Google
 

18 September 2007

Penerjemah - Ilmuwan dan Seniman

Pada dasarnya, seorang penerjemah dapat dikatakan sebagai ilmuwan sekaligus seniman. Karena itu, penerjemahan dikategorikan sebagai suatu ilmu, yaitu ilmu bahasa terapan, dan sekaligus sebagai seni, yaitu seni bahasa. Dalam penerjemahan sebagai ilmu, penerjemah harus: 1) menguasai bahasa sumber, 2) menguasai bahasa sasaran, dan 3) menguasai pokok bahasan dari teks yang diterjemahkan agar ia dapat menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan makna yang dimaksud dan gaya bahasa yang sesuai dengan teks bahasa sumber.
Pengetahuan dan pemahaman penerjemah mengenai ketiga aspek ini dan juga pengalamannya menerjemahkan berbagai teks akan semakin meningkatkan keterampilan menerjemahnya. Karena itulah, pengembangan dan peningkatan pengetahuan penerjemah menjadi salah satu bagian dari kode etik penerjemah. Apabila seorang penerjemah mengalami kesulitan dalam mencari padanan atau pengertian dari suatu istilah, dia harus melakukan riset atas referensi cetak maupun referensi yang tersedia di Internet.
Salah satu istilah bahasa Inggris kedokteran di bawah ini menjadi contoh kesulitan yang pernah saya alami sebagai seorang penerjemah.

1. cachexia - kaseksia atau kakeksia

Memang, di empat kamus kedokteran yang saya miliki, pengertian istilah tersebut diuraikan dengan jelas. Sayangnya, saya tidak tahu lafal bahasa Inggrisnya. Lafal bahasa Inggris ini sangat penting sebagai pedoman untuk melakukan pengindonesiaan istilah asing yang tidak ada padanan Indonesianya. Alhamdulillah, setelah beberapa saat mencari informasi di Internet, saya menyimpulkan bahwa bentuk Indonesianya adalah 'kakeksia' karena -che- pada istilah tersebut dilafalkan /ke/, bukan /se/.

2. Your study doctor will review how well you take the study drugs according to the schedule and any side effects you may experience.
Pada kalimat ini, 'study doctor' dapat diterjemahkan menjadi 'dokter penelitian' (bandingkan, 'staf penelitian,' 'sponsor penelitian') tapi ' study drugs' terdengar janggal bila diterjemahkan 'obat penelitian.' Istilah ini akan terdengar lebih alami di telinga penutur bahasa Indonesia bila diterjemahkan 'obat yang sedang diteliti.'

Selanjutnya, dalam penerjemahan sebagai seni, seorang penerjemah harus mampu menghasilkan terjemahan yang dapat dipahami oleh pembaca sasaran dan yang sealami mungkin bagi pembaca sasaran. Dapat dipahami artinya tidak terjadi kesalahan makna; sealami mungkin artinya pembaca sasaran tidak menyadari bahwa teks yang dibacanya adalah hasil terjemahan.
Sebagai contoh kasus, perhatikan kutipan-kutipan berikut ini.

3. To participate in the study, you can be either male or female and you must be 18 years of age or older.
a. Untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, Anda boleh pria atau wanita dan Anda harus berusia 18 tahun atau lebih tua.
b. Bila Anda pria atau wanita berusia 18 tahun atau lebih, Anda dapat berpartisipasi dalam penelitian ini.
Dalam contoh ini, 2b lebih mengindonesia daripada 2a.

4. Most of these study visits will be held on the same days as your scheduled chemotherapy treatments.
a. Sebagian besar dari kunjungan penelitian ini akan dilakukan pada hari yang sama dengan pengobatan kemoterapi terjadwal Anda.
b. Sebagian besar dari kunjungan penelitian ini akan dilakukan pada hari yang sama dengan jadwal pengobatan kemoterapi Anda.
Dalam contoh ini, 4b juga lebih mengindonesia daripada 4a.
Demikianlah sedikit gambaran mengenai penerjemah yang berperan sebagai ilmuwan sekaligus seniman beserta contoh kasusnya.

No comments: