Google
 

03 June 2016

Padanan Successor dan Permitted Assign



Dalam suatu forum penerjemah Indonesia, ada pertanyaan mengenai padanan bahasa Indonesia dari istilah bahasa Inggris successor dan permitted assign.

Naskah sumber:
"Hereinafter with its successor and permitted assigns referred to as the lessor."

Analisis:
Dengan berpedoman pada kata 'lessor' (orang yg menyewakan), maka dapat disimpulkan bahwa klausa tersebut merupakan bagian dari kontrak sewa suatu properti/aset.

Jadi, successor = pewaris atau pengganti, tergantung konteksnya.

Kalau pemilik properti tersebut kemudian meninggal dan selanjutnya isteri atau anaknya mengambil alih kepemilikan properti tersebut, maka successor = pewaris.

Kalau pemilik properti tersebut tidak meninggal tapi kepemilikannya suatu hari beralih kepada orang lain melalui jual-beli, maka successor = pengganti.

Karena pada saat kontrak tsb dibuat si pemilik masih hidup dan kepemilikan properti belum berpindah tangan, maka untuk merangkum kedua makna tsb, saya mengusulkan successor = penerus atau pemilik baru.

Selanjutnya, dalam konteks ini, assign = assignee = penerima pengalihan hak. Permitted assign = penerima pengalihan hak yang diizinkan atau diperbolehkan atau disepakati oleh kedua pihak dalam kontrak tsb.

Kata permitted ini digunakan untuk memperjelas karena ada juga assignment yang prohibited (dilarang), yaitu pengalihan yang akan merugikan pihak lain.

Berdasarkan kata-kata pada klausa tsb, dapat disimpulkan bahwa pengalihan hak (assignment) yang dimaksud adalah pengalihan hak memperoleh manfaat dari properti tsb.

Bisa jadi, suatu saat di kemudian hari pemilik properti mengalami kesulitan keuangan dan menyerahkan sertifikat hak milik propertinya ke bank sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit.

Dengan demikian, telah terjadi pengalihan hak (assignment) memperoleh manfaat atas properti tsb dari pemilik properti ke bank.

Manfaat yang dimaksud di sini adalah menerima uang sewa dari lessee (orang yg menyewa atau penyewa).

Successor jelas pemilik properti dan dengan demikian dia dapat menyewakan properti tersebut sehingga sebagaimana disebutkan pada naskah sumber, successor selanjutnya disebut lessor (orang yang menyewakan).

Selanjutnya, karena secara hukum penerima pengalihan hak (assign atau assignee) berhak memperoleh manfaat dari properti yang disewakan tersebut, maka dalam hal ini kedudukan successor setara dengan assign atau assignee. 

Dengan demikian, assign atau assignee ini dapat juga disebut lessor (orang yang menyewakan). Karena itulah, dalam naskah sumber assign atau assignee ini selanjutnya disebut lessor (orang yang menyewakan).

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Medan, Sumatera Utara

No comments: