Google
 

10 September 2007

Tarif Jasa Penerjemahan vs Mutu Hasil Terjemahan

Sebagai seorang penerjemah yang telah menekuni bisnis penerjemahan selama tujuh belas tahun lebih, saya sudah menghadapi berbagai macam sifat dan tingkah laku klien. Sebagian klien tidak mempersoalkan besarnya tarif jasa penerjemahan asalkan hasil terjemahan yang diberikan penerjemah memenuhi kriteria terjemahan yang bermutu. Sebagian klien mengharapkan tarif yang murah namun mengharapkan hasil terjemahan yang bermutu.

Kalau menurut prinsip ekonomi kapitalis, pembeli akan berusaha mendapatkan barang/jasa dengan mutu setinggi-tingginya namun dengan harga semurah-murahnya. Tentu saja, ini adalah prinsip yang sangat tidak logis. Untuk mendapatkan barang/jasa bermutu, pembeli harus mau berkorban dengan membayar harga yang sesuai. Contoh sederhana, harga VCD bajakan (yang tentu saja bermutu rendah) jauh lebih murah daripada VCD asli; harga komputer rakitan jauh lebih murah daripada komputer yang langsung diproduksi pabrik; dan tarif pengacara handal dan berpengalaman jauh lebih mahal daripada pengacara pemula.

Sekarang kembali ke bidang penerjemahan. Untuk mendapatkan hasil terjemahan yang bermutu, seorang penerjemah harus menyediakan waktu dan mengerahkan tenaga, pengetahuan, keterampilan, dan pengalamannya, melengkapi referensinya seperti kamus berbagai bidang dan ensiklopedia, dan mempunyai koneksi Internet yang handal sebagai alat bantu untuk melakukan riset online. Semua ini tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Karena itu, secara umum, tarif jasa penerjemahan berkaitan erat dengan mutu hasil terjemahan. Penerjemah yang menetapkan tarif jasa penerjemahan yang tinggi akan menghasilkan terjemahan yang bermutu tinggi. Begitu pula sebaliknya, tarif yang murah biasanya menandakan mutu yang rendah.

Memang diakui bahwa ada sebagian kecil kasus di mana tarif jasa penerjemahan tidak berkorelasi dengan mutu hasil terjemahan. Dengan kata lain, ada juga kasus di mana penerjemah menetapkan tarif yang tinggi namun hasil terjemahannya bermutu rendah. Kasus ini bisa terjadi bila penerjemah tersebut mengetahui tarif pasaran jasa penerjemahan namun tidak jujur. Dia menyadari bahwa pengetahuan dan keterampilannya tidak sesuai dengan tarif yang dipasangnya tapi dia tetap melakukannya. Dalam jangka panjang, penerjemah seperti ini akan ditinggalkan klien.

Sayangnya, ada juga kasus di mana seorang penerjemah memasang tarif yang murah namun menghasilkan terjemahan bermutu tinggi. Kasus ini bisa terjadi bila penerjemah bersangkutan tidak mengetahui tarif pasaran jasa penerjemahan namun jujur. Artinya, dia melakukan yang terbaik untuk menghasilkan terjemahan bermutu. Namun demikian, seiring perjalanan waktu, penerjemah seperti ini akan mendapatkan semakin banyak klien dan akhirnya akan menaikkan tarifnya setelah ia mendapatkan informasi mengenai tarif pasaran yang berlaku.

Singkatnya, tarif jasa penerjemahan berkaitan erat dengan mutu hasil terjemahan. Seorang penerjemah berani memasang tarif yang tinggi apabila dia yakin mampu menghasilkan terjemahan bermutu. Sebaliknya, penerjemah yang belum percaya diri dengan pengetahuan dan keterampilan penerjemahannya akan cenderung menetapkan tarif yang lebih rendah daripada tarif pasaran.

No comments: