rp80.000 per halaman.

Berbeda dengan tarif penerjemahan lokal dan nasional, di tingkat internasional umumnya diterapkan tarif per kata. Untuk jasa penerjemahan internasional ini, tarifnya berkisar dari US$0,06 sampai US$0,12 per kata dokumen sumber.

Berkenaan dengan tarif jasa penerjemahan ini, sekarang untuk jasa penerjemahan lokal saya memasang tarif Rp18.900 per halaman dokumen sumber; Rp37.500 per halaman dokumen sumber untuk jasa penerjemahan nasional; dan US$0,12 per kata sumber untuk jasa penerjemahan internasional.

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Indonesia

10 September 2007

Tarif Penerjemahan vs Mutu Terjemahan

Sebagai seorang penerjemah yang telah menekuni bisnis penerjemahan selama tujuh belas tahun lebih, saya sudah menghadapi berbagai macam sifat dan tingkah laku klien. Sebagian klien tidak mempersoalkan besarnya tarif jasa penerjemahan asalkan hasil terjemahan yang diberikan penerjemah memenuhi kriteria terjemahan yang bermutu. Sebagian klien mengharapkan tarif yang murah namun mengharapkan hasil terjemahan yang bermutu.

Kalau menurut prinsip ekonomi kapitalis, pembeli akan berusaha mendapatkan barang/jasa dengan mutu setinggi-tingginya namun dengan harga semurah-murahnya. Tentu saja, ini adalah prinsip yang sangat tidak logis. Untuk mendapatkan barang/jasa bermutu, pembeli harus mau berkorban dengan membayar harga yang sesuai. Contoh sederhana, harga VCD bajakan (yang tentu saja bermutu rendah) jauh lebih murah daripada VCD asli; harga komputer rakitan jauh lebih murah daripada komputer yang langsung diproduksi pabrik; dan tarif pengacara handal dan berpengalaman jauh lebih mahal daripada pengacara pemula.

Sekarang kembali ke bidang penerjemahan. Untuk mendapatkan hasil terjemahan yang bermutu, seorang penerjemah harus menyediakan waktu dan mengerahkan tenaga, pengetahuan, keterampilan, dan pengalamannya, melengkapi referensinya seperti kamus berbagai bidang dan ensiklopedia, dan mempunyai koneksi Internet yang handal sebagai alat bantu untuk melakukan riset online. Semua ini tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Karena itu, secara umum, tarif jasa penerjemahan berkaitan erat dengan mutu hasil terjemahan. Penerjemah yang menetapkan tarif jasa penerjemahan yang tinggi akan menghasilkan terjemahan yang bermutu tinggi. Begitu pula sebaliknya, tarif yang murah biasanya menandakan mutu yang rendah.

Memang diakui bahwa ada sebagian kecil kasus di mana tarif jasa penerjemahan tidak berkorelasi dengan mutu hasil terjemahan. Dengan kata lain, ada juga kasus di mana penerjemah menetapkan tarif yang tinggi namun hasil terjemahannya bermutu rendah. Kasus ini bisa terjadi bila penerjemah tersebut mengetahui tarif pasaran jasa penerjemahan namun tidak jujur. Dia menyadari bahwa pengetahuan dan keterampilannya tidak sesuai dengan tarif yang dipasangnya tapi dia tetap melakukannya. Dalam jangka panjang, penerjemah seperti ini akan ditinggalkan klien.

Sayangnya, ada juga kasus di mana seorang penerjemah memasang tarif yang murah namun menghasilkan terjemahan bermutu tinggi. Kasus ini bisa terjadi bila penerjemah bersangkutan tidak mengetahui tarif pasaran jasa penerjemahan namun jujur. Artinya, dia melakukan yang terbaik untuk menghasilkan terjemahan bermutu. Namun demikian, seiring perjalanan waktu, penerjemah seperti ini akan mendapatkan semakin banyak klien dan akhirnya akan menaikkan tarifnya setelah ia mendapatkan informasi mengenai tarif pasaran yang berlaku.

Singkatnya, tarif jasa penerjemahan berkaitan erat dengan mutu hasil terjemahan. Seorang penerjemah berani memasang tarif yang tinggi apabila dia yakin mampu menghasilkan terjemahan bermutu. Sebaliknya, penerjemah yang belum percaya diri dengan pengetahuan dan keterampilan penerjemahannya akan cenderung menetapkan tarif yang lebih rendah daripada tarif pasaran.

06 September 2007

Penerjemah vs Biro Penerjemah: Pilih Mana?

Secara umum, penerjemah dan biro penerjemah sama-sama merupakan penyedia jasa penerjemahan. Namun demikian, bila diteliti lebih jauh, penyedia jasa penerjemahan yang sesungguhnya adalah penerjemah karena biro penerjemah hanya berperan sebagai perantara.

Jika suatu skema jual-beli dapat kita gambarkan terdiri atas penjual dan pembeli, maka biro penerjemahan merupakan pedagang atau penjual perantara yang menghubungkan penjual produsen dan pembeli. Sebagai penjual kedua, tentu saja biro penerjemahan juga akan mengambil sejumlah keuntungan dari jualannya.

Sebagai perantara, biro penerjemah memasarkan jasa penerjemahan, dan setelah mendapat order dari klien biro tersebut memberikan order penerjemahan tsb kepada penerjemah. Dengan kata lain, biro penerjemah lebih berperan dalam hal manajemen pemasaran jasa penerjemahan.

Namun demikian, ini tidak berarti penerjemah tidak bisa memasarkan jasa penerjemahannya. Seorang penerjemah frilans dapat memasarkan sendiri jasa penerjemahannya melalui berbagai media seperti koran, newsletter (nawala), buku petunjuk telepon halaman kuning, atau Internet.

Dengan demikian, bila klien ingin mendapatkan jasa penerjemahan dengan biaya yang lebih murah, mereka lebih baik menghubungi langsung penerjemah bersangkutan untuk memperpendek rantai pemasaran jasa penerjemahan. Tanpa perantaraan biro penerjemah, tentu saja klien tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra yang bakal dipungut biro penerjemah tersebut karena klien langsung berhubungan dengan penerjemah bersangkutan.

Sebagai ilustrasi sederhana, mari kita lihat mekanisme pemasaran kambing. Orang yang akan membeli kambing akan memperoleh harga kambing yang lebih murah jika dia membeli kambing langsung ke peternaknya dibandingkan dengan bila dia membelinya di pasar ternak.

Begitu pula dengan mekanisme pemasaran jasa penerjemahan. Orang yang memerlukan jasa penerjemah untuk menerjemahkan dokumen pentingnya akan memperoleh tarif jasa penerjemahan yang lebih murah jika dia langsung menghubungi penerjemah bersangkutan daripada menghubungi biro penerjemahan.

Namun demikian, kalau klien berupa perusahaan yang memerlukan jasa penerjemahan untuk banyak bahasa, klien biasanya selalu memberikan order kepada biro penerjemahan. Contoh klien seperti ini adalah perusahaan asing yang ingin menerjemahkan situs webnya ke sejumlah bahasa utama di dunia. Tentu bakal repot sekali kalau seorang penerjemah frilans diberi tugas untuk menangani order penerjemahan besar yang melibatkan beragam bahasa dan banyak penerjemah. Dengan keterampilan manajemen proyeknya, order seperti ini memang lebih baik ditangani biro penerjemahan.

Sebagai kesimpulan, dapat dikatakan bahwa penerjemah adalah penyedia jasa penerjemahan yang sesungguhnya, sedangkan biro penerjemah lebih berperan dalam manajemen pemasaran dan manajemen proyek penerjemahan multi-bahasa. Meskipun demikian, dengan keterampilan dan keahlian khas masing-masing, kedua pihak ini bisa melakukan kerja sama yang saling menguntungkan.

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Dokumen Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemah Bidang Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara