Google
 

17 September 2007

Kualifikasi Profesional Penerjemah di Indonesia

Sebelumnya, saya tidak tahu kalau di Indonesia ada ujian kualifikasi penerjemah yang diadakan oleh sebuah lembaga profesional. Untungnya, berkat korespondensi dengan salah seorang rekan penerjemah Indonesia anggota salah satu situs penerjemah internasional yang berbasis di New York, ProZ.com, sekaligus salah seorang pendiri milis penerjemah ternama di Indonesia, Bahtera, saya mendapatkan informasi berharga bahwa di Indonesia sudah ada lembaga profesional yang menyelenggarakan ujian kualifikasi penerjemah - Pusat Penerjemahan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
Pada judul posting ini saya memakai istilah kualifikasi profesional untuk membedakannya dengan kualifikasi akademik. Kualifikasi akademik merujuk pada latar belakang pendidikan penerjemah, sedangkan kualifikasi profesional merujuk pada bukti pengakuan kemampuan penerjemah yang diberikan oleh suatu lembaga profesional.
Untuk kualifikasi akademik, penerjemah mungkin mempunyai kualifikasi S1, S2, atau S3 dengan bidang ilmu yang berbeda - S1 pengajaran bahasa Inggris, S1 hukum, S2 pertanian, S3 aeronotika, dll.
Untuk kualifikasi profesional, PPFIB UI menetapkan tiga kategori:
1. Bidang umum
2. Bidang ilmiah
3. Bidang hukum
Penerjemah yang sudah lulus ujian kualifikasi profesional umum dan ilmiah dinamakan penerjemah terakreditasi atau penerjemah bersertifikat. Penerjemah yang lulus ujian kualifikasi bidang hukum sering dinamakan penerjemah tersumpah.
Pada akhir tahun 2005, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian kualifikasi penerjemah yang diadakan PPFIB UI. Dari ketiga kategori kualifikasi di atas, saya ingin memilih bidang ilmiah. Sayangnya, pada waktu itu kategori ini tidak diujikan. Akhirnya, saya memilih bidang umum saja. Saya sengaja tidak memilih bidang hukum karena saya tidak punya KTP DKI sebagai syarat kedua (setelah syarat pertama - lulus dengan nilai A dalam ujian kualifikasi profesional bidang hukum) untuk mendapatkan sertifikat penerjemah tersumpah dari Gubernur DKI.

No comments: