Google
 

15 February 2011

Klasifikasi Tarif Jasa Penerjemahan

Sebagaimana bidang-bidang usaha lainnya, dalam bisnis jasa penerjemahan terdapat klien atau pengguna jasa penerjemahan yang beragam daya belinya. Tentu saja, daya beli pengguna jasa penerjemahan di tingkat lokal berbeda dengan daya beli pengguna jasa penerjemahan di tingkat nasional dan internasional.

Dengan mempertimbangkan perbedaan daya beli di antara pengguna jasa penerjemahan ini, saya menerapkan tarif yang berbeda untuk pengguna jasa penerjemahan yang berbeda.

Berdasarkan pengalaman saya sebagai penerjemah sejak awal tahun 1990 sampai sekarang, saya menetapkan klasifikasi pengguna jasa penerjemahan yang meliputi pengguna jasa penerjemahan lokal, pengguna jasa penerjemahan nasional, dan pengguna jasa penerjemahan internasional.

Pengguna jasa penerjemahan lokal mencakup semua pengguna jasa penerjemahan baik perorangan maupun organisasi non-asing yang berada di wilayah geografis provinsi Sumatera Barat. Pengguna jasa penerjemahan nasional adalah pengguna jasa penerjemahan baik perorangan maupun organisasi non-asing yang berada di wilayah Republik Indonesia. Pengguna jasa penerjemahan internasional adalah pengguna jasa penerjemahan perorangan atau organisasi asing yang berada di wilayah Republik Indonesia dan pengguna jasa penerjemahan perorangan atau organisasi di luar wilayah Republik Indonesia.

Pengguna jasa penerjemahan internasional ini dibagi lagi menjadi pengguna jasa penerjemahan negara Barat dan pengguna jasa penerjemahan bukan negara Barat. Pengguna jasa penerjemahan negara Barat adalah pengguna jasa penerjemahan baik perorangan maupun organisasi yang berasal dari negara-negara Barat seperti negara-negara Eropa Barat, Amerika Utara, Australia, dan Selandia Baru.

Pengguna jasa penerjemahan bukan negara Barat adalah pengguna jasa penerjemahan baik perorangan maupun organisasi yang berasal dari negara-negara Eropa Timur, Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Dari keempat klasifikasi pengguna jasa penerjemahan ini, pengguna jasa penerjemahan negara Barat merupakan pengguna jasa penerjemahan dengan daya beli paling tinggi. Sebaliknya, pengguna jasa penerjemahan lokal adalah pengguna jasa penerjemahan yang daya belinya paling rendah. Pengguna jasa penerjemahan bukan negara Barat memiliki daya beli yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna jasa penerjemahan nasional.

Tarif jasa penerjemahan yang saya berlakukan untuk pengguna jasa penerjemahan nasional cuma berbeda sedikit dengan tarif jasa penerjemahan untuk pengguna jasa penerjemahan lokal (Rp250 dan Rp200). Tarif jasa penerjemahan yang saya terapkan untuk pengguna jasa penerjemahan negara Barat dua kali lebih tinggi daripada tarif jasa penerjemahan untuk pengguna jasa penerjemahan bukan negara Barat (US$0.12 dan US$0.06 per kata naskah sumber).

No comments: