Google
 

04 May 2018

Apa Padanan Bahasa Inggris dari 'Mati Secara Hakiki"?


Di sebuah forum penerjemahan internasional, salah seorang penerjemah menanyakan padanan bahasa Inggris dari frasa “secara hakiki.”

Berikut pertanyaannya.

I am translating a paper on Islamic law. I have problem in determining what "secara hakiki" means in this context:

Masyarakat Aceh umumnya mempertanyakan keberadaan ahli waris pengganti belum diterima, karena berdasarkan fikih klasik yang di dalamnya mengatur mengenai syarat menerima warisan yaitu ahli waris harus hidup pada saat orang yang mewariskan hartanya meninggal walaupun hanya sebentar, baik secara hakiki maupun secara hukum.
Thank you very much for your kind help.

Jawaban
Memang sangat disayangkan, kita orang Indonesia ini banyak yg kurang memahami tata cara menggunakan bahasa, sehingga kalimat yg diucapkan atau ditulis sering menimbulkan kesalahpahaman.

Contohnya di naskah sumber:
. . . ahli waris harus hidup pada saat orang yang mewariskan hartanya meninggal walaupun hanya sebentar, baik secara hakiki maupun secara hukum.

Berdasarkan kalimat ini, maka dapat disimpulkan bahwa orang bisa meninggal meskipun sebentar saja, padahal yang dimaksud tentu saja tidak demikian. Kalau meninggalnya sebentar, berarti setelah itu hidup lagi.

Padahal, secara linguistik, "meskipun sebentar saja" itu menerangkan frasa "ahli waris harus hidup."

Jadi, naskah sumber tsb semestinya direvisi menjadi:
. . . ahli waris harus hidup walaupun hanya sebentar pada saat orang yang mewariskan hartanya meninggal baik secara hakiki maupun secara hukum.

Jika kalimatnya sudah direvisi seperti ini, maka jadi jelas apa yg dimaksud dg "secara hakiki" dan "secara hukum."

"Secara hakiki" dan "secara hukum" ini menerangkan kata kerja "meninggal."

Sehingga frasanya menjadi "meninggal secara hakiki" dan "meninggal secara hukum."

Padanan bahasa Inggrisnya:
meninggal secara hakiki = die because of natural death
meninggal secara hukum = die because of brain/legal death

Jadi, kalau diterjemahkan:
. . . orang yang mewariskan hartanya meninggal baik secara hakiki maupun secara hukum.

= the testator died because of either natural death or brain/legal death.

Rujukan:
Kematian muwarits, menurut ulama, dibedakan ke dalam tiga macam yaitu mati hakiki, mati hukmi, dan mati taqdiri:

a. Mati hakiki (sejati)
Mati hakiki adalah kematian seseorang yang dapat diketahui tanpa harus melalui pembuktian. Dan dapat disaksikan panca indra.

b. Mati hukmi
Mati hukmi adalah kematian seseorang yang secara yuridis ditetapkan melalui keputusan hakim, misalnya seseorang yang dinyatakan hilang (mafqud) tanpa diketahui dimana dan bagaimana keadaannya, melalui keputusan hakim orang tersebut dinyatakan meninggal dunia, sebagai suatu keputusan hakim mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

c. Mati Taqdiri
Mati Taqdiri adalah anggapan atau perkiraan bahwa seseorang telah meninggal dunia. Misalnya seseorang yang diketahui ikut berperang atau secara lahiriyah diduga dapat mengancam keselamatan dirinya, setelah beberapa tahun, ternyata tidak diketahui kabar beritanya dan patut diduga secara kuat bahwa orang tersebut telah meninggal dunia, maka ia dapat dinyatakan telah meninggal dunia.
https://www.suduthukum.com/2014/08/syarat-dan-rukun-waris.html

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Melayani Penerjemahan Dokumen Keuangan,
Kedokteran, Kimia, Pertanian, Peternakan, dll.
Medan 20122, Sumatera Utara

No comments: