Google
 

03 September 2017

Padanan dari Not Necessarily: Tidak Mesti vs Belum Tentu?

Secara umum, seorang penerjemah sudah memahami bahwa mesti = tentu, dan tentu saja, tentu = mesti.

Menurut KBBI daring (onlen), mesti = pasti, tentu, tidak boleh tidak, harus. Contoh pemakaian dalam kalimat:
1. Kalau kauturuti nasihat itu, mesti tercapai maksudmu.
2. Engkau mesti berangkat sekarang kalau engkau tidak ingin terlambat menghadiri pemakaman ayahmu.

Selanjutnya, tentu = pasti, tidak berubah lagi, terang, positif, tegas, niscaya, mesti, tidak boleh tidak. Contoh penggunaan pada kalimat:
1. Tentu ia dapat menepati janjinya.
2. Kabar kenaikan pangkat suaminya masih belum tentu.
3. Minumlah obat ini, tentu penyakitmu cepat sembuh.

Dari definisi di atas terlihat bahwa pada dasarnya mesti dan tentu memiliki makna yang sama. Namun demikian, judul artikel ini membandingkan atau mempertentangkan 'tidak mesti' dan 'belum tentu.' Hal ini menyiratkan bahwa terdapat perbedaan makna di antara keduanya.

Ya, memang benar. Meskipun pada hakikatnya tentu dan mesti mempunyai pengertian yang sama, kedua frasa ini sebenarnya memiliki nuansa makna tergantung pada konteks pemakaiannya.

Sebelum melakukan eksperimen pertukaran menggunakan kalimat, nuansa makna tersebut tidak terlihat jelas. Meskipun demikian, mari kita lakukan eksperimen pertukaran berikut:

1. Kalau kauturuti nasihat itu, mesti tercapai maksudmu.
Sekarang kita ganti kata mesti dengan tentu, maka kalimatnya menjadi:

1.a. Kalau kauturuti nasihat itu, tentu tercapai maksudmu.
Pertukaran ini tidak mengubah makna. Mesti pada 1. sama saja maknanya dengan tentu 1.1a., yaitu pasti.

Selanjutnya, marti kita lihat kalimat berikut.
2. Engkau mesti berangkat sekarang kalau engkau tidak ingin terlambat menghadiri pemakaman ayahmu.

Lalu kita ganti mesti dengan tentu:
2.a. Engkau tentu berangkat sekarang kalau engkau tidak ingin terlambat menghadiri pemakaman ayahmu.

Mari kita bandingkan pengertian kedua kata tersebut pada kedua kalimat di atas. Pada 2., mesti = harus. Pada 2.a., tentu = pasti. Pada 2., mesti mengandung makna kewajiban, sedangkan pada 2.a., tentu tidak bermakna kewajiban tapi kepastian. Inilah nuansa maknanya.

Dengan kata lain, mesti dan tentu mengandung perbedaan makna walaupun kecil.

Sekarang mari kita kembali ke leptop: apa padanan bahasa Indonesia dari 'not necessarily' ? Apakah 'tidak mesti' ataukah 'belum tentu'?

Jawabannya tentu tergantung pada konteks pemakaiannya. 'Not necessarily' bisa bermakna 'tidak mesti' atau 'belum tentu' bergantung pada pemakaiannya dalam kalimat.

Sekarang mari kita lihat naskah sumber sebagai berikut:
The parties should be aware that the mediation process may not necessarily interrupt time limits.

Jika diterjemahkan:
1. Para pihak harus menyadari bahwa proses mediasi tidak mesti mengundurkan batas waktu.

2. Para pihak harus menyadari bahwa proses mediasi belum tentu mengundurkan batas waktu.

Pada kedua kalimat di atas, mesti dan tentu sama-sama mengandung makna kepastian, bukan kewajiban. Mengapa keduanya tidak mengandung makna kewajiban? Karena kewajiban hanya berlaku pada manusia, bukan pada benda. Faktanya, proses mediasi = benda, bukan manusia.

Karena itu, 'tidak mesti' dan 'belum tentu' sama-sama dapat digunakan untuk kalimat di atas.

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemahan Dokumen
Bisnis, Keuangan, Kedokteran, Kimia, dll.
Medan, Sumatera Utara

No comments: