Google
 

17 September 2007

Terjemahan Tersumpah - Pengesahan (Sertifikasi) Hasil Terjemahan

Pengesahan atau sertifikasi hasil terjemahan, untuk mendapatkan terjemahan tersumpah, biasanya diperlukan untuk penerjemahan dokumen hukum seperti akte kelahiran, surat nikah, akte perceraian, ijazah, transkrip nilai, perjanjian, kontrak, surat persetujuan resmi, berita acara pemeriksaan, dokumen penelitian, dll. Masyarakat awam mungkin beranggapan bahwa pengesahan hasil terjemahan dokumen hukum hanya dapat dilakukan oleh penerjemah tersumpah. Dengan kata lain, hanya penerjemah tersumpah yang dapat dan boleh menerjemahkan dokumen hukum.

Sebenarnya, ada beberapa metode pengesahan hasil terjemahan - pernyataan tertulis penerjemah, penerjemah tersumpah, afidavit, dan apostil. Metode pertama dan kedua tidak memerlukan biaya; metode ketiga dan keempat memerlukan biaya yang cukup besar. Metode pertama, yaitu pernyataan tertulis penerjemah, adalah metode pengesahan yang paling sederhana. Dengan metode pengesahan ini, penerjemah mencantumkan pernyataan tertulis pada hasil terjemahannya yang menyatakan bahwa teks bahasa sasaran adalah terjemahan yang akurat, benar, dan lengkap dari teks bahasa asal.

Metode pengesahan yang kedua adalah penerjemahan yang dilakukan oleh penerjemah tersumpah. Di Indonesia, seorang penerjemah mendapat sertifikat penerjemah tersumpah apabila dia sudah mendapat nilai A dalam ujian kualifikasi penerjemah (yang diadakan oleh PPFIB UI) dan mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikat tersebut ke Gubernur DKI Jakarta. Dengan metode ini, penerjemah tersumpah mencantumkan pernyataan berstempel.
Hasil terjemahan bisa juga disahkan dengan afidavit - pernyataan tertulis di atas sumpah di depan notaris bahwa teks bahasa sasaran adalah terjemahan yang akurat dan lengkap dari teks bahasa asalnya.

Metode pengesahan hasil terjemahan yang terakhir adalah apostil. Dengan metode ini, hasil terjemahan disahkan dengan pernyataan bahwa hasil terjemahan tersebut sesuai dengan teks aslinya. Pernyataan pengesahan resmi ini biasanya diberikan oleh Departemen Kehakiman atau Departemen Luar Negeri.

Saya sendiri sudah sering menerjemahkan berbagai dokumen hukum untuk klien lokal, nasional, dan internasional. Untuk pengesahan hasil terjemahan, saya biasanya menggunakan metode pertama karena saya belum mendapat sertifikat penerjemah tersumpah. Memang, mengingat konsekuensi hukum dan biaya sertifikasinya, tarif jasa penerjemahan dokumen hukum biasanya jauh lebih mahal daripada tarif jasa penerjemahan dokumen bukan hukum.

Kesimpulannya, dokumen hukum tidak hanya dapat dan boleh diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. Penerjemah yang belum memiliki sertifikat penerjemah tersumpah, seperti penerjemah terakreditasi atau penerjemah bersertifikat, atau bahkan penerjemah yang belum terakreditasi/bersertifikat sekalipun, dapat dan boleh menerjemahkan dokumen hukum.

Tentu saja, penerjemah bersangkutan harus benar-benar kompeten, berpengalaman, dan jujur.
Kalau tidak, dia sendiri akan menanggung konsekuensi hukum dan bisnisnya. Konsekuensi hukumnya, si penerjemah bisa menghadapi tuntutan hukum dari klien atas kerugian yang ditimbulkan akibat kesalahan dalam terjemahannya. Konsekuensi bisnisnya, si penerjemah akan kehilangan order dari klien tsb dan juga klien potensial yg mungkin mendapat informasi dari klien tsb mengenai jasa penerjemahan yg ditawarkan si penerjemah.

No comments: