Google
 

24 March 2018

Contoh Terjemahan Pertanian Inggris-Indonesia: Manajemen Hama (Pest Management)


Di bawah ini contoh terjemahan dokumen pertanian dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia mengenai manajemen hama (pest management).

Source (EN)
Target (ID)
1
6.2 SEMIOCHEMICALS FOR
6.2 BAHAN SEMIOKIMIA UNTUK
2
MONITORING PEST POPULATIONS
MEMANTAU POPULASI HAMA
3
One of the most widespread and successful practical applications of semiochemicals is in detection and monitoring of pest populations (Witzgall et al., 2010).
Salah satu aplikasi praktis bahan semiokimia yang paling luas dan berhasil adalah dalam deteksi dan pemantauan populasi hama (Witzgall dkk, 2010).
4
To rationalize pesticide use, monitoring systems are used to
Untuk merasionalkan penggunaan pestisida, sistem pemantauan digunakan untuk
5
time treatments so that they are only applied when economic thresholds are exceeded.
mengatur waktu penggunaan sehingga pestisida hanya digunakan jika ambang ekonomis sudah terlampaui.
6
Crop scouting by direct inspection of crops is often labour intensive and not feasible for largescale agriculture.
Pengamatan tanaman dengan pemeriksaan langsung tanaman sering terlalu banyak memerlukan tenaga kerja dan tidak memungkinkan untuk pertanian skala besar.
7
Semiochemical baited insect
Perangkap pemantau serangga
8
monitoring traps can provide a solution to this problem.
yang diberi umpan bahan semiokimia dapat menjadi solusi atas masalah ini.
9
Sex pheromones are good for this purpose because they are very strong attractants and are species-specific although they usually only attract males.
Feromon seks cocok untuk keperluan ini karena bahan ini merupakan atraktan yang sangat kuat dan spesifik-spesies walaupun bahan ini biasanya hanya menarik perhatian hama jantan.
10
One of the first pheromone
Salah satu perangkap pemantau
11
monitoring traps was for the pea moth, Cydia nigricana (Wall et al., 1987).
feromon pertama adalah untuk ngengat kacang polong, Cydia nigricana (Wall dkk, 1987).
12
Currently, pheromone lures are used in traps to monitor many different crop pest species (Witzgall et al., 2010).
Saat ini, umpan feromon digunakan pada perangkap untuk memantau berbagai spesies hama tanaman yang berbeda (Witzgall dkk, 2010).
13
Such monitoring systems allow farmers
Sistem pemantau ini memungkinkan petani
14
to time insecticide applications, which reduces economic and environmental costs of insecticide application.
mengatur waktu penyemprotan insektisida, yang mengurangi biaya ekonomi dan lingkungan dari penyemprotan insektisida.
15
Poorly targeted and unnecessary insecticide sprays can have a negative impact on natural enemies of pests.
Semprotan insektisida yang kurang tepat sasaran dan tidak perlu dapat menimbulkan dampak negatif terhadap musuh alami hama.
16
At Rothamsted, the authors recently developed a pheromone trap-based monitoring system for the orange wheat blossom midge (OWBM), Sitodiplosis mosellana (Bruce et al., 2007).
Di Rothamsted, beberapa peneliti baru-baru ini membuat sistem pemantau menggunakan perangkap feromon untuk lalat bunga gandum oranye (orange wheat blossom midge, OWBM), Sitodiplosis mosellana (Bruce dkk, 2007).
17
OWBM is a common and increasingly important pest of wheat in the Northern Hemisphere, causing severe yield losses in years of high infestation.
OWBM adalah hama gandum yang umum dan semakin penting di Belahan Bumi Utara, yang menyebabkan kerugian panen parah pada tahun-tahun serangan yang ganas.
18
Larval feeding on the developing seeds causes shrivelling and presprouting damage and also facilitates secondary fungal attack by Fusarium graminearum and Septoria nodorum.
Larva yang memakan benih yang sedang berkembang menyebabkan pengerutan dan kerusakan sebelum pengecambahan dan juga menyebabkan serangan jamur sekunder oleh Fusarium graminearum dan Septoria nodorum.
19
This affects both the yield and quality of grain harvested.
Ini mempengaruhi hasil maupun mutu gandum yang dipanen.
20
Due to difficulties in detection of OWBM before pheromone traps were developed, the actual degree of damage to crops was often not realized.
Akibat kesulitan dalam mendeteksi OWBM sebelum perangkap feromon dibuat, tingkat kerugian aktual pada tanaman sering tidak diketahui.


Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Melayani Penerjemahan Dokumen Keuangan,
Kedokteran, Kimia, Pertanian, Peternakan, dll.
Medan 20122, Sumatera Utara

No comments: