Google
 

03 April 2018

Contoh Terjemahan Pertanian Inggris-Indonesia: Manajemen Hama 21-40


Berikut ini kembali saya sajikan contoh terjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia artikel jurnal ilmiah pertanian mengenai manajemen hama.

21
However, in an outbreak in the UK in 2004, crop losses were estimated at 6% (1 million tonnes) nationally, which was compounded by reductions in grain quality, despite insecticide application to
Namun, pada serangan hama di Inggris tahun 2004, kerugian tanaman diperkirakan sebesar 6% (1 juta ton) di tingkat nasional, yang diperparah oleh penyusutan mutu gandum, meskipun telah dilakukan penyemprotan insektisida pada
22
around 500,000 ha of wheat.
sekitar 500.000 hektar gandum.
23
OWBM has a very patchy spatial distribution and varies from year to year depending on climatic conditions.
OWBM menunjukkan distribusi tempat yang sangat tidak merata dan bervariasi dari tahun ke tahun tergantung pada kondisi iklim.
24
In the UK, precipitation causing moist soil conditions at the end of May, followed by warm
Di Inggris, curah hujan yang menyebabkan kondisi tanah lembab di akhir bulan Mei, diikuti oleh
25
still weather in late May/early June, can lead to serious OWBM outbreaks.
cuaca tenang dan hangat di akhir bulan Mei/awal Juni, dapat menyebabkan serangan OWBM yang parah.
26
The ovipositing female is a small insect which can remain well hidden in the crop canopy.
Lalat betina yang bertelur merupakan serangga kecil yang dapat tetap bersembunyi di tajuk tanaman.
27
The larvae are also hidden within the wheat ear, which is a cryptic
Larva juga tersembunyi di dalam bulir gandum, yang merupakan
28
position as well as a difficult spray target.
tempat yang tersembunyi dan juga sulit disemprot.
29
Thus, to achieve effective control, any insecticide application has to be applied promptly before larvae burrow in-between the lemma and palea.
Jadi, untuk mencapai pengendalian yang efektif, penyemprotan insektisida harus dilakukan segera di depan lubang larva yang terletak di antara lema dan palea.
30
The female produced sex pheromone of OWBM has been identified as (2S,7S)-nonanediyl dibutyrate (Gries et al., 2000).
Lalat betina yang menghasilkan feromon seks OWBM telah diidentifikasi sebagai (2S,7S)-nonanediyl dibutyrate (Gries dkk, 2000).
31
The authors synthesized the pheromone at Rothamsted and tested different formulations of the pheromone, with different release profiles, in a series of field trials, and effective trap and dispenser designs
Para peneliti meramu feromon di Rothamsted dan menguji formulasi feromon yang berbeda, dengan profil pelepasan yang berbeda, dalam sejumlah percobaan lapangan, dan perangkap yang efektif serta rancangan dispenser
32
were determined.
ditentukan.
33
Observations of variability in trap catch, and how it related to subsequent infestations, were used to develop a decision support model (Bruce and Smart, 2009).
Pengamatan variasi tangkapan perangkap, dan bagaimana hubungannya dengan serangan hama berikutnya, digunakan untuk membuat model pendukung keputusan (Bruce dan Smart, 2009).
34
This model is a distillation of some complicated
Model ini merupakan penyaringan beberapa data
35
data obtained during several years of research but has been framed in terms of what it means for the farmers when using the traps.
rumit yang diperoleh dari penelitian selama beberapa tahun tapi dikemas berdasarkan manfaatnya bagi petani saat menggunakan perangkap.
36
With this in mind, it has been kept as simple and user friendly as possible, being based on a stepwise
Dengan pertimbangan ini, model ini dibuat sesederhana dan sepraktis mungkin, yang didasarkan pada
37
decision tree involving yes/no answers to questions (Figure 6.1).
diagram keputusan bertahap yang melibatkan jawaban ya/tidak terhadap beberapa pertanyaan (Gambar 6.1).
38
6.3 MASS TRAPPING
6.3 PERANGKAP MASSAL
39
Mass trapping is an extension of the use of species-specific semiochemical baited monitoring traps, with the aim of reducing or eradicating populations of target pests by capturing as many individuals as possible.
Perangkap massal merupakan perluasan dari penggunaan perangkap pemantau yang diberi umpan bahan semiokimia spesifik-spesies, dengan tujuan mengurangi atau membasmi populasi hama sasaran dengan menangkap sebanyak mungkin hama.
40
The lure can be a synthetic pheromone, a food or host attractant, or a combination of the two, which is sufficiently effective when deployed in an optimally efficient trap design at a suitable density to suppress the pest and reduce economic damage to the target crop.
Umpannya bisa feromon sintetis, atraktan makanan atau inang, atau gabungan keduanya, yang cukup efektif jika digunakan dengan rancangan perangkap yang sangat efisien dengan kerapatan yang tepat untuk memberantas hama dan mengurangi kerugian ekonomi pada tanaman sasaran.


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Melayani Penerjemahan Dokumen Keuangan,
Kedokteran, Kimia, Pertanian, Peternakan, dll.
Medan 20122, Sumatera Utara

No comments: