Google
 

20 March 2018

Contoh Terjemahan Peternakan: Pengantar Konsep Genetik

Di bawah ini contoh terjemahan dokumen peternakan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia mengenai pengantar konsep genetik.


Source (EN)
Target (ID)
1
Introduction to Genetic Concepts
Pengantar Konsep Genetik
2
The cell is the basic unit of life.
Sel adalah satuan dasar kehidupan.
3
At the center of the cell lies the nucleus, in which chromosomes are found.
Di pusat sel terdapat nukleus, tempat kromosom ditemukan.
4
On these chromosomes are the genes which are the basic units of inheritance.
Pada kromosom ini terdapat gen yang merupakan satuan dasar pewarisan sifat.
5
Each animal species has a definite number of chromosomes arranged in pairs (called homologous pairs).
Setiap spesies hewan memiliki jumlah kromosom tertentu yang tersusun berpasangan (yang disebut pasangan homolog).
6
Sheep have 27 pairs of chromosomes while goats have 30 (Table 6.1).
Domba memiliki 27 pasang kromosom, sedangkan kambing memiliki 30 pasang kromosom (Tabel 6.1).
7
Cells in the body are of two types, namely male and female somatic cells or sex cells, which are also called gametes.
Sel dalam tubuh terdiri dari dua jenis, yaitu sel somatik pria dan wanita atau sel kelamin, yang juga disebut gamet.
8
Male gametes are called sperm and female gametes are called eggs.
Gamet jantan disebut sperma dan gamet betina disebut telur.
9
The sperm and egg cells contain only one chromosome of each pair resulting in one-half the chromosome number (haploid) found in the somatic cells.
Sel sperma dan sel telur hanya mengandung satu kromosom dari setiap pasangan sehingga menghasilkan setengah jumlah kromosom (haploid) yang terdapat pada sel somatik.
10
When the sperm and egg unite, the full chromosome number (diploid) is achieved and the fertilized egg has all the genetic material needed for it to develop into a lamb or kid. 
Ketika sperma dan telur bersatu, jumlah kromosom lengkap (diploid) tercapai dan sel telur yang dibuahi memiliki semua materi genetik yang dibutuhkan untuk berkembang menjadi anak domba atau anak kambing. 
11
Therefore, half of the genes each individual carries are contributed by either of the parents.
Oleh karena itu, setengah dari gen yang dibawa masing-masing individu diberikan oleh masing-masing dari induk.
12
Genes are responsible for the many manifestations that we see within a trait, also called phenotype. 
Gen berpengaruh terhadap berbagai perwujudan yang kita lihat pada suatu sifat, yang juga disebut fenotipe. 
13
For certain traits, the environment can also affect the phenotype.
Untuk sifat-sifat tertentu, lingkungan juga dapat mempengaruhi fenotipe.
14
We can express this relationship as:
Kita dapat menyatakan hubungan ini sebagai berikut:
15
P = G + E   where, P is the phenotype, G is the genotype or genetic makeup, and E is the environmental effect in which the animal makes its record.
P = G + E di mana, P adalah fenotipe, G adalah genotipe atau susunan genetik, dan E adalah efek lingkungan terhadap hewan.
16
Phenotype is what we can see or measure for a given trait.
Fenotipe adalah apa yang bisa kita lihat atau ukur untuk sifat tertentu.
17
Examples are 2.2 kg for birth weight, 94 kg of milk for third lactation, 1.2 kg of wool at first shearing, red coat color, presence of horns, etc. 
Contohnya adalah 2,2 kg untuk berat lahir, 94 kg susu untuk laktasi ketiga, 1,2 kg wol pada pencukuran pertama, warna bulu merah, keberadaan tanduk, dll. 
18
Genotype (G) is the genetic contribution inherited from each parent, and environment (E) constitutes all the environmental (non-genetic) effects. 
Genotipe (G) adalah pengaruh genetik yang diwariskan dari masing-masing induk, dan lingkungan (E) merupakan semua efek lingkungan (non-genetik). 
19
Examples of environmental effects are plane of nutrition, frequency of deworming, ambient temperature, etc.
Contoh efek lingkungan adalah tingkat nutrisi, frekuensi pemberantasan cacing, suhu lingkungan, dll.
20
Certain traits are controlled by only one or a few gene pairs and are affected only slightly or not at all by the environment.
Ciri tertentu dikendalikan oleh hanya satu atau beberapa pasang gen dan hanya dipengaruhi sedikit atau tidak sama sekali oleh lingkungan.
21
These traits are called qualitative traits since they fall into discrete categories such as coat color or the presence of horns.
Ciri ini disebut ciri kualitatif karena ciri ini termasuk dalam kategori khas seperti warna bulu atau keberadaan tanduk.
22
An animal with the genetic makeup for hornedness will have horns regardless of the plane of nutrition, regardless of whether the animal is in Ethiopia, Somalia, or some other country, regardless of whether it is in the highlands or lowlands.
Hewan yang memiliki susunan genetik untuk tanduk akan memiliki tanduk terlepas dari tingkat nutrisi, terlepas dari apakah hewan itu di Ethiopia, Somalia, atau beberapa negara lain, terlepas dari apakah itu di dataran tinggi atau dataran rendah.
23
Other traits called quantitative traits are usually influenced by the action of many genes each with relatively small effects, and by the environment.
Ciri lain yang disebut ciri kuantitatif biasanya dipengaruhi oleh aksi banyak gen yang masing-masing menimbulkan efek yang relatif kecil, dan oleh lingkungan.
24
Unlike qualitative traits, in quantitative traits the consequences of segregation of genes can no longer be seen because the different classes of the trait become more or less continuous.
Berbeda dengan ciri kualitatif, dalam ciri kuantitatif, akibat dari pemisahan gen tidak dapat lagi dilihat karena kelas ciri yang berbeda menjadi lebih atau kurang berkelanjutan.
25
The continuity seen in quantitative traits increases as the number of genes involved increases. 
Keberlanjutan yang terlihat pada ciri kuantitatif meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah gen yang terlibat. 
26
In other words, the number of possible gene combinations increases dramatically with an increase in the number of genes considered.
Dengan kata lain, jumlah kombinasi gen yang mungkin meningkat secara dramatis sejalan dengan peningkatan jumlah gen yang dipertimbangkan.
27
An understanding of this is important when discussing heritability and potential for genetic improvement of animals.
Pemahaman mengenai hal ini penting saat membahas heritabilitas (keterwarisan) dan potensi perbaikan genetik hewan ternak.
28
Quantitative traits tend to differ among animals in degree rather than in kind.
Ciri kuantitatif cenderung berbeda di antara hewan ternak dalam hal derajat daripada dalam hal sifat.
29
Most production traits are of this type.
Sebagian besar ciri produksi termasuk dalam jenis ini.
30
If the number of animals is large enough and the productivity of individual animals is plotted as a frequency distribution, such as a histogram, the distribution measuring phenotypic expression of a trait becomes continuous between the extremes.
Jika jumlah hewan ternak cukup besar dan produktivitas masing-masing hewan ternak digambarkan sebagai suatu distribusi frekuensi, seperti histogram, distribusi yang mengukur wujud fenotipik suatu ciri menjadi berkelanjutan di antara kedua ekstrem.
31
This frequency distribution often takes on a bell shape and approaches what is called a normal curve.
Distribusi frekuensi ini sering berbentuk lonceng dan mendekati apa yang disebut kurva normal.
32
In such a distribution, there are a few animals at each extreme – very low and very high performing – but the largest proportions are near the middle of the distribution with performance not far from the average.
Dalam distribusi semacam ini, ada beberapa hewan ternak di setiap ekstrem - yang berkinerja sangat rendah dan yang berkinerja sangat tinggi - tetapi sebagian besar berada di dekat bagian tengah distribusi dengan kinerja yang tidak jauh dari rata-rata.
33
These traits are also influenced by the environment to which the animal is exposed.
Ciri ini juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat hewan tersebut berada.
34
Growth and milk production in sheep and goats are examples of quantitative traits which show continuous distribution.
Pertumbuhan dan produksi susu pada domba dan kambing adalah contoh ciri kuantitatif yang menunjukkan distribusi berkelanjutan.
35
The data in Table 6.2, histogram (Figure 6.1), and curve (Figure 6.2) show the distribution of weaning weight in Afar sheep. 
Data pada Tabel 6.2, histogram (Gambar 6.1), dan kurva (Gambar 6.2) menunjukkan distribusi bobot sapih pada trah domba Afar. 
36
In our example of weaning weight, we know that it can be affected by plane of nutrition, disease status, milking ability of the dam, season of lambing, etc. 
Pada contoh bobot sapih, kita tahu bahwa bobot sapih dapat dipengaruhi oleh tingkat nutrisi, status penyakit, produksi susu induk betina, musim beranak, dll. 
37
All of these are environmental effects.
Semua ini adalah efek lingkungan.
38
The performance of some important traits, however, is distributed differently.
Namun, kinerja beberapa ciri penting terdistribusi secara berbeda.
39
These include traits like number of offspring in a lifetime and number of offspring born per birth, where distribution shows discrete classes of observation such as single or multiple.
Ini menckaup ciri-ciri seperti jumlah anak seumur hidup dan jumlah anak yang lahir per kelahiran, di mana distribusi menunjukkan kelas pengamatan yang berbeda seperti tunggal atau kembar.
40
Such traits can generally be regarded as quantitative rather than qualitative, because of the fact that many pairs of genes are involved in affecting the outcome and they can be greatly affected by the environment.
Ciri seperti ini umumnya dapat dianggap sebagai ciri kuantitatif daripada kualitatif, karena fakta bahwa banyak pasangan gen terlibat dalam mempengaruhi hasilnya dan ciri ini dapat sangat dipengaruhi oleh lingkungan.
41
These traits may often be controlled by an underlying characteristic which is more continuously variable.
Ciri ini sering dapat dipengaruhi oleh karakteristik dasar yang dapat berubah secara lebih berkelanjutan.
42
For example, there is greater and more continuous variability in ovulation rate, which sets limits to the number of young born at a given parturition, than there is for litter size itself.
Sebagai contoh, ada variasi yang lebih besar dan lebih berkelanjutan pada tingkat ovulasi, yang membatasi jumlah anak yang lahir pada saat melahirkan, dibandingkan dengan jumlah anak per kelahiran itu sendiri.
43
Similarly, levels of hormones control ovulation rate.
Demikian pula, kadar hormon mempengaruhi tingkat ovulasi.
44
There are two ways of improving the performance of sheep and goats, namely improving the environment of the animals and/or improving their genetic potential or genotype.
Ada dua cara untuk meningkatkan kinerja domba dan kambing, yaitu memperbaiki lingkunganmya dan/atau memperbaiki potensi genetik atau genotipenya.
45
There is a need to balance efforts in environment and genotype by examining cost-benefit relationships; either option taken alone will not result in optimal productivity.
Ada keharusan untuk menyeimbangkan usaha perbaikan lingkungan dan perbaikan genotipe dengan meneliti hubungan biaya-manfaat; pemilihan salah satu di antara keduanya tidak akan menghasilkan produktivitas yang optimal.
46
The following points need to be noted in the genetic improvement of sheep and goats.
Hal-hal berikut perlu diperhatikan dalam perbaikan genetik domba dan kambing.
 
Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Melayani Penerjemahan Dokumen Keuangan,
Kedokteran, Kimia, Pertanian, Peternakan, dll.
Medan 20122, Sumatera Utara

No comments: