Google
 

06 September 2007

Penerjemah vs Biro Penerjemah: Pilih Mana?

Secara umum, penerjemah dan biro penerjemah sama-sama merupakan penyedia jasa penerjemahan. Namun demikian, bila diteliti lebih jauh, penyedia jasa penerjemahan yang sesungguhnya adalah penerjemah karena biro penerjemah hanya berperan sebagai perantara.

Jika suatu skema jual-beli dapat kita gambarkan terdiri atas penjual dan pembeli, maka biro penerjemahan merupakan pedagang atau penjual perantara yang menghubungkan penjual produsen dan pembeli. Sebagai penjual kedua, tentu saja biro penerjemahan juga akan mengambil sejumlah keuntungan dari jualannya.

Sebagai perantara, biro penerjemah memasarkan jasa penerjemahan, dan setelah mendapat order dari klien biro tersebut memberikan order penerjemahan tsb kepada penerjemah. Dengan kata lain, biro penerjemah lebih berperan dalam hal manajemen pemasaran jasa penerjemahan.

Namun demikian, ini tidak berarti penerjemah tidak bisa memasarkan jasa penerjemahannya. Seorang penerjemah frilans dapat memasarkan sendiri jasa penerjemahannya melalui berbagai media seperti koran, newsletter (nawala), buku petunjuk telepon halaman kuning, atau Internet.

Dengan demikian, bila klien ingin mendapatkan jasa penerjemahan dengan biaya yang lebih murah, mereka lebih baik menghubungi langsung penerjemah bersangkutan untuk memperpendek rantai pemasaran jasa penerjemahan. Tanpa perantaraan biro penerjemah, tentu saja klien tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra yang bakal dipungut biro penerjemah tersebut karena klien langsung berhubungan dengan penerjemah bersangkutan.

Sebagai ilustrasi sederhana, mari kita lihat mekanisme pemasaran kambing. Orang yang akan membeli kambing akan memperoleh harga kambing yang lebih murah jika dia membeli kambing langsung ke peternaknya dibandingkan dengan bila dia membelinya di pasar ternak.

Begitu pula dengan mekanisme pemasaran jasa penerjemahan. Orang yang memerlukan jasa penerjemah untuk menerjemahkan dokumen pentingnya akan memperoleh tarif jasa penerjemahan yang lebih murah jika dia langsung menghubungi penerjemah bersangkutan daripada menghubungi biro penerjemahan.

Namun demikian, kalau klien berupa perusahaan yang memerlukan jasa penerjemahan untuk banyak bahasa, klien biasanya selalu memberikan order kepada biro penerjemahan. Contoh klien seperti ini adalah perusahaan asing yang ingin menerjemahkan situs webnya ke sejumlah bahasa utama di dunia. Tentu bakal repot sekali kalau seorang penerjemah frilans diberi tugas untuk menangani order penerjemahan besar yang melibatkan beragam bahasa dan banyak penerjemah. Dengan keterampilan manajemen proyeknya, order seperti ini memang lebih baik ditangani biro penerjemahan.

Sebagai kesimpulan, dapat dikatakan bahwa penerjemah adalah penyedia jasa penerjemahan yang sesungguhnya, sedangkan biro penerjemah lebih berperan dalam manajemen pemasaran dan manajemen proyek penerjemahan multi-bahasa. Meskipun demikian, dengan keterampilan dan keahlian khas masing-masing, kedua pihak ini bisa melakukan kerja sama yang saling menguntungkan.

Hipyan Nopri, S.Pd.
Penerjemah Hukum Inggris-Indonesia
Juga Menyediakan Jasa Penerjemah Bidang Bisnis/Keuangan, Kedokteran, Kimia, Agrobisnis, dll.
Medan, Sumatera Utara

No comments:

Mau Order? Klik Tautan Ini.