Google
 

24 March 2008

Sample Medical Translation - Effects of G-CSF and GM-CSF on Chemotherapy-Related Mortality and Infection

English Source Text

Effects of G-CSF and GM-CSF on Chemotherapy-Related Mortality and Infection

A meta-analysis revealed that mortality rates were similar with or without CSFs during chemotherapy, although rates of infection and infection-associated morbidity were lower with CSFs.

Cytokine supportive care with the colony-stimulating factors G-CSF (granulocyte colony–stimulating factor) or GM-CSF (granulocyte-macrophage colony–stimulating factor) is used widely for patients who are undergoing chemotherapy or stem-cell transplantation. Shorter duration of neutropenia and lower infection rates have been reported with CSF use, but the effect of CSFs on rates of serious infection and overall mortality has been unclear because of the small size of individual studies.

Researchers evaluated all-cause and infection-related mortality rates in a comprehensive meta-analysis of randomized controlled trials in which G-CSF or GM-CSF was compared with placebo or no CSF treatment in chemotherapy or stem-cell–transplantation patients. Studies were included in the meta-analysis if CSF was given concurrently with or subsequent to chemotherapy but before onset of any neutropenia and if chemotherapy did not differ substantially between the CSF and control arms; 148 studies (16,839 patients or treatment cycles) met inclusion criteria. The primary endpoint was the median short-term (3–6 weeks) all-cause mortality rate; secondary endpoints were infection and febrile neutropenia (FN) incidences.

Median short-term mortality rates were similar for the CSF and control groups, although infection-related deaths were slightly less common with CSF (see Table 1). Duration of FN and time that absolute neutrophil counts remained lower than 500 cells/mm3 were shorter in the CSF group than in the control group by 1 and 4 days, respectively. Interestingly, CSF showed no benefit in patients with high risk for treatment-associated FN; in fact, CSF benefit was greater in patients for whom FN risk was ≤20%.

Source: Journal Watch
http://oncology-hematology.jwatch.org/cgi/content/full/2007/1023/1


Terjemahan Bahasa Indonesia

Pengaruh G-CSF dan GM-CSF terhadap Kematian dan Infeksi yang Terkait-Kemoterapi

Sebuah meta-analisis mengungkapkan bahwa selama kemoterapi dengan atau tanpa CSF tingkat kematian relatif sama walaupun tingkat infeksi dan kesakitan yang berkaitan dengan infeksi lebih rendah pada kemoterapi dengan CSF.

Perawatan pendukung sitokin dengan dengan faktor perangsang-koloni G-CSF (granulocyte colony–stimulating factor, faktor perangsang koloni granulosit) atau GM-CSF (granulocyte-macrophage colony–stimulating factor, faktor perangsang koloni granulosit-makrofag) sering digunakan untuk pasien yang menjalani kemoterapi atau pencangkokan sel-batang. Jangka waktu neutropenia yang lebih singkat dan tingkat infeksi yang lebih rendah telah dilaporkan pada penggunaan CSF, tapi pengaruh CSF terhadap tingkat infeksi berat dan tingkat kematian total masih belum jelas karena skala masing-masing penelitian yang kecil.

Peneliti mengevaluasi tingkat kematian semua-sebab dan tingkat kematian yang terkait infeksi dalam sebuah meta-analisis menyeluruh mengenai percobaan terkontrol acak di mana G-CSF atau GM-CSF dibandingkan dengan plasebo atau perlakuan tanpa CSF pada pasien kemoterapi atau pencangkokan sel-batang. Penelitian dimasukkan dalam meta-analisis bila CSF diberikan bersamaan dengan atau setelah kemoterapi tapi sebelum dimulainya neutropenia dan bila kemoterapi tidak berbeda secara signifikan antara kelompok CSF dan kelompok kontrol; 148 penelitian (16.839 pasien atau siklus perlakuan) memenuhi kriteria partisipasi. Hasil akhir primernya adalah tingkat kematian semua-sebab rata-rata jangka pendek (3–6 minggu); hasil akhir sekundernya adalah tingkat infeksi neutropenia akibat demam (FN).

Tingkat kematian rata-rata jangka panjang relatif sama untuk kelompok CSF dan kelompok kontrol walaupun kematian yang terkait infeksi sedikit lebih jarang terjadi pada kelompok CSF (lihat Tabel 1). Jangka waktu FN dan jangka waktu di mana jumlah mutlak neutrofil tetap kurang dari 500 sel/mm3 lebih singkat pada kelompok CSF dibandingkan dengan pada kelompok kontrol, masing-masing selama 1 dan 4 hari. Yang menarik, CSF tidak memberikan manfaat pada pasien yang berisiko tinggi mengalami FN yang berkaitan dengan perlakuan; kenyataannya, manfaat CSF lebih besar pada pasien yang risiko FN-nya ≤20%.

Sumber: Journal Watch
http://oncology-hematology.jwatch.org/cgi/content/full/2007/1023/1

No comments: