Google
 

30 November 2007

Tahapan dalam Menekuni Bisnis Penerjemahan

Selamat pagi rekan-rekan penerjemah.

Kali ini saya tertarik untuk berbagi pengalaman mengenai tahapan dalam menekuni bisnis penerjemahan. Yang saya maksud dengan tahapan di sini berkaitan dengan penggunaan perangkat keras dalam melakukan penerjemahan.

Saya sendiri ada empat tahapan yang dilalui:
1. Tulis tangan
2. Mesin Tik
3. Komputer
4. Komputer + Internet

Tulis Tangan
Waktu itu saya baru saja membuat keputusan penting meninggalkan jurusan teknik elektro, FPTK IKIP Padang karena sudah terbayang jelas di mata perjalanan studi saya bakal jauh lebih parah daripada keadaan yang sudah ada. Dari empat semester yang sudah dilalui, hanya semester pertama saja saya dapat IP 2,45. Tiga semester sisanya IP berkisar dari 0 sampai 1,5.

Sejak meninggalkan kampus inilah saya mulai mencoba menerjemahkan teks bahasa Inggris berbagai bidang - teknik elektro, pendidikan, pertanian, ekonomi, kedokteran, dan hukum untuk para mahasiswa.

Karena baru pertama kali dan memang selama ini tidak ada bantuan dana dari orang tua, penerjemahan saya lakukan hanya dengan bermodal pena dan kertas HVS. Sejujurnya, saya akui tulisan tangan saya tergolong 'berseni' sehingga pada mulanya orang kesulitan memahami apa yang saya tulis. Namun demikian, karena penerjemahan dengan modal minimal ini saya jalani selama bertahun-tahun, lama-kelamaan tulisan saya semakin bagus dan rapi.

Mesin Tik
Karena pada tahap tulis tangan tarif penerjemahan saya sangat murah (Rp250 per halaman teks sumber yang rata-rata terdiri dari 400 kata), order yang masuk luar biasa banyak. Dari awal semester sampai akhir semester jadwal saya sudah penuh.

Karena setiap kali menulis tangan saya selalu berkeringat dan hal ini jelas sangat merepotkan dan mengganggu, akhirnya uang yang sudah terkumpul saya pakai untuk beli mesin tik. Selamat tinggal tulis tangan.

Komputer
Dengan mesin tik masalah tangan berkeringat dan kertas yang sering jadi basah karenanya dapat diatasi dan penerjemahan juga berlangsung jauh lebih cepat dan rapi.

Sayangnya, timbul masalah baru - kesalahan yang terjadi ketika penerjemahan sudah masuk beberapa halaman mengharuskan kita mengulang pengetikan dari awal lagi. Ini jelas sangat menyita waktu dan menjengkelkan.

Karena itulah, dana yang didapat selama penerjemahan menggunakan mesin tik saya pakai untuk beli komputer Pentium 1.

Komputer + Internet
Waktu saya kuliah lagi di jurusan bahasa Inggris FKIP Universitas Bung Hatta tahun 1999, saya mulai mengenal Internet berkat adanya mata kuliah CALL (Computer Assisted Language Learning) 1 dan 2. Sejak itulah saya mulai bertekad untuk membeli komputer Pentium 4 supaya nanti bisa pasang Internet di rumah.

Karena itu, saya mulai sering ke Warnet untuk belajar menggunakan Internet dan mencari informasi berkaitan dengan bisnis penerjemahan. Dari Warnet inilah saya mendapat informasi mengenai ProZ.com dan tarif penerjemahan internasional.

Singkat cerita, saya mendaftar sebagai anggota gratis ProZ.com. Setelah mempelajari aturan main dan potensi keuntungan dari anggota berbayar, akhirnya dengan modal keyakinan dan kenekadan saya mendaftar sebagai anggota platinum.

Alhamdulillah, ternyata modal nekad saya tidak sia-sia. Sekitar 2-3 bulan setelah jadi anggota platinum, saya dapat tawaran order penerjemahan internasional pertama dari negeri om Tony. Berkat order pertama ini, uang pendaftaran anggota platinum langsung kembali modal dan saya segera membeli komputer Pentium 4 dan pakai Internet.

Karena Internet dial-up Telkomnet Instant sangat lamban, selanjutnya saya mendaftar untuk berlangganan Broadband Internet Access Telkomnet Speedy.

Demikianlah beberapa tahapan yang saya lalui sebagai seorang penerjemah bebas. Saya ingin mendengar bagaimana pengalaman rekan-rekan.

2 comments:

Belajar Inggris said...

Bagaimana pendapat anda tentang software penerjemah seperti rekso dan smart translator?
Salam kenal

Hipyan Nopri (Mr) said...

Sejauh pengetahuan saya, belum ada perangkat lunak yang dapat menghasilkan terjemahan yang bagus sebagaimana yang bisa dihasilkan oleh penerjemah manusia.-:)
Perangkat lunak penerjemahan biasanya hanya cocok untuk penerjemahan teks-teks singkat dan sederhana.