Google
 

21 October 2017

Apa Perbedaan antara Judgment dan Order?


Saat Anda kebetulan menyaksikan sidang pengadilan, Anda hampir selalu kesulitan menjelaskan apa yang dibicarakan advokat dan hakim, terutama jika Anda baru pertama kali menghadiri sidang pengadilan. Judgment, order, decree, motion, appeal, dan banyak istilah lainnya selalu digunakan oleh orang hukum seolah-olah istilah ini merupakan jargon biasa sehari-hari. Agar hal ini tidak terjadi, istilah-istilah umum yang biasa didengar di pengadilan perlu diketahui. Dua di antaranya adalah istilah judgment dan order.

Judgment dan order adalah dua istilah yang sangat berbeda maknanya. Di pengadilan, judgment adalah putusan yang bersifat final yang dikeluarkan pengadilan untuk mengakhiri, menutup, atau menyelesaikan gugatan atau tuntutan. Judgment merupakan tahap terakhir dari suatu perkara pengadilan biasa. Dengan demikian, judgment menghasilkan penyelesaian perselisihan dan menentukan apa yang wajib dilakukan masing-masing pihak (membayar biaya, dipenjara, atau dibebaskan dari semua dakwaan).

Kewajiban ini merupakan bagian dari isi yang dinyatakan dalam judgment. Pernyataan lainnya dalam judgment antara lain adalah pemberitahuan pihak yang menang dan bantuan injungtif. Berbeda dengan order, judgment biasanya mengikuti suatu format.
Setelah semua penyampaian fakta, pengumpulan bukti, interogasi intensif, dan mekanisme pencarian kesalahan selesai, pengadilan harus menutup semua proses tersebut dengan suatu putusan akhir. Judgment mengakhiri secara resmi persidangan perkara di pengadilan. Judgment merupakan hasil dari persidangan (membandingkan semua bukti).

Sebaliknya, hakim pengadilan adalah orang yang menyatakan order. Order menjelaskan hubungan hukum di antara para pihak yang terlibat dalam suatu perkara. Order juga bisa menentukan tindakan apa yang harus dilakukan salah satu atau semua pihak sehubungan dengan perkara tersebut. Order yang umum adalah order penghentian perbuatan sementara atau TRO. Idealnya, hanya hakim saja yang akan menandatangani order tertulis, tapi di sebagian wilayah, order juga harus disahkan oleh notaris. Berbeda dengan judgment, hakim dapat menyatakan order secara lisan, yang nantinya akan ditulis oleh stenografer.

Kesimpulan:
Judgment mengakhiri perkara pengadilan, sedangkan order tidak.

Isi judgment biasanya mengikuti suatu format standar yang melibatkan syarat-syarat yang harus dipenuhi, sedangkan order bisa berupa pernyataan singkat sederhana tergantung jenis perkaranya.

Karena sifat dari dokumennya, judgment biasanya dinyatakan secara tertulis, sedangkan order dapat dinyatakan secara lisan oleh hakim.

Yang terakhir, berdasarkan semua uraian di atas, maka jika kita bandingkan dengan sistem peradilan di Indonesia dapat disimpulkan bahwa order adalah putusan sela dan judgment adalah putusan akhir.

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Melayani Penerjemahan Dokumen
Bisnis, Keuangan, Kedokteran, Kimia, Pertanian, dll.
Medan, Sumatera Utara

No comments: