Google
 

31 October 2007

Beberapa Usul untuk Kongres HPI ke 9

Rekan penerjemah,
Surat ini sebenarnya sudah saya pajang di Forum Bahasa Indonesia ProZ.com sebelum kongres HPI
23 Juni 2007 yang lalu, tapi karena rasanya penting dan relevan, maka surat ini saya pajang di blog penerjemah ini. Mudah-mudahan jadi gagasan yang bermanfaat bagi kita semua para penerjemah Indonesia. Berikut salinan lengkapnya:

Surat terbuka ini saya buat sebagai gagasan yang ditujukan untuk mempublikasikan dan mempromosikan para penerjemah Indonesia, profesi penerjemahan, HPI, dan meningkatkan mutu para penerjemah. Selain itu, surat ini saya buat karena saya tidak bisa ikut hadir dalam Kongres tsb. Selain dikirimkan ke ProZ.com dan Milis Bahtera, tentu saja, surat ini akan segera saya kirimkan kepada Panitia Penyelenggara Kongres HPI ke 9.
1. Sejak mendaftar bulan April 2006 sampai sekarang saya belum mendapatkan kartu anggota. Karena itu, pengurus baru diharapkan membuat dan membagikan kartu anggota kepada seluruh anggota HPI. Bagi saya, dan saya yakin juga bagi rekan-rekan semua, kartu anggota merupakan suatu kebanggaan yang menunjukkan identitas kita sebagai penerjemah dan keberadaan profesi penerjemahan.
2. Pembuatan stempel penerjemah anggota HPI sebagai salah satu cara untuk mempublikasikan dan mempromosikan profesi penerjemahan pada umumnya dan HPI khususnya. Sertifikasi/akreditasi (baik untuk bidang umum, ilmiah, maupun hukum (untuk penerjemah tersumpah)) dari PPFIB UI (Pusat Penerjemahan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia) dijadikan syarat untuk mendapatkan stempel ini.
3. Daftar seluruh anggota HPI (beserta profil lengkap masing-masing anggota) dipasang di laman HPI. Ini akan sangat memudahkan calon pengguna jasa penerjemahan dalam mencari penerjemah yang dibutuhkannya.
4. Klasifikasi anggota HPI: a. Anggota bersertifikat/terakreditasi dan b. Anggota yang belum bersertifikat/terakreditasi (biasa).
5. Untuk menjadi anggota bersertifikat/terakreditasi, penerjemah harus sudah memperoleh akreditasi minimal B dari PPFIB UI.
6. Pada daftar penerjemah di laman HPI, anggota bersertifikat/terakreditasi diletakkan di halaman terdepan, dan anggota biasa diletakkan di halaman berikutnya.
7. Selama ini, HPI dan PPFIB UI sudah menjalin kerjasama. Namun demikian, perlu penambahan satu item lagi kerjasama HPI dan PPFIB UI: PPFIB UI menjadi penyelenggara ujian kualifikasi penerjemah seperti selama ini, tapi pemeriksaan dan penilaian hasil terjemahan peserta ujian diserahkan kepada HPI. Selanjutnya, HPI menugaskan para anggotanya yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu (yang dapat ditentukan kemudian) untuk memeriksa dan menilai hasil terjemahan tsb. Dengan cara ini, peserta ujian tidak perlu menunggu selama satu tahun (seperti yang berlaku selama ini) untuk mengetahui hasil ujiannya.
8. HPI hanya terdiri dari para penerjemah perorangan. Biro penerjemah/agensi tidak boleh menjadi anggota HPI. Prinsip dasar ini perlu diterapkan untuk menghindari konflik kepentingan. Bagaimanapun, penerjemah dan biro penerjemah pasti mempunyai kepentingan yang berlawanan. Dengan demikian, posisi tawar penerjemah akan semakin kuat.
9. HPI menjalin kemitraan dengan media-media massa terkemuka nasional untuk mempublikasikan dan mempromosikan para penerjemah anggotanya dan keberadaan profesi penerjemahan.
10. Pendaftaran HPI sebagai anggota luar biasa (anggota yang berupa perhimpunan) KADIN. Keanggotaan di KADIN ini akan menjadi promosi yang sangat terarah dan efektif karena perusahaan-perusahaan anggota KADIN banyak yang membutuhkan jasa penerjemahan mengingat interaksi mereka dengan mitra internasionalnya.
11. Penerbitan Nawala (Newsletter) HPI. Nawala ini kemudian dibagikan kepada seluruh anggota HPI, perusahaan-perusahaan anggota KADIN, dan lembaga-lembaga pemerintah/swasta/internasional.
12. Di sekretariat HPI harus ada pengurus yang selalu bertugas dari hari Senin sampai Jum'at dan siaga untuk melayani korespondensi dari anggota maupun pihak lainnya.
Bagaimana tanggapan rekan semua?

Teruskan perjuangan

Hipyan

No comments: