Google
 

11 September 2017

Semua Orang Bisa Menjadi "Penerjemah": Benarkah?

Penerjemah adalah orang yang mengubah bahasa suatu naskah atau ucapan dari suatu bahasa sumber ke bahasa sasaran, misalnya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. 

Penerjemah yang mengubah bahasa suatu naskah disebut penerjemah tulisan atau translator, dan penerjemah yang mengubah bahasa suatu ucapan disebut penerjemah lisan atau interpreter. 

Untuk menjadi penerjemah, seseorang harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang memadai sehubungan dengan bahasa sumber maupun bahasa sasaran. 

Jadi, dalam konteks penerjemah bahasa Inggris-Indonesia, seseorang harus menguasai bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia agar bisa menjadi penerjemah.

Untuk menjadi penerjemah tulisan, maka orang tersebut harus menguasai keahlian membaca dan keahlian menulis.

Untuk menjadi penerjemah lisan, orang harus memiliki keahlian menyimak dan berbicara.

Apakah orang yang sudah memiliki keahlian yang memadai dalam membaca, menulis, menyimak, dan berbicara ini otomatis langsung bisa jadi penerjemah? 

Jawaban atas pertanyaan ini adalah mungkin ya dan mungkin juga tidak.

Orang seperti itu bisa langsung menjadi penerjemah jika dia memiliki bakat alami penerjemah. Setelah memiliki keahlian membaca, menulis, menyimak, dan berbicara dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, orang ini bisa menerjemahkan naskah atau ucapan umum dengan relatif baik meskipun tanpa latihan dan pengalaman sebelumnya.

Sebaliknya, orang yang telah memiliki keempat keahlian berbahasa dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia namun tidak memiliki bakat alami penerjemah memerlukan latihan dan pengalaman yang cukup agar mampu menerjemahkan naskah atau ucapan umum dengan baik.

Sehubungan dengan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menjadi penerjemah tidak bisa berlangsung seketika. Diperlukan waktu dan proses yang cukup panjang untuk benar-benar menguasai bahasa sumber dan bahasa sasaran sebelum orang bisa menjadi penerjemah.

Proses yang diperlukan tersebut berlangsung dalam hitungan tahun. Seandainya seseorang secara intensif belajar bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, paling tidak diperlukan waktu setahun untuk menguasai kedua bahasa tersebut.

Idealnya, perlu waktu setidaknya setahun untuk berlatih secara intensif menerjemahkan naskah atau ucapan pada bidang tertentu agar seseorang siap menjadi penerjemah profesional.

Jadi, paling tidak diperlukan proses belajar dan berlatih selama dua tahun untuk menjadi penerjemah di bidang tertentu.

Namun demikian, sebenarnya setiap orang bisa menjadi "penerjemah" secara instan tanpa melalui proses belajar dan berlatih yang bisa memakan waktu lebih dari dua tahun.

Ya, ada cara yang cepat untuk menjadi "penerjemah." Tentu saja, penerjemah berbeda dengan "penerjemah." 

Penerjemah harus memenuhi semua syarat di atas dan menjalani proses belajar dan berlatih. "Penerjemah" tidak perlu memenuhi semua syarat dan proses tersebut.

Dengan kata lain, "penerjemah" dalam pengertian ini adalah penerjemah semu. "Penerjemah" adalah siapa saja yang berminat bekerja sama dengan penerjemah untuk memasarkan jasa penerjemahannya. 

Sehubungan dengan hal ini, saya menawarkan reseller program atau program kerja sama pemasaran jasa penerjemahan Inggris-Indonesia.

Untuk saat ini, program ini ditujukan khusus untuk pemasaran jasa penerjemahan bahasa Inggris-Indonesia kepada para mahasiswa prasarjana (S1) dan pascasarjana (S2-S3) di seluruh Indonesia.

Siapa pun yang berminat, silakan hubungi saya melalui WA dengan nomor seperti pada brosur di bawah ini atau dengan mengklik tombol Chat via WA pada blog ini. 

Tugas Anda hanya menyebarkan dan memasang brosur ini di tempat yang sering dilihat banyak orang di lingkungan kampus prasarjana dan pascasarjana atau di blog dan situs web Anda. 

Jangan lupa mengganti nama dan nomor WA saya dengan nama dan nomor WA Anda.

Jika nanti ada orang yang perlu jasa penerjemahan, orang tersebut menghubungi Anda dan menyerahkan dokumennya kepada Anda. 

Kemudian, Anda mengirimkan dokumen tersebut ke email saya, dan saya menghitung biayanya dan kapan terjemahan selesai.

Selanjutnya, saya mengirimkan perhitungan biaya tersebut dan jadwal penyelesaian order ke email atau WA Anda, dan Anda memberitahukannya kepada calon klien serta meminta pembayaran penuh.

Setelah klien membayar, Anda mentransfer uang tersebut ke rekening bank saya setelah dipotong jatah bagi hasil untuk Anda sebesar 15% dari nilai order. 

Jika terjemahan sudah selesai, saya mengirimkannya ke email atau WA Anda, dan kemudian Anda menyerahkannya kepada klien. 

No comments: